
...Lanjutan POV Jeremy.....
Aku marah cemburu lalu pergi meninggalkannya sendiri tanpa menoleh ke belakang lagi. aku sadar bahwa tindakanku sebelumnya memang salah aku terhanyut dengan nafsuku yang ingin memilikinya untuk diriku sendiri yang ternyata adalah bukan gadis yang ditakdirkan untukku. Lagipula waktu itu aku tidak mau lagi berurusan dengan biang onar seperti Arsen.
Berbagai pesan dan telepon dari Kimberly saat itu tidak pernah aku angkat dan aku jawab aku menghindar sekuat tenaga agar tidak tergoda lagi ke dalam Cinta terlarang yang tidak akan pernah bisa menjadi milikku. Berminggu-minggu kemudian aku bertemu dengan sopir pribadi Kimberly ang membagikan flier pamflet kepadaku yang berisi tentang pencarian guru les untuk anak majikannya.
Awalnya aku tidak curiga saat aku lihat dari kejauhan ternyata Mang Ujang hanya membagikan flyer itu untukku dan bukan untuk siswa yang lain juga. Aku pun tersenyum dan menundukkan kepalaku seraya ada saja cara gadis ini untuk bisa dekat denganku. dengan alibi karena butuh uang aku pun mengirimkan pesan kepada nomor yang tercantum di flyer tersebut.
Keesokan harinya aku pun berhasil menjadi guru les Kimberly gadis cantik yang berhasil mengobrak-abrik hatiku walau aku tahu dirinya bukanlah tercipta untukku. Gadis cantik ini adalah milik orang lain yang tentu saja sangat tidak aku harapkan untuknya bersanding di sisi Kimberly selamanya di masa yang akan datang. dia pun mulai menunjukkan pelajarannya yang susah-susah dipecahkan olehnya dan dengan begitu mudahnya aku memberikan rumus-rumus singkatku kepadanya yang membuatnya lebih antusias sekali untuk belajar.
Aku pun memberikan soal-soal contoh yang serupa dengan soal di dalam pr-nya tadi sehingga dia bisa mempraktekkan rumus-rumus dariku tadi hingga dia bisa memecahkan soal yang tadinya sangat mustahil untuk diselesaikan olehnya sekarang menjadi lebih mudah dan membuatnya tersenyum kembali dengan lebih mencintai pelajaran itu setelah aku mengajarkannya kisi-kisi yang mudah yang bisa diserap dengan mudah olehnya.
Dia pun mulai tersenyum kembali dengan topi dan masker yang sangat mengganggunya yang dia kira aku tidak tahu bahwa dirinya adalah Kimberly dari awal tingkah lucunya itu membuatku sangat ingin sekali meny esap lagi bibir mungil pink kemerahannya yang masih aku tahan sampai detik itu. aku pun mengakui bahwa gadis cantik ini tidak akan pernah bisa aku lupakan kalau dia juga tidak punya inisiatif untuk menghindariku mengapa Sampai detik ini dia masih ingin sekali mendekatiku padahal dia sudah punya tunangan yang jelas-jelas sudah di jodohkan kedua orang tuanya dari dua belah pihak sejak lahir.
aku pun mulai menepis hasrat dan nafsuku padanya yang mulai memanas saat sekarang kita berdua malah diberi kamar pribadi Kimberly sebagai tempat belajarnya. sekelebat pikiran kotor pun datang menyelimuti ku Lalu aku pun menghindar seribu langkah dan pamit di saat aku lihat Kimberly sudah mulai lelah karena begitu antusiasnya mengerjakan soal demi soal yang aku berikan padanya. entahlah karena bertemu denganku adalah sumber motivasinya untuk belajar ataukah karena rumus-rumus mudah yang aku berikan kepadanya yang membuatnya semakin semangat untuk belajar lagi Dan lagi.
Aku pun pamit setelah mengusap puncak kepalanya dan sedikit memberinya senyuman agar dia tidak lagi bersedih hati..
...POV Jeremy continued.....
...Mansion Tejakusuma...
"Yah kami takut sekali kalo studi kamu nanti akan terganggu dengan berita ini sayang Ily."
"Je je apa memang benar kejadiannya seperti itu Je?"
"Aku juga nggak tahu kalo kak Lona ternyata sudah mengetahui perihal surat yang aku sembunyikan di bawah laptop diatas mej belajarku mok, please jangan marah ya sayang?"
"Yah pah mah, kalo mama dan papa ngijinin aku sebulan sekali ngunjugin Jeremy maka aku akan ijinkan Jeremy kuliah di Columbia university?"
"Ily kamu kan ngga berhak memberi ijin mengenai segala hal yang berkaitan dengan Jeremy ya kan? belum saatnya sayang, yang berhak memberi dan menerima ijinnya adalah istri Jeremy kelak."
"Euleuh euleuh anak papa bisa gitu ya? belum apa-apa nih Bocil sudah banyak maunya kalo sudah berurusan dengan segala hal yang berbau Jeremy.
"Sabar pah biasalah remaja, ya sudah mama ijinkan kamu mengunjungi Jeremy 2 bulan sekali Ily dan mama tidak mau di bantah!"
"Yah mama ini nggak adil!"
"Ily tenanglah sayang tar aku juga nggak akan tinggal diam, aku akan pulang walau juga nggak sebulan sekali ya? kita akan pulang dua bulan sekali sehingga tiap bulan kita bisa ketemu ya nggak? coba hitung.."
"Hiks hiks.."
✨
✨
✨
Lalu keduanya pun akhirnya dipisahkan oleh jarak dan waktu serta tempat tinggal yang sangat jauh sekali yakni di Amerika dan di Indonesia. seiring berjalannya waktu hubungan keduanya pun semakin renggang dan setelah 2 tahun berlalu ada kesalahpahaman antara Jeremy dan Kimberly yang sepertinya tidak akan pernah bisa untuk teratasi lagi karena itu keduanya sama-sama tidak mau mengakui kesalahan masing-masing dan mereka pun lost contact tidak pernah berkabar satu sama lain lagi.
Pada suatu ketika, waktunya Kimberly berkunjung Jeremy yang sedang berada di apartemennya bersama teman-temannya yang sedang belajar bersama dengan kebersamaan yang begitu intens dan sangat akrab sekali membuat mereka yang sedang belajar di sana dan kebetulan berpasang-pasangan itu pun tidak menyangka kalau ada seseorang yakni kekasih Jeremy yang tiba-tiba datang dan menyaksikan Jeremy yang sedang bercanda dengan gadis lain. Lalu gadis itu pun tidak sengaja berpangku di atas Jeremy sehingga semua yang melihat keduanya akan mengira bahwa mereka ada hubungan romantis.
Apalagi jika keduanya berada di Indonesia pasti semua orang akan mengira bahwa keduanya adalah sepasang kekasih. Kejadian itu tak luput, akhirnya disaksikan oleh Kimberly yang tiba-tiba datang dengan maksud untuk memberikan kejutan kepada sang kekasih hati yang sudah 4 bulan tidak ditemuinya karena kesibukan antara keduanya yang tidak bisa diganggu gugat.
Kimberly pun masuk dengan password apartemen Jeremy yang tetap sama seperti semula sehingga tertangkap basah lah Jeremy yang sedang terlalu akrab dengan seorang gadis yang notabene adalah teman seangkatannya di universitas Columbia itu.
Hancur hati Kimberly sampai berkeping-keping, sejak kejadian itu tangisnya tidak pernah berhenti membasahi pipi mulusnya. Kimberly pun meninggalkan apartemen Jeremy tanpa sepatah kata pun. Jeremy yang merasa bersalah akhirnya mengejar sekuat tenaga kekasih hatinya namun Kimberly tidak pernah menoleh ke belakang lagi. Kimberly pun naik pesawat kembali ke Indonesia hari itu juga dan mematikan nomor ponselnya serta membuang nomor ponsel itu tak tahu di mana rimbanya.
...To be continued...
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...