
...🏚️Mansion Tejakusuma...
Mang Ujang yang masuk ke dalam kamar ily dan duduk di sofa tempat Ili dan Jeremy mengajar tadi.
"Sekarang katakan mang apakah aku tidak berhak bahagia walau usiaku masih segini tapi apakah aku memang harus menurut saja pada orang tuaku untuk dijodohkan dengan lelaki yang tidak pernah aku suka dan aku cinta?"
"Tidak non enon berhak bahagia malah waktu yang tepat adalah masa SMA seperti ini. cinta tidak bisa dipaksakan non cinta juga tidak bisa dipilihkan cinta berhak memilih dengan siapa nanti akan berpasangan."
"Jeremy sudah tidak mau lagi diganggu olehku tidak dengan maksud lain, Aku sedih banget Ternyata dia membatasi sampai segitunya, Apakah seburuk itukah aku mang? apakah aku jelek? Apakah aku seperti wabah menular jika harus dihindari?"
"Kalau menurut mamang denpJeremy bukannya tidak menyukai enon ingat kata non waktu itu den Jeremy dan non sudah sama-sama jujur dengan perasaan masing-masing kan sebelum enon diperlakukan mesra oleh Arsen di depan mata dan kepala Jeremy sendiri?"
"Hiks aku menyesal mang aku sangat menyesal kenapa sih aku harus dijodohin pula dengan Arsen. Padahal dulu waktu kecil aku kira Arsen itu kakakku. Aku kira aku itu bukannya anak tunggal.
Aku mempunyai kakak yaitu Arsen kemudian kita harus dipisahkan karena kesibukan sekolah akhirnya aku tahu bahwa Arsen bukanlah kakakku. Setelah itu kita harus dipertemukan lagi di SMA ini dengan status lain yaitu dia adalah calon tunanganku padahal aku juga tidak tahu bagaimana perasaan Arsen sendiri terhadapku? Dia sayang karena aku ini adalah wanita atau karena menganggapku sebagai adiknya?"
"Gini aja Non kalau saran mamang lebih baik non mendekati den Arsen dulu. Bagaimana kalau non membuat kesepakatan dengannya bilang saja kalau memang non tidak punya perasaan padanya dan siapa tahu den arsen ternyata juga sudah mempunya kekasih."
"Sebenarnya aku sudah tahu tentang karakter Arsen yang seorang ketua geng motor dan juga Playboy dia banyak mengoleksi gadis-gadis cantik yang populer di sekolahku. Tapi aku masih belum bisa membuktikan dengan mata kepalaku sendiri kalau dia mempunyai seorang kekasih mang seandainya aku bisa mengumpulkan bukti itu dan aku berikan kepada mami apakah mami akan setuju jika aku menolak pertunangan itu?"
"Betul-betul non mamang setuju, kalau menurut mamang sepertinya den Arsen itu bukan tipe pengalah. Dia nggak akan mengalah kalau apa yang diinginkannya tidak tercapai dan non harus mengumpulkan bukti agar non punya alasan untuk menolak perjodohan itu.
Kalau memang den Arsen ternyata seorang playboy berarti biar mamang saja yang bantu non juga mengumpulkan buktinya. Bagaimana sepertinya kalau non membuat kesepakatan dengannya dia tidak akan mau setuju dan tetap ingin memiliki non dan juga memiliki gadis lain tentunya kalau dia memang seorang playboy ya non?"
Yah mang dia seorang playboy sebenarnya banyak gadis-gadis di kelas 10 juga yang mengidolakan Arsen sebagai bad boy dan pemuda kaya raya lalu ya gitu deh cuma sayangnya tipe ku bukan seperti itu. Aku suka tipe-tipe seperti Jeremy dia pendiam cuek tidak pernah memperdulikan wanita lain kecuali dia sayang padanya.
Sehingga kita bisa membedakan dia sebenarnya baik atau sebenarnya sayang atau tidak dengan gadis itu. Karena dia memperlakukan gadis-gadis dengan jahat sekali kecuali gadis yang dia suka barulah dia memperlakukannya dengan baik tapi kalau Arsen dia selalu baik dengan semua wanita jadi kita tidak bisa membedakan, dia itu suka ataukah karena memang dia baik, aku tidak suka lelaki seperti itu. Dia ramah ataukah rajin menjamah sungguh bukan tipeku sama sekali mang. Walau aku tidak pernah menjalin kasih sebelumnya tapi aku tahu bahwa Cinta pertamaku adalah Jeremy bukanlah Arsen.
Aku tahu Jeremy tidak mau ribut dan nggak mau ambil pusing, tidak mau mempermalukan diri untuk memperebutkan wanita di usianya sedini ini. Dia menyarankan bahwa aku untuk fokus belajar menggapai cita-cita begitu pula dengan sarannya kepada gadis-gadis yang suka menggoda dan suka mengejarnya lebih baik waktumu digunakan untuk belajar jangan hanya mengejarku kalau kamu berprestasi kamu tidak perlu susah-susah mengejar lelaki pasti lelaki itu yang mengejarmu sungguh menusuk tetapi benar nasehat yang dia berikan memang benarlah adanya dan bukanlah isapan jempol belaka."
"Iya mamang juga setuju kalau non memilih den Jeremy kelihatan banget orangnya lurus tegas cuek dan kalau orang seperti itu sudah sayang dengan satu wanita dia akan setia dengan satu wanita itu. Dia tidak akan melirik ke gadis lain.
Semoga ya non semoga dalam waktu vakum perpisahan non dengannya ini tidak membuatnya berpaling ke gadis lain semoga non dan Jeremy berjodoh non. Mamang hanya bisa mendoakan saja dan membantu non dari belakang tentunya untuk mengumpulkan bukti bahwa den arsen memang seorang yang bang sat dan ba ji ngan agar non bisa terbebas dari perjodohan konyol ini.
Sebenarnya boleh juga sih kayak gitu nggak perlu lurus-lurus banget kan non jadi non mulai sekarang. Coba ngakrabin diri dengan den Arsen ya pura-pura bengal deh gimana supaya den Jeremy itu jealous dan akhirnya dengan nekat mendekati non yang nantinya juga membuat dia ingin kembali lagi dengan non.
Mulai sekarang non tidak perlu lagi larut dalam kesedihan karena dia akan semakin menjauh apabila non masih mengejar-ngejarnya terus-menerus. dan Jeremy akan jual mahal melihat tingkah laku non yang sangat kelihatan sekali bahwa non itu sayang sama den Jeremy.
Jadi mulai sekarang jangan lagi ngejar-ngejar dia tapi sewaktu-waktu non boleh aja main ke cafenya untuk sekedar minum dan melihatnya yang sedang bekerja di cafe itu tetapi di sisi lain, Enon juga dekat dengan den Arsen coba kita lihat bagaimana nanti sikapnya terhadap non.
Toh meskipun dia jadi pengajar non dia juga nggak mau kan dideketin sama non? Den Jeremy sangat membatasi diri agar non menjauh darinya begitu kan? jadi kalau saran mamang mulai sekarang panas-panasin aja siapa tahu dengan cara ini dia malah lebih mengejar non. Malah bukan non lagi yang ngejar dia ngerti nggak?"
"Hahaha Tapi ntar kalau dia makin menjauh dan nggak mau lagi jadi guru les ily gimana mang?"
"Kalau menurut mamang karena kelihatan banget kalau non Ili itu suka sekali sama den Jeremy jadinya den Jeremy itu malah jual mahal dan berlaku seenaknya makin menjauh dari non. Coba sekarang, kita digoda dia, buat seolah-olah non udah nggak peduli lagi, mau dia jadi guru les non mau dia deketin non atau dia mau menjauh udah pura-pura aja kalau non nggak butuh sama dia."
Hahaha boleh juga saran mamang. Oke deh kalau gitu ngedeketin arsennya kalau ada Jeremy aja kan? di luar itu nggak kan mang?
"Yah boleh aja pas ada den Jeremy misalnya di kantin coba non ajak den Arsen untuk makan di kantin juga. Kita lihat gimana reaksinya nanti ya kan? Pasti dia akan geram dan pergi dari kantin juga nggak bakalan deh dia akan stay terus di kantin itu.
Dia pasti pergi dan geram dan lama-lama dia akan ngechat non kaya gini "Selamat ya udah udah lengket ya sekarang? mamang yakin 80% coba lihat aja nanti apa kata mamang pasti mamang ada benarnya?"
Baiklah mang oke oke karena semakin ily ngejar dia kayaknya akan semakin menjauh ya mang? Maka dari itu mending mulai sekarang, ily akan mencoba untuk jual mahal dan membuat keadaan menjadi berbalik.
"Nah gitu dong? Oke kita harus berhasil non buat Jeremy klepek-klepek ama non bukan lagi non yang klepek-klepek sama Jeremy! optimis non!"
"Terima kasih mamang walaupun mamang cintanya nggak kesampaian tapi ily doain semoga suatu saat nanti mamang akan bertemu dengan penggantinya atau kalau tidak cinta pertama mamang mungkin cerai atau apa dan kembali lagi pada mamang secepatnya."
Mulai besok kita beraksi Mang!
...Toss...
To be continued