I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR
Pertemuan Perdana..



"Beneran sayang Aku tuh nggak bisa lepas sama yang satu ini selalu membuatku pusing tujuh keliling kalau setiap hari Senin sampai hari Jumat harus menahannya saat bertemu di perpustakaan pun kamu juga nggak mungkin lah aku apa-apain tar kena grebek gimana." Arsen pun masih memegang sesuatu di dalam dress Namia yang selalu membuatnya candu.


"Ya kan bisa di kamar mandi."


"Jadi kamu ngizinin nih?"


"Nggak usah minta izin lah kayak ke orang tua aja minta izin." Namia mengalihkan wajahnya dari arsen ke kaca mobil sebelah kiri sambil tersenyum merona.


"Oh ya jadi langsung diper kosa gitu?"


"Kan sama-sama mau."


"Ya sudah aku mau sentuh dikit aja."


"Emm."


Namia pun menganggukan kepalanya seraya memberi izin untuk tangan Arsen menyentuh tempat favoritnya yaitu hidangan utama yang selalu dia nanti-nantikan melahapnya.


"Sayang lebarkan kakimu sebentar agar kamu nggak kesakitan."


"Ar masa di mobil sih?"


"Janji cuma nyentuh aja janji nggak lebih?"


"Nggak bisa kalau udah kamu sentuh akunya yang minta lebih?" jawab Namia jujur.


"Hahaha iya aku lupa kalau udah on nggak mau berhenti ya?" ucap arsen sambil melihat gadis cantik itu yang matanya sudah berubah menjadi sayu karena terang sang.


Obrolan menjurus antara sepasang anak manusia yang sangat nervous menghadapi detik-detik pertemuan keduanya dengan orang tua arsen yang membuat keduanya ingin mengalihkan ke nervesannya dengan melakukan kegiatan pelep asan terlebih dahulu.


Sambil men ggigit bibir bawahnya Namia pun merasakan kenikmatan yang tiada tara kala jari jemari Arsen sudah memasuki lembah-lembab milik Namia yang sudah dilebarkan kakinya agar akses jari jemari itu tidak terhalang dan permukaan lembah-lembabnya tidak terluka oleh jari Arsen yang sudah maju mundur cantik saking inginnya memuaskan dan melemaskan kekasih cantiknya agar tidak tegang lagi.


"Enak? Si Arsy juga udah tegang sayang gimana dong?"


"Ehem Enak seperti biasanya kamu selalu pintar membuatku melayang hingga ke langit ketujuh." Sambil terduduk dan mengangkang Namia pun melihat bagaimana gerakan maju mundur jari jemari Arsen yang melewati lubang basah miliknya hingga leng uhan dan desa han pun lolos dan tidak bisa lagi ditahan olehnya.


"Oh ya lalu setelah ini apa?" arsen pun mencoba menarik ulur dan menawari Namia Apakah langkah selanjutnya setelah ini setelah melihat bagaimana Gadis itu mendesah hebat dan menengadahkan kepalanya sampai melihat ke arah plafon mobil sportnya yang mewah.


"A h sayang nanti orang tua kamu menunggu aku masih bisa menjedanya untuk nanti oke?"


"Baiklah ternyata kekasih cantikku ini masih bisa menahannya dan masih memiliki akal sehat Tidak seperti biasanya?"


"Tapi terima kasih karena sudah membuatku lebih rileks?"


"Emm anytime for you?"


"Tunggu sayang Jangan ditutup dulu kedua kakimu aku masih mau menjil atinya dan melakukan Fre nch Kiss dengannya setelah itu baru melakukan Fre nch Kiss denganmu agar kamu tahu bagaimana rasanya bagaimana sedapnya aroma tubuh kamu yang membuat aku can du itu."


Lalu Arsen pun memulai ritual nya dan mulai memasukkan lid ahnya ke liang basah milik kekasih cantiknya itu dan melakukan ciu man berikut pertukaran saliva dengan bela han daging yang tidak bisa membalas ciuman itu dia hanya bisa diam dan mengeluarkan cai ran cin ta yang sangat memabukkan tentunya setelah kl it Namia juga di jila ti dan juga di gi git karena saking gemasnya.


🚘


🚘


🚘


1jam kemudian mereka pun sampai di lataran Mansion Nasyaka tepat di jam 07.00 malam.


"Selamat malam ma perkenalkan ini Namia pacar Arsen."


"Selamat malam om tante nama saya Namia Lazuardi."


Mirna pun melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala Gadis ini sangat cantik kulitnya pun tidak seberapa putih namun sangat menarik. Tidak heran anaknya yang Playboy bisa jatuh cinta pada gadis ini. dilihatnya sepatunya yang branded tasnya branded dressnya juga mahal koleksi dari Madam Cindy Colection yang nyaris jadi mertuanya membuat Namia semakin menawan.


"Nama kamu sangat cantik Sayang seperti orangnya."


Seketika detak jantung Namia semakin cepat seperti akan melompat setelah mendapat pujian dari mama Arsen. namun namiya masih memasang kuda-kuda takut sewaktu-waktu mama arsen dan papa arsen akan mengusirnya dari sana setelah sadar bahwa semua yang dipakainya adalah pemberian dari anaknya bukanlah karena Namia sendiri yang membelinya.


"Silakan duduk Namia ayo sambil dimakan hidangan yang telah disiapkan oleh chef Rudy."


"Terimakasih Om tante."


Arsen yang kemudian menarik kursi meja makan mewahnya agar gadis cantik itu duduk di sana. Namia pun merasa bahwa dirinya menjadi Cinderella hari ini karena sudah dijemput oleh pangeran tampan yang sekarang harus bertemu dengan raja dan ratu pemilik istana megah dan mewah beserta bawahannya seperti maid dan juga chef yang siap melayaninya kapanpun dia butuhkan.


"Sayang ayo dimakan tidak usah sungkan tante sangat berterima kasih sekali karena kamu sudah merubah anak tante yang bengal bad boy super nakal super berantakan menjadi seperti sekarang ini berkat kamu tentunya. Tante juga dengar dari dia bahwa saat pdkt denganmu Kamu seringkali menolaknya arsen juga bercerita bahwa sangat susah sekali untuk mendapatkan perhatian dari kamu. akhirnya karena kegigihan dan keuletannya kamu pun sedikit memperhatikan Arsen yang sangat urakan dan berkuasa di sekolah itu bukan begitu?"


"Arsen sangat perhatian kepada saya tante karena arisan saya jadi dihormati oleh teman-teman saya tidak seperti sebelumnya mereka selalu membully saya karena saya adalah satu-satunya siswa dengan beasiswa."


"Sayang Arsan sudah menceritakan semuanya jadi kamu tidak perlu sungkan dan tidak percaya diri Kalau bertemu dengan kami santai saja anggap saja rumah ini adalah rumahmu bukan begitu Dad?"


"Iya Namia anggaplah rumah arsen juga sebagai rumahmu kamu bebas untuk berkunjung ke sini dan juga menginap di sini karena kamar juga ada puluhan Siapa juga yang akan menempatinya jangan sungkan-sungkan main ke sini walaupun tanpa Arsen."


"Benarkah tante Om tante dan om mengizinkan saya untuk main ke sini walau tanpa Arsen?"


"Ya Sayang mainlah kemari Jangan hanya tinggal di apartemen kamu akan bosan selalu saja bertemu dengan dapur lagi kamar lagi ruang makan lagi kalau kamu di sini kamu bisa berenang di belakang kamu bisa bermain di tempat gym atau menonton di studio mini kami, banyak sekali tempat yang belum dikunjungi kan di rumah arsen, arsen nanti antar Namia berkeliling ke seluruh sudut di Mansion kita."


"Woww, ahahaha terima kasih Tante Om."


"Ya sayang, Arsen sekarang ajak Namia makan mami dan Dedi ada pertemuan lagi dengan kolega Dedi jadi tante sama Om undur diri dulu ya sayang anggaplah rumah ini juga rumah kamu oke baiklah kamu pasti juga nggak nyaman kalau ada tante dan om di sini, oke bye, have fun ya."


Ucap Mirna yang berlalu dari ruang makan mewah itu bersama Arya karena ada undangan makan malam bersama kolega dan rekan-rekan bisnisnya di sebuah hotel bintang 5 di kota itu.


"Gimana sudah nggak nervous lagi kan, Apa pendapatmu tentang orang tuaku? lho kok nangis?"


...DEG...


...To be continued...