I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Nggak Tahan!



Setelah 5 menit bertransaksi di apotek dia pun kembali dan mulai membersihkan lukaku lalu menutup dengan perban. Dia sangat lembut sekali dan perhatian aku jadi merasa tersanjung. Baru kali ini adalah lelaki yang perhatian seperti ini kepadaku sayangnya tiada Playboy di sekolahku aku jadi ilfil padanya.


Oh tidak sepertinya kita harus ke rumah sakit untuk kamu sangat parah Aku takut besok kamu tidak akan bisa bersekolah jika lukanya dibiarkan seperti ini.


...Deg...


"Tidaaakk! Tidak Kak jangan bawa-bawa rumah sakit karena aku tidak akan pernah bisa membayarnya cukup cukup sampai ini aja karena aku tidak tahu aku bisa membayarmu kapan untuk luka ini dan obat ini aku berjanji akan mengembalikannya nanti saat aku menerima uang bulananku dari beasiswa pemerintah."


"Memangnya aku memintamu untuk mengganti semua ini nggak kan? aku ikhlas kok membantumu kenapa harus mengungkit-ungkit soal berapa yang biaya yang harus kamu ganti di Rumah Sakit pun nanti biarkan aku yang membayarnya aku ikhlas."


"Baiklah aku mau aku terima tawaranmu tapi benar aku tidak bisa menggantinya dengan uang tapi aku bisa menggantinya dengan yang lain."


Jiwa kelaki-lakian yang Arsen pun langsung bangkit dan Arsen pun tersenyum saat Naima mengatakan bahwa dia tidak bisa membayarnya dengan uang tetapi dia bisa membayarnya dengan yang lain.


"Lebih baik kita sekarang ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan lukamu sesegera mungkin."


Aku pun digendong lagi oleh Arsen untuk menduduki kursi jok belakangnya lagi. Aku pun tanpa diperintah langsung saja melingkarkan tanganku dan membentuk tali simpul melingkar ke perut sixpacknya.


Setelah sampai di rumah sakit kami langsung menuju IGD untuk diperiksa secara intensif di sana. Setelah itu dokter pun mengatakan bahwa aku harus karena ada luka di tempat lain aku harus menginap di rumah sakit minimal 3 hari.


Lalu aku pun menolaknya karena biaya lagi sekali lagi dan Arsen bilang..


"Tdak dok bukakan kamar saja untuk Naima biarkan dia menginap di sini untuk 3 hari, sampai dia sembuh aku mau dia diperiksa secara intensif."


Akhirnya aku pun diopname dan harus menetap di rumah sakit selama 3 hari dia membukakanku kamar VVIP. Sungguh aku tidak pernah bermimpi mendapatkan fasilitas yang se-istimewa ini aku tak tahu kalau pria ini begitu baik padaku aku pun mulai membuka hatiku untuknya.


Dia sangat perhatian dia pun sampai menyuapiku makanan yang dihidangkan untuk pasien rumah sakit dan juga penunggunya.


"Terima kasih banyak kak sudah kubilang aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu."


Sudah tidak usah dipikirkan tidak usah dibahas lagi aku ikhlas menolongmu jadi istirahatlah jangan banyak berpikir yang macam-macam.


"Apa kamu tidak pulang Apakah orang tuamu tidak mencarimu?"


"Orang tuaku sangat sibuk mereka sering ke luar negeri jadi daripada aku di rumah tidak ada teman mending di sini aku bisa menjagamu dan ada teman ngobrol lebih baik kamu kabari orang rumahmu sekarang juga agar mereka tidak khawatir."


"Tidak kak orang tuaku juga di luar negeri tapi bedanya mereka adalah TKI (tenaga kerja Indonesia) di Turki kalau orang tuamu kan ke luar negeri untuk rekreasi kalau orang tuaku mereka bekerja sebagai buruh di sana."


"Sudahlah tidak usah dibahas lagi tidurlah istirahatlah nggak usah berpikir yang macam-macam." hatiku semakin menghangat saat diusapnya rambutku diusapnya puncak kepalaku sepertinya dia juga menyayangiku dari situ aku pun semakin gede rasa ternyata seperti inikah jika diperhatikan oleh lelaki rasanya dari perutku keluar kupu-kupu berterbangan saking senangnya.


Setelah diberi obat tidur tadi di cairan infusku aku pun tertidur lalu kulihat samar-samar Arsen pun juga sedang membaringkan dirinya di tempat tidur penunggu.


Sepertinya dia lelah aku ingin menggantikan kemejanya tapi bagaimana pun juga tidak apa-apa sebenarnya. Aku pun turun dari tempat tidurku dan mencoba mendekatinya aku bukakan kerah kemejanya membuka kancingnya satu persatu dan membuka dasinya setelah itu karena aku membawa kaos besar di dalam tas sekolahku. Aku pun mulai menggantikan kaos tidurku kaos kesayanganku aku pakaikan kepadanya.


Mulailah aku angkat kepalanya dan aku masukkan kaos itu hingga kain kaos itu tersenggol hidungnya yang mancung lalu dia pun membuka matanya dan menangkap tanganku.


"A h tidak kak, aku hanya ingin mengganti kemejamu sepertinya dari tadi tidak ganti pasti kamu gerah karena aku membawa baju ganti atau kalau kamu tidak mau kamu bisa memakai seragam kembali Tapi kalau aku lihat kamu sangat gerah dan tidak nyaman tidurnya.


"A h terima kasih aku tidak memikirkan sejauh itu baiklah akan ku pakai sendiri kaosnya."


"Maaf tapi kaosnya bergambar Hello Kitty kalau kamu tidak keberatan."


"A h tidak apa-apa yang terpenting ukurannya besar dan pas di tubuhku."


"Baiklah tidurlah kembali aku tidak akan mengganggumu lagi maaf kalau memang bukan mau."


"Tidak aku akan mengangkatmu lagi ke tempat tidur."


Lalu dia pun menggendongku lagi ala bridal style ke tempat tidurku dan tidak sengaja tangannya terjepit oleh rambutku dan tiba-tiba bibirnya tidak sengaja menempel erat di bibirku dan aku pun terkejut. Dadanya pun aku dorong agar dia melepaskan pagutannya pagutan yang tidak disengaja ini.


Tetapi tanganku malah ditahannya dan tengkukku malah dipegangi olehnya dia pun menciumku. Dia menciumi lama lid ahnya menembus ke da lam bibirku a h ini ciu man pertamaku bibi r bawahku digigitnya agar akses lida hnya bisa masuk dan mengabsen setiap rongga mulutku.


Awalnya aku keberatan tetapi tiba-tiba aliran darahku terasa hangat Lalu aku pun mulai mengimbangi ciumannya aku mencoba untuk membalas ciuman itu walau terasa kaku lalu nafasku pun kehabisan


"Bernafaslah Nai ambil nafas."


Setelah Dia membeku kemudian dilanjutkannya lagi kegiatan panas ini dan kami pun sampai terengah-engah kehabisan nafas dadaku terasa berdetak kencang seperti mau melompat aku pun mendengar detak jantungnya yang begitu keras. Aku tidak tahu detak jantung siapa yang lebih berisik. Saat ini kita berdua sudah menempel sempurna dada kita pun semakin bersahut-sahutan lalu dia pun tidur di sampingku memelukku erat sambil kami masih menautkan lidah kami bertukar saliva lama sekali dan aku pun mulai bisa mengimbangi ciumannya itu.


Lalu..


Permisi...


Seorang perawat membuyarkan adegan romantis kami kami pun seperti orang yang terpergok selingkuh.


"Maafkan saya tiba-tiba mengganggu aktivitas mas dan mbak saya hanya mau memberikan obat untuk malam ini kepada mbak Naima."


lalu Arsen pun dengan wajahnya yang putih kemerahan seperti tomat busuk celingukan tak karuan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Oh yah silakan silakan."


...To be continued...