I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Ancaman Membawa Kesuksesan!



...🏚️Mansion Tejakusuma...


Obrolan mang Ujang dengan Kimberly pun didengar oleh kepala maid yang memang sangat setia kepada Cindy dan juga Kevin. Andien bertugas untuk memantau segala tindak-tanduk Kimberly yang menyimpang. apabila ada gerak-gerik Kimberly Yang sepertinya aneh maka Andien ?harus segera melaporkannya kepada Nyonya besarnya.


"Memang kamu itu gadis yang bandel Kimberly bisa-bisanya mempunyai ide yang gila seperti itu mendatangkan guru les yang sebenarnya alih-alih saja karena dia menyukai kakak kelasnya yang notabene sangat tampan dan pintar melebihi Tuan Muda Arsen.


Gumam Andien pelan tetapi masih saja di dengar oleh Ily dan mang ujang.


"Ehem laporkan ke mommy kalo berani."


"Hemm laporkan saja kalo kamu masih ingin lebih lama bekerja di Mansion Tejakusuma. Ingat tidak dengan bodyguard nona Ily dulu yang bernama Sutejo?"


"Hmmm memangnya kenapa? Ujang sebaiknya kamu tidak usah membela gadis ini mentang-mentang nona rumah ini tingkah lakunya seenaknya sendiri!" mata Andien yang berputar karena tidak ingin affairnya dengan Sutejo di waktu yang lalu di buka oleh Ujang di depan Ily.


"Hey ternyata ada juga ya maid yang menentang nona rumahnya yang notabene anak kandung dari tuan rumahnya sendiri. sungguh jarang sekali terjadi ada maid yang iri dengan tingkah nona rumahnya sendiri. Kasian sekali kamu sepertinya masa mudamu kurang bahagia." Ily yang sudah tidak tahan dengan tingkah laku Andien yang mengalahkan nyonya rumah saja.


"Ya Andien belum menikah nona, mana ada lelaki di belahan dunia manapun mau, di suguhi tampang culas, yang tak pernah tersenyum, penuh curiga dengan setiap lawan bicaranya seperti itu. Sepertinya affairnya dengan Tejo di masa lalu sangat membekas diingatannya hingga dia tidak mau lagi menjadi perusak rumah tangga orang lain."


"Hei jaga mulut kamu Ujang, kalau tidak?!" Sambil menunjuk muka Ujang dan menarik keras kerah kemeja Ujang ucapan Andien terhenti seketika saat ily memotong pembicaraan itu.


"Kalo tidak kamu mau apa hah? kamu mau aku buka cerita perselingkuhan Tejo denganmu di depan mommy dan papi ya? itu maumu?"


"Tidak nona tidak, maafkan saya, saya tidak berani macam-macam."


"Hih jangan mentang-mentang kamu masuk sebagai kepala maid disini atas rekomendasi dari Om Arsya papanya Arsen hingga kamu jadi seenaknya sendiri ya? aku bisa saja membuatmu kembali menjadi pengangguran saat kamu membuka mata lagi esok hari! mengerti kamu?! dasar maid tak tahu diri kamu!"


"Yaah bagus nona, memang seharusnya wanita seperti ini mendapat pelajaran yang setimpal atas keculasannya mau tau aja urusan majikannya, sebaiknya kamu cepat lanjutkan pekerjaanmu perawan tua tak tahu diri! rekamanmu sedang beradegan tak senonoh dengan Tejo di dalam paviliunnya sebenarnya sudah tersebar lama di kalangan pekerja pria di mansion ini, Tejo diam-diam merekam kegiatan pendakian puncak kenikmatan kalian untuk di pamerkan ke teman temannya sebagai bukti bahwa dia sudah pernah mencicipi tu buah perawan tua culas sepertimu."


"Hiks hiks benarlah semua itu hiks, kamu nggak serius kan Jang? katakan kamu hanya bercanda Jang hiks."


"Tidak aku mengatakan yang sesungguhnya, Tejo menyebarkan video a susila kalian merata di seluruh pekerja pria termasuk sopir, bodyguard dan security yang kesemuanya menyaksikan video tak senonoh itu karena tak percaya ternyata sosok Andien yang ditakuti oleh pria ternyata bisa bertekuk lutut di hadapan seorang Tejo saja.


Ily pun dengan seksama menyaksikan pertikaian antara Ujang dan Andien untuk memastikan bahwa Andien tidak akan berulah dengan mengatakan bahwa Ily memiliki rencana terselubung untuk memasukkan seorang pemuda ke mansion ini sebenarnya hanya untuk tujuan lain.


"Heii sudahlah jangan berulah lagi, jadilah wanita penurut dan maid yang patuh pada perintah nona Ily mulai sekarang kalo kamu tidak mau rekaman video enak itu akan sampai ke tangan Nyonya Cindy besok!"


"Tidak hiks tidak, baiklah aku akan mematuhi perintah Nona Ily mulai detik ini juga." ucap Andien yang panik dan ketakutan karena ancaman dari Ily itu otomatis langsung menghunus menyerang keberaniannya hingga dia seketika menjadi pengecut dan mengalah karena keadaan yang tidak memungkinkan. Tidak mungkin untuk andien menghindar lagi dari buruan Ily dan Ujang.


"Oh tidak enak saja hanya berjanji dengan lesan, aku mau kamu menuliskan surat pernyataan bermaterai yang berisikan tentang


penyesalanmu yang besar karena selama ini telah bertindak semena-mena kepadaku yang seharusnya kamu hormati dan hormati selayaknya boss yang menggajimu." sarkas Ily pada andien karena ternyata selama ini ada benih-benih penjahat yang hidup dengan sehat walafiat di lingkungan tempatnya tinggal dengan santai selama ini.


"Baik nona sebentar lagi saya akan kembali dengan surat bermaterai seperti yang nona minta." kali ini Andien mengerjakan apa yang diperintahkan padanya selain tuan dan nyonya besarnya yang paling dia takuti. Sekarang berganti kedudukan bahwa yang paling ditakutinya saat ini adalah nona mudanya dan juga rekan seprofesinya. Sungguh tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Andien bahwa dia akan jatuh bertekuk lutut di kaki nona mudanya yang dia benci dari dulu karena si mungil nan cantik itu memiliki semua keberuntungan yang tidak di dapatkan oleh semua gadis belia seusianya.


Kimberly Tejakusuma seorang gadis cantik putri tunggal pasangan konglomerat yang tidak pernah sekalipun merasakan kesedihan dalam hidupnya. Keberuntungan kemujuran karena apapun yang diinginkannya dapat dia raih dengan mudah. Hidupnya sungguh berkecukupan, kalo materi yah Kimberly lah segala-galanya.


Kalo orang mengatakan kebahagiaan itu tidak melulu tentang uang tapi memang karena uang seseorang itu bisa bahagia. Seperti apa yang di alami oleh gadis cantik ini yang sedang di Landa kesedihan akibat di jodohkan membuatnya seperti hidup di neraka. inginnya Kimberly lari untuk mengejar cintanya namun hal itu tidaklah mudah.


Andien yang merasa geregetan terhadap nona mudanya itu, hidup nona mudanya yang penuh dengan kebahagiaan mendapatkan pasangan yang sudah di tentukan seperti Arsen yang sangat tampan menurutnya, Arsen adalah pria sempurna berdasar tolak ukur seorang Andien. Sudah di beri jodoh yang sempurna kurang apa sih dasar gadis yang kurang bersyukur, isi hati Andien yang bergemuruh.


Beruntung Ujang dan Ily bertindak cepat dan sudah lama menyimpan bukti perselingkuhan Tejo dengan yang ternyata berguna juga di masa yang akan datang.


"Okay akan ku tunggu di ruang keluarga!"


Setelah Andien pun pergi meninggalkan Kimberly dan Ujang yang masih berdiri di koridor yang menghubungkan antara taman belakang dan ruang keluarga.


"Hah lega nona mamang khawatir tadi, takut rencana nona akan di adukan kepada nyonya besar."


"Trimakasih mang Ujang Ily nggak tahu harus berbuat apa lagi setelah kepergok merencanakan hal gila oleh kepala maidku sendiri."


"Iya sama-sama nona."


...To be continued...


****