I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Lembaran Baru



...๐Ÿš๏ธMansion Tejakusuma...


"Ily cepat berangkatnya keburu terlambat, Jeremy udah di ruang tamu sayang menjemputmu."


"Nggak ma nggak akan terlambat kan kita naik motor, makasih bekalnya buat aku dan Jeje dah mama, bye pah."


"Nih anak mentang-mentang udah punya cowok jadi nggak pernah nyium bokapnya sendiri sekarang sini cium dong?"


"Cup cup Ily berangkat pah, mah, bye." pamit Kimberly pada Kevin dan juga Cindy.


Kimberly pun berlari menuju ke ruang tamunya untuk segera bertemu kekasih hatinya yang mulai sekarang akan sering menjemputnya selain karena macet, Jeremy juga merasa bertanggung jawab atas Ily sehingga harus selalu menjaga keamanan kekasih cantiknya dimana pun berada.


Kemudian seperti biasa karena mulai sekarang Jeremy selalu mengantar jemput Ily jadi Kevin dan Cindy akan selalu mengantar kepergian anak mereka di depan Mansion mewah itu dengan melambaikan tangan saat kepergian keduanya keluar dari pintu gerbang Mansion mewah itu.


"Tante Om kami berangkat dulu."


"Iya Jer salam dari Tulus dan jangan ngebut waktunya masih panjang masih jam 6.15 pagi ."


"Iya mah pah daaaahh."


...Tin tin tin...


Suara klakson motor sport Jeremy yang membahana memekakkan telinga keduanya lalu saling berpandangan dan tersenyum.


"Lucu ya pah jadi ingin kembali ke masa masa SMA lagi."


"Iya mah syukurlah aku tenang Ily sudah ada yang menemani dan memperhatikan segala kesulitannya, semoga Jeremy memang benar benar bisa diandalkan." ujar Kevin dengan tersenyum dan masih berdiri di depan pintu utama Mansionnya bersama istrinya yang sangat hampir tidak pernah di lakukan keduanya karena kesibukan yang membuatnya tidak pernah sama sekali mengantarkan kepergian anak semata wayangnya jika akan berangkat ke sekolah.


๐Ÿ๏ธ


๐Ÿ๏ธ


๐Ÿ๏ธ


Setelah perjalanan singkat kurang lebih hanya ditempuh sekitar 20 menit saja karena motor sport yang dikendarai oleh Jeremy begitu cepat melesat sehingga pasangan kekasih yang sudah mendapat restu dari kedua orang tua Kimberly tersebut sampai di sekolah tanpa harus terburu-buru lagi seperti dulu.


Seperti biasa aja remi selalu menggandeng tangan Kimberly mesra Setelah turun dari motor sport nya dan berjalan mengantar Kimberly sampai ke koridor kelas 10.


"Jeje ini bekal kamu jangan lupa dimakan."


"Iya semok." jawab Jeremy sambil mengusap puncak kepala gadis cantik itu seraya berpamitan untuk menuju ke kelas masing-masing sambil membawa bekal berupa kotak Tupperware yang sudah di kata rapi oleh Andien kepala maid di Mansion Tejakusuma.


"Ya udah bye."


"Bye semok."


Keduanya pun akhirnya berpisah untuk berjalan ke kelas masing-masing. Semenjak Restu sudah didapat Kimberly jarang sekali main ke apartemen Jeremy lagi. Di karenakan kalau keduanya rindu keduanya pun bisa menghabiskan waktu di Mansion Tejakusuma secara bebas tanpa harus mendapatkan larangan dan cibiran seperti dulu.


Keduanya pun tidak perlu sungkan-sungkan lagi untuk menunjukkan kemesraan di depan para mais walau di bawah CCTV sekalipun. Jeremy dan Kimberly pun sekarang mengubah tempat belajarnya di ruang keluarga Mansion mewah itu.


"Tuh lihat Jeremy kayaknya ceweknya kelas 10 ya Aduh potek hari Eneng bang?"


"Iya loh kemarin katanya tuh si anak kelas 10 ceweknya Jeremy dilabrak sama Tiara. lalu keduanya terlibat pertengkaran hebat sampai keluar darah dari kulit kepalanya masing-masing saking kerasnya jambakan keduanya. tapi akhirnya Tiara pun mundur karena perawatan mahal rambutnya yang membuatnya akhirnya mengalah."


"Iya tuh si cabe cantik banget loh tapi kalau menurut gue lebih cantik dari Tiara, Tiara mah tersohor karena senioritas aja kalau menurut gue lebih cantik tuh ceweknya Jeremy pinter juga tuh cowok udah cakep cerdas berprestasi sekarang ceweknya cantik pula mulus seputih susu." ucap salah satu siswa ke XI yang sekelas dengan Namia.


"Udah nggak usah julid loh." sarkas Namia membuyarkan cuap-cuap kedua teman sekelasnya agar tidak merembet kemana-mana.


"Aduh ampun nyonya besar kami tidak berani menggosipkan Jeremy dan ceweknya lagi deh ampun."


"Ya sebaiknya begitu karena Jeremy dan Kimberly adalah sahabat baik gue so jangan macam-macam kalau nggak mau harimau gue mengaung bisa-bisa Lo dimakannya hidup-hidup Lo!"


Begitupun juga sebaliknya hubungan percintaan antara Arsen dan juga Namia sudah mulai memapaki restu dari orang tua Arsen.


...Flashback On...


๐ŸŒ Appartment Arsen


"Sayang ayo cepet buruan kita udah ditunggu mommy and Daddy aku."


"Tapi Ar aku takut kalau mereka tetap nggak merestui hubungan kita aku takut?"


"Sudahlah ayo jangan takut ya kan ada aku?"


"Aku takut gandeng tanganku nggak usah dilepasin walaupun di depan orang tua kamu walaupun aku nanti akhirnya diusir dari rumah kamu please Tolong jangan lepasin tangan aku."


"Iya apa sih yang nggak buat kamu lagian ngapain juga orang tuaku harus ngusir kamu sudahlah sayang semua sudah selesai sudah aku bilang berkat sentilan dari Kak Ronald semua jadi jelas orang tuaku malu setengah mati pada Kak Ronald karena sudah disadarkan di zaman modern seperti sekarang kok masih ada perjodohan."


"Beneran tapi jangan tinggalin aku aku takut aku takut diadili sama orang tua kamu kalau kamu sedikit aja ninggalin aku dari sana?"


"Sayang hai dengar kamu tahu kan sekarang nilai-nilai ku bagaimana Aku sudah memberitahu semuanya kepada orang tuaku bahwa semua yang berjasa dengan peningkatan drastis nilai-nilai ku adalah kamu padahal kamu adalah adik kelasku tapi kamu bisa mempelajari pelajaran sulit di kelas 12 pelajaran yang belum waktunya kamu pelajari tetapi kamu sudah menguasainya."


"Tapi aku masih ragu gimana kalau aku nanti dicaci maki sama mami kamu karena aku tinggal di apartemen kamu karena aku anak orang miskin karena status sosial kita yang sangat berbeda bagai langit dan bumi biasanya kan keluarga dengan strata sosial yang tinggi tidak akan pernah mau berhubungan dengan orang rendahan seperti aku 6ang hanya anak seorang TKI."


"Sayang sudah lebih baik aku menggendongmu saja!"


"Aw Ar turunin turunin Arsen.." karena gemas melihat kekasih cantiknya terlalu banyak berspekulasi akhirnya arsen pun menggendongnya seperti karung beras menuju ke basement parkiran melalui lift.


10 menit kemudian keduanya pun sampai di basement area parkir tempat arsen memarkirkan mobil sportnya yang baru kali ini arsen bawah untuk menjemput kekasih cantiknya itu dengan memakai mobil.


"Sekarang masuklah sudah tenang ya?"


"Ar aku masih takut takut banget syukurlah kamu membawa mobil jadi bajuku tidak akan terkena angin dan bau matahari."


"Sayang ah aku kan sudah beliin kamu parfum sudah dipakai belum."


"makasih sugar Daddy aku sudah beliin aku tas beliin aku dress membiayai semua hidupku makasih banyak udah udah aku pakai kok parfumnya."


"Sinij coba aku ci um wangi kok coba yang sebelah sini juga wangi yang sebelah sini wangi juga apalagi yang sebelah sini aromanya tidak perlu memakai parfum tapi selalu kuingat dan terbayang siang dan malam." Kepala Arsen pun mengabsen setiap inci tubuh molek gadis cantik itu dengan mencium bau parfum di sekujur tubuhnya sampai menemukan titik di mana tempat favoritnya bersemayam. arsen pun sedikit menyingkap dress mini milik Namia dan menciumnya seraya menyerap aroma lembah lembab milik Namia yang sangat memabukkan dan membuatnya candu."


"Apaan sih me sum ah mulai lagi deh!"


...To be Continued ...