I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Terbuka..



...Lanjutan POV Jeremy.....


Betapa senangnya hatiku saat Kimberly pun juga merasa gai rah dan hasr atnya yang menggebu-gebu setelah mendapatkan sentu han-sent uhan mesra bi birku di sekujur bibi rnya tadi. Lalu aku pun menyudahi pertikaian nikmat itu setelah aku sadar kita melakukan hal yang kurang pantas di tempat umum. tak kira aku antarkan dia pulang ke kediaman neneknya lagi dengan raut wajah kami yang sudah berubah memerah dan malu-malu kucing.


Kita pun berpisah setelahnya dan aku lupa sesaat-saat aku tidak menanyakan berapa nomor ponselnya waktu itu sehingga kita pun putus kontak selama berhari-hari. kami pun saling merindukan satu sama lain saat dia berhasil menyelamatkanku dari tiga orang gadis yang berusaha untuk merayuku dan meminta fotoku serta tanda tangan dariku yang bukan siapa-siapa hanyalah seorang mantan OSIS. Nora sahabat Kimberly mengatakan bahwa Kimberly pingsan di UKS sontak hal itu membuatku terperangah dan kaget yang juga menyelamatkanku dari serangan ketiga gadis yang tiba-tiba aku tinggalkan tanpa pamit.


aku pun mele sat berlarian ke arah UKS kemudian mencari satu persatu bilik pasien di tempat itu dan bertemulah kami kembali dengan keadaannya yang ternyata tidak terjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. ternyata Kimberly dan Nora hanya bersandiwara untuk menyelamatkanku dari serangan fans-fans fanatikku yang bukan siapa-siapa ini. Karena terlampau rindu berikut lupa untuk menanyakan berapa nomor ponselnya aku pun segera memeluknya erat lalu memberikan ciu m an mesraku di sekujur wajah cantiknya lalu terakhir di bibirnya.


Selanjutnya kita pun bertukar nomor ponsel dan melanjutkan pertikaian lidah sesapa nikmat di dalam UKS yang tidak pernah ada penjaganya itu. sejak saat itu UKS adalah tempat kami memadu kasih saat kerinduan yang mendalam sudah memuncak. kemudian 10 menit setelahnya arsen sang tunangan datang di depan pintu UKS yang membuat tumbuhan kami pun terpaksa tertunda.


Lalu aku pun mengintip di balik tirai di dalam UKS itu saat arsen mencium kening Kimberly mesra yang membuat runtuhlah sudah pertahananku untuk menyukai gadis ini lebih lama lagi. Aku cemburu marah Sakit hati kecewa seperti dikhianati oleh kekasihku yang dengan terang-terangan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh Kimberly di depan kedua mataku.


Setelah arsen pergi aku dengan kemarahan yang sudah tidak bisa ditoleri lagi mengumpatnya kasar dan mengatakan bahwa kita tidak seharusnya bersama kamu sudah memiliki tunangan Jangan mempermainkan perasaanku semoga kamu bahagia dengannya. aku pun pergi meninggalkan Kimberly sendiri di UKS itu walau dengan sekuat tenaga dia ingin sekali aku tetap berada di sisinya namun gengsiku seakan merebak Aku tidak mau menjalin kasih dengan dirinya yang notabene adalah milik orang lain.


Sejak kejadian itu aku pun mulai melanjutkan hidupku melanjutkan studiku melewati hari-hariku di perpustakaan untuk belajar dan menyibukkan diri dengan mengerjakan tugas-tugas ku serta melakukan aktivitasku seperti biasa yaitu menjaga Cafe setelah pulang sekolah. aku sudah tidak peduli lagi dengan yang namanya cinta apalagi cinta itu memang bukan hak milikku aku hanya ingin fokus pada diriku sendiri dan juga pada almaehum ibuku yang sedang membutuhkan banyak-banyak biaya untuknya berobat ke rumah sakit.


...POV continued.....


...Flashback On...


...Mansion Tejakusuma...


H-1 sebelum Hari kelulusan..


"Iya Om Kevin dan Tante Cindy, Lona nemuin surat penerimaan Jeremy dari Columbia University of Newyork."


"Tante dan om sangat-sangat berterima kasih pada Jeremy yang sangat telaten dalam membimbing hingga menjadi salah satu murid yang telat dan juga dalam mengikuti pelajarannya."


"jadi maksud kedatangan Lona ke sini tante dan om, Lona mohon agar om dan tante juga mendukung kepindahan Jeremy nanti ke new York tanpa harus memberatkan ini yang berada di Indonesia karena harap tante dan om juga mendukung agar supaya ini juga bisa berkuliah di universitas yang sama 2 tahun yang akan datang bersama Jeremy."


"Toh Amerika dengan Indonesia kan bisa ditempuh berapa beberapa puluh jam saja dengan private jet milik Ronald jadi untuk masalah jarak sekiranya bisa ditempuh tiap bulan untuk bertemu satu sama lain kan juga tidak masalah tante Om?"


"Iyalah Lona Om sih setuju setuju aja, kita harus mendukung agar anak-anak kita bisa mendaki puncak kesuksesan dengan meraih cita-cita setinggi langit, nanti om dan tante akan bantu meyakinkan Kimberly agar tidak menahan kepergian Jeremy ke Amerika serikat untuk berkuliah di Columbia University." ucap Kevin yang sangat senang menyambut kedatangan kakak kandung Jeremy untuk meluruskan persoalan yang pasti nantinya akan menimbulkan perlawanan dari Kimberly ini


"Trimakasih om, Lona sangat menghargai kerjasama kita, karena seperti om dan Tante tahu kalo hubungan Jeremy dan Kimberly yang sangat intens, nantinya pasti sangat sulit untuk memisahkan keduanya. Sebenarnya Jeremy belum tahu om kalo Lona udah mengetahui perihal beasiswa yang di berikan oleh Universitas Columbia.


...Flashback Off...


Iya jer pemuda pelajar cerdas seperti kamu pasti akan selalu menilai sesuatu hal berdasarkan teori yang sudah kamu pelajari di sekolahmu selama ini memanglah seharusnya seperti itu mereka juga menciptakan pepatah akan berdasarkan pengalaman yang kita alami juga di dalam kehidupan sehari-hari kita, bukan begitu ily sayang dengarkan itu kekasihmu saja sangat bisa menilai sesuatu hal yang terjadi di kehidupan kita kamu juga harus tanggap seperti itu ya jangan sampai kamu nanti akan lepas dari pelajaran kamu lagi setelah kalian sudah tidak bersekolah di satu sekolahan yang sama, apalagi kalau misalnya Jeremy nanti akan melanjutkan studinya di luar negeri kamu juga harus tetap dengan nilai-nilaimu yang terpantau walaupun kalian berjauhan jangan sampai kamu kembali lagi menjadi Kimberly yang dulu sebelum mengenal Jeremy oke?"


Kembali ke masa kini saat Kevin, Cindy, Jeremy serta Kimberly berkumpul untuk dinner dan bercengkrama, lalu sedikit membahas tentang kesuksesan Jeremy dalam meraih cita-cita yang sangat didambakannya sejak kecil.


"Hah?! apa maksud papa jadi papa dan mama selama ini menyembunyikan kabar buruk ini dengan rapi sekali dariku!"


DEG


To be continued


...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...