I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Prasangka Buruk!



Mang Ujang yang sudah memarkir mobilnya di pelataran parkir sekolah elite itu pun menyalakan klaksonnya untuk memanggil ily dari kejauhan. Jeremy dengan nafas yang menderu dan terengah-engah mengejar saja Kimberly yang berlari sangat cepat. Tangan Jeremy pun menahan laju tubuh mungil kekasih cantiknya itu agar tidak pergi dan berpikiran yang tidak-tidak.


"Kimberly tunggu apa maksud kamu heii, jangan kaya gini apa sih yang ada di benak kamu saat ini? ayo bicara baik-baik?"


"Ck lepas lepasin, ayo mang pergi dari sini!" ucap Ily ingin menghindar dari rayuan maut kekasih tampannya itu agar tidak tergoda lagi untuk


...BRAKK...


Kimberly pun membanting saja pintu mobil nya dengan sangat keras untuk menghindar dari Jeremy.


"Maaf den nanti saja, nanti Aden datang ke rumah bawakan bunga dan coklat nanti kan si Enon luluh lagi Den sudah biar sekarang non mamang antar pulang dulu ya? nanti Aden main ke rumah malam-malam begitu, Enon juga kan cuma di rumah Ini nggak mungkin ke mana-mana den nanti mamang bantu deh, ngeyakinin non Ili lagi Den ."


"Baiklah Mang tapi minta tolong ditanyain dong Mang sebenarnya kenapa dia tiba-tiba seperti itu dia berubah murung setelah kembali dari toilet bersama Namia, Argghh! apa sih kesalahanku Mang sampai-sampai ili berubah dalam waktu singkat?" Jeremy lagi-lagi menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal dan mengusap wajah tampannya dengan kasar karena tidak tahu pasti apa sebenarnya yang salah dengan dirinya hingga kekasih cantiknya itu tiba-tiba berubah marah dan menuduhnya tidak pernah menganggap Kimberly sebagai kekasihnya.


Akhirnya dengan berat hati Jeremy pun pergi dari area parkir meninggalkan bayangan mobil mang Ujang yang sudah melesat keluar dari gerbang sekolah elite dengan fasilitas yang sangat mewah itu.


🚘


🚘


🚘


"Ada apa atuh non cerita dong ke mamang apa sebenarnya yang bikin Non tiba-tiba marah ke den Jeremy apa Den Jeremy selingkuh? apa Den Jeremy ketangkap basah menggoda cewek lain di depan non? atau apakah dan Jeremy ketahuan sedang bermesraan dengan gadis lain? kok sepertinya dari raut wajah non menunjukkan bahwa non marah besar pada Den Jeremy bukankah sepasang kekasih itu jika salah satu pasangannya berubah marah, pasti persoalannya tidak jauh dari seputar perselingkuhan ya nggak non?"


Tanya Mang Ujang kepada Kimberly saat Kimberly hanya membuang muka melihat ke arah jalan raya sepanjang perjalanannya menuju ke Mansion Tejakusuma.


"Kalau hal kecil saja dia segan untuk membaginya denganku apalagi hal yang besar yang menyangkut masa depannya bukankah mendapatkan beasiswa ke luar negeri apalagi di universitas yang sangat bergengsi di dunia tega-teganya Jeremy tidak membagi berita besar dan kabar baik itu kepadaku. Coba jawab dong mang? Apabila mamang menjadi aku menghadapi seorang pacar seperti Jeremy yang tega menyembunyikan berita baik walaupun berita itu pastinya akan membuatku sangat kecewa karena nantinya dia pasti akan meninggalkanku?"


"Aku tidak akan keberatan jika dia memang terbuka kepadaku, apa dia sengaja membuatku berfikir bahwa dia diam-diam ingin sekali meninggalkanku di sini sedangkan dia di luar negeri menuntut ilmu tanpa berpamitan kepadaku begitu?"


"Pacaran kok kayak gitu sih mang? kan sepasang kekasih itu harus saling jujur harus saling terbuka satu sama lain tidak ada rahasia, gimana mau serius kalau pacaran aja dibuat mainan seperti ini? Aku tuh nggak habis pikir deh sama dia kok bisa-bisanya hal sepenting ini tetapi disimpan sendiri malah dia malahan dia lebih terbuka sama temen-temennya."


"Kalau menurut mamang sih mamang lihat Aden itu tidak mau gegabah memberitahu tentang hal penting ini kepada non takutnya non malah salah paham salah terima, karena Aden pasti takut nanti non marah dan ngambek menyangka bahwa Aden memilih untuk mengambil beasiswa itu dan berkuliah di luar negeri mungkin aden butuh waktu yang tepat untuk memberitahukan tentang hal penting ini kepada non. hal seperti ini kan tidak bisa tiba-tiba dikatakan karena mamang tahu pasti non akan mengira bahwa ada nanti ingin sekali berkuliah di luar negeri dan meninggalkan non sendiri di sini?"


"Jangan berburuk sangka dulu non, Siapa tahu Aden punya alasan tersendiri untuk menyembunyikannya dari non atau bisa jadi Aden belum memberitahu non karena Aden menunggu momen yang pas untuk memberitahukan kabar baik itu kepada non walaupun non Kimberly tidak pernah mengharapkan bahwa nantinya hubungan non Kimberly dan Aden bakalan terpisah jauh."


Percakapan antara Kimberly dan Ujang di dalam mobilnya pun begitu seru karena Kimberly sangat emosional mencurahkan segala keluh kesahnya kepada Ujang saat dirasa sang kekasih hatinya tidak jujur kepadanya lalu berprasangka yang tidak-tidak bahwa Jeremy lebih memilih menyembunyikan perihal beasiswa diterimanya dia di salah satu universitas yang sangat bergengsi di luar negeri itu yakni untuk mendapatkan suasana baru dan pastinya kekasih baru di sana.


Ujang pun sangat tidak sependapat dengan prasangka dari sang majikan bahwasanya Jeremy yang selama ini dikenalnya walau dari kejauhan bukanlah pemuda seperti itu. Jeremy adalah pemuda yang bertanggung jawab jujur setia tidak mudah jatuh cinta walau dingin kaku dan sangat membatasi diri dengan orang lain namun itu malah salah satu kelebihannya menurut Ujang yang tidak dimiliki oleh pria lain.


Menurut Ujang Jeremy hanya menunjukkan sisi baiknya sisi lembutnya dan sisi mesranya hanya kepada Kimberly saja. Jeremy yang dilihatnya walau dari kejauhan itu tidak pernah sama sekali menggubris para gadis yang suka mengejar-ngejarnya dengan pendekatan dan rayuan yang bertubi-tubi.


Akhirnya Kimberly pun sedikit demi sedikit memahami mengapa Jeremy Sampai detik ini tidak juga memberitahunya tentang perihal kabar baik diterimanya dia di salah satu Universitas ternama di luar negeri itu. memanglah sangat benar adanya bahwa kepergian Jeremy nanti apabila Jeremy memang menyetujui diterimanya beasiswa itu ke luar negeri maka keputusan itu adalah keputusan yang sangat tidak pernah diharapkan oleh Kimberly. dengan kata lain diterimanya Jeremy di salah satu universitas bergengsi di luar negeri itu adalah kabar yang paling buruk yang pernah diterima Kimberly selama hidupnya.


...To be continued...


...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...