
...ποΈMansion Tejakusuma...
"Jadi ini mama mau menanyakan sekali lagi Apakah benar alasan kamu membawa Jeremy ke mari sebagai guru les agar terus dekat dengan Jeremy ataukah memang kamu berniat untuk belajar agar nilai-nilai kamu terus bagus?"
"Iya mah iya benar tebakan mama benar sekali, dua jawaban itu benar." Ily pun menjawab dengan lantang walaupun ragu di hatinya takut
"Baiklah sayang mama nggak akan lagi memaksakan kehendak mama untuk menunangkan kamu dengan Arsen begitu pula sebaliknya Arsen, maafkan kami karena kami terlalu egois kami selalu mementingkan diri sendiri sehingga kami tidak pernah mendengar kata hati anak-anak kami, isi hatimu dan juga Kimberly selama ini." ucap Cindy yang akhirnya menyadari bahwa dirinya sebagai orang tua telah salah besar.
"Dan kamu juga Arsen sebaiknya kenalkanlah Gadis itu kepada mamamu agar hubungan kalian tidak sembunyi-sembunyi melainkan terbuka untuk dan orang tuamu juga mengetahuinya dan tidak ada yang perlu disembunyikan lagi karena kami putuskan pertunangan Ini dibatalkan
Dan untuk Pak Ronald terima kasih sekali karena sudah menyadarkan kami akan perasaan anak-anak kami yang tidak pernah kami dengar sebelumnya kami hanya mementingkan ambisi kami untuk memajukan perusahaan kami tanpa melihat perasaan anak-anak kami, sehingga anak-anak kami lah Yang menjadi korbannya terima kasih sekali, jadi Apakah kerjasamanya masih berlaku Pak?" Kevin menjelaskan secara panjang dan lebar selalu menanyakan apakah kerja samanya yang tadi bukan hanya candaan semata melainkan adalah kenyataan.
"Oh ya tentu saja, tentu saja saya juga sudah memanggil kuasa hukum saya untuk mengesahkan kerjasama kita secara simbolis agar pak Kevin juga tidak sanksi hanya dengan kata-kata saya saja."
"Baiklah baiklah terima kasih banyak atas bantuannya Pak Ronald sehingga sampai datang kemari, pasti Jeremy yang sudah merengek agar kakaknya ke sini untuk membantunya agar bisa dekat terus dengan anak kami, bukan begitu Pak Ronald?" Kevin pun tebak-tebak merpati ternyata adalah benar adanya.
"Hahaha kalau itu adalah urusan dapur kami pak Kevin saya tidak bisa membukanya di sini tapi sepertinya sudah terlihat dari raut muka keduanya yang malu-malu dan akhirnya lega pertunangan ini tidak terjadi."
"Mah bolehkah Arsen pergi dari sini mah karena Arsen sudah membuat seseorang di sana menunggu dan menangis entah sampai kapan?" izin Arsen kepada Mirna dan juga Arya.
"Baiklah Arsen pergilah Tapi janji kamu tidak akan balapan liar lagi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu lagi?" tegas Mirna padannya.
"Ya mah Arsen janji."
"Baiklah Arsen kapan-kapan ajaklah pacar kamu main ke rumah Jangan pernah berhubungan sembunyi-sembunyi lagi karena Mama nggak suka nggak suka jika kalian melakukan hubungan secara backstreet."
"Baiklah terima kasih Kak Ronald karena sudah menyadarkan orang tua kami?"
"Ya sama-sama Arsen semoga berhasil menaklukkan wanitamu?"
"Hahaha Yah memang aku sepertinya harus berusaha lagi Kak baiklah Jer Ily aku pergi dulu."
"Ya Arsen good luck ya menaklukkan hati Namia."
"Sudah sana pergi sana dengan Jeremy Kak Ronald kita tahan dulu Jer jadi sudah sana mainlah bersama Kimberly tapi jangan terlalu malam oke?"
"Baik mari Tante dan Om saya dan Ily permisi dulu."
"Ya Jer senyum dong jangan cemberut lagi." ucap Ronald menggodanya.
"Hahaha Kak Ronald memang the best pokoknya, the best of the best." Jeremy dan Kimberly pun akhirnya menggenggam tangan masing-masing lalu keluar dari Mansion tejakusuma dengan mengendarai mobil Kimberly untuk berjalan-jalan merayakan keberhasilan misi Jeremy yang akhirnya bisa mematahkan dan membatalkan pertunangan Kimberly dan arsen yang berdampak pada kembalinya hubungan kedua pasang pasangan kekasih yang tadinya akan tercerai berai lagi itu.
π
π
π
"Semoookk i love you."
"I love you too Jeje."
"So kita mau ke mana ini Mok?
"Kita sebaiknya jalan jalan ke taman dekat komplek perumahan kamu."
"Okay hahahaha."
Sungguh perjuangan yang begitu berat Bagaimana jika di flashback kisah percintaan antara Kimberly dan Jeremy yang penuh dengan liku-liku akhirnya kini berbuah manis Restu yang paling utama dari kedua orang tua Kimberly Telah berada di dalam genggaman.
Kini tinggal memapaki perjalanan percintaan antara Kimberly dan Jeremy dengan saling menyayangi saling mencintai saling menjaga saling jujur saling setia saling berbagi saling komunikasi."
β¨
β¨
β¨
My Namia..
...
...
The number you are calling is switched of..
saat di perjalanan arsen yang kebingungan untuk menghubungi kekasih cantiknya itu pun panik karena nomor handphone Namia tidak bisa dihubungi sama sekali ke mana arisan harus mencarinya apakah dia masih ada di apartemennya ataukah sudah menghilang entah ke mana karena kebiasaan Namia yang sangat tidak disukai alasan adalah ketidakpercayaan dirinya akan hubungannya dengan arsen yang seperti langit dan bumi bagai pungguk merindukan bulan antar status sosial yang berbeda membuat Namia sangat insecure.
Hal itulah yang membuat Namia tidak tahan ujian dan terpaan godaan serta halangan yang terus menghadang hubungannya dengan arsen hingga membuat Namia selalu lari dari kenyataan yang ada. Namia tidak mau menghadapi rintangan terberat yaitu restu dari orang tua arsen. Namia lebih baik pergi daripada harus menghadapi cibiran dan pandangan rendah orang lain terhadap status sosialnya yang adalah anak seorang TKI dan juga hidup selama ini dengan beasiswa.
"Sayang Namia ku please tolong jangan kemana-mana please Tetaplah di apartemen please jangan tinggalin aku Namia." gerutu Arsen dalam hatinya.
...π Appartment Arsen...
...tit tit tit tit tit...
Cek klek
"Namiaaaa sayaaang Namiaa Namiaaa."
Arsen mencari Di mana keberadaan kekasih cantiknya itu berada dilihatnya di lantai satu apartemennya tidak ditemukannya keberadaan kekasihnya itu dilihatnya satu persatu kamar mandi yang berada di dalam kamar tidak ada di dalam ruang tamu juga tidak ada lalu di manakah dia?
POV Arsen
Sayang Namia di mana kamu Namia hiks hiks maafkan aku, aku selalu memaksakan kehendakku untuk membuatmu tetap bersamaku mungkin selama ini kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku itu terlihat sekali di matamu kamu terpaksa kan menemaniku selama ini karena kebutuhan kan?
Maaf tapi aku tidak keberatan walau kamu memanfaatkanku karena kekayaanku manfaatkan aku sesuka hatimu Namia Tapi tolong jangan pergi dariku Aku tidak siap untuk kehilanganmu sekarang namanya sayang ke mana aku harus mencarimu Apakah kau kembali ke lingkungan rumahmu yang seperti itu tidak aku tidak rela jika kamu tinggal di sana tetaplah tinggal di sini kalau kamu memang tidak mencintaiku maka aku tidak akan kembali lagi ke sini aku hanya akan mengisi kulkasmu mencukupi kebutuhanmu tanpa harus kamu repot-repot melihatku.
Aku puas dengan hanya melihatmu dari kejauhan. aku tulus mengucapkan ini semua karena sayang dan cintaku padamu. Namia Di mana kamu Sayang di mana? Tolong kembalilah aku berjanji jika kamu kembali aku tidak akan memaksamu untuk memenuhi keinginanku.
Aku menyesal kalau kamu terpaksa melakukan semua ini untukku. Aku tidak akan pernah mengulangi hal itu Aku tidak akan rela jika kamu terluka gara-gara aku. aku akan menyesalinya seumur hidupku jika kamu terluka sekecil apapun itu.
*****
Tak terasa Arsen pun meneteskan air matanya meratapi nasib kepergian Namia yang tiba-tiba raib begitu saja.
...tit tit tit tit...
...Cekk klekk...
"Sayang kenapa menangis sayang aku dari minimarket yang ada di lobi itu loh soalnya pembalutku habis aku lagi datang bulan nih."
"Hiks Aku kira kamu pergi meninggalkanku sayang aku lega sekali, Aku kira kamu sudah kembali ke rumahmu yang lama yang waktu itu."
"Enggak lah siapa yang mau pergi dari fasilitas mewah seperti ini."
"Oh ya Jadi kamu suka tinggal di sini manfaatkan aku sesuka hatimu sayang walaupun kamu tidak mencintaiku Aku rela dan ikhlas kamu menguras hartaku asal kamu bahagia."
"Ngomong apa sih aneh banget deh siapa yang nggak sayang sama kamu itu aku juga cinta aku juga sayang sama kamu lalu bagaimana pertunangannya?"
"Doamu dikabulkan sayang berkat Jeremy yang menyeret kakaknya ke kediaman Kimberly akhirnya semuanya bisa terselesaikan pertunangan kami pun dibatalkan karena kakak ipar Jeremy adalah Ronald Rahadiiningrat kamu tahu kan pebisnis muda tersukses dan terkaya di negeri ini?"
"Ya sudah peluk aku tunggu apa lagi." kemudian keduanya pun berpelukan erat sekali hingga tak terpisahkan lagi.
To be continued