
...🌁 Appartment Arsen...
05.00
"Sayang Namia, Ayoo bangun cek dulu gih test packnya. Ehemm hamidun kagak? udah deg-degan nih sayang gemetar semua akunya, jadi calon bapak ataukah belum saatnya... duuhh panas dingin."
"Emm sayang gendong ah, aku ngantuk masih," pinta Namia agar Arsen menggendongnya sampai ke closet duduk di dalam toilet itu sambil Arsen sudah menyiapkan segelas bekas air minum kemasan untuk menampung air ken cingnya agar bisa dengan mudah di beri test pack nantinya.
"Yah udah Ayuk, naaaaah." dengan sekejap mata Arsen pun mengangkat saja tubuh mungil kekasih cantiknya itu dengan tangan kirinya sudah memegang air minum kemasan bekas yang siap di wadahi air kencingnya tanpa Arsen beranjak dari sana."
"Sayang malu pergi Sanah! aku kan harus buang air kecil dulu."
"Udah telat sayang aku udah tau bentuk tubuhmu luar dalam ngapain malu sih, udah belum?"
"Yah udah nih."
"Ya udah di di taruh begini kan."
Kemudian keduanya pun harap-harap cemas segala pikiran buruk pun menerjang keduanya . Apakah reaksi kedua orang tua Arsen nanti jika mengetahui bahwa Namia hamil di usia sedini ini. Hancurlah sudah penilaian positif mereka tentang image Namia sebagai siswa teladan, pasti penilaian itu nanti berubah buruk bahwa Namia malah semakin membawa pengaruh buruk pada diri Arsen.
10 menit kemudian.
"Sayang ini kok cuma garis merah satu apa ini negatif, ini sudah kelima limanya cuma 1 garis?"
"Ya sayang kamu nggak hamil hmmppffhh Trimakasih aku akan berhati-hati mulai sekarang." Arsen lalu mengangkat dan menggendong lagi kekasihnya untuk di bawa ke tempat tidurnya lagi karena hari itu Juga hari Sabtu.
"Huft syukurlah, aku juga lega banget, jangan jangan kamu punya rencana pindah kelain hati nanti?" sarkas Namia yang asal tebak-tebak buah manggis pada kekasih tampannya itu.
"Ngomong apaan sih! jadi mau kamu gitu aku pindah kelain hati?"
"Issh balik nanya lagi, ya nggak dong! nanti aku nggak punya sugar Daddy lagi dong?"
"Udah mulai nakal ya? aku udah bilang manfaatin aku semaumu sayang sampai habis darahku pun aku rela."
"Yeee gombal banget sih? apa kabar Tiara kalo begitu?"
"Tu kan dia mulai lagi? tanya aja ma Jeremy nih?"
"Jadi Jeremy itu musuh bebuyutan kamu ya? udah tunangannya di embat biasnya di embat pula!"
"Tu kan mulai lagi deh Jealousnya, udah deh yang penting sekarang aku mau melanjutkan sesuatu yang sudah ku tahan dari sejak seminggu yang lalu karena kawatir kamu hamil sayang, aku udah beli penga man 1 box jadi nggak ada alasan buat menjeda permainan sekarang, sini kamu hmm hmm biarku menyu su padamu!"
"Aww takut, ampuunn aww gelii."
Keduanya pun mulai melakukan lagi kegiatan yang sangat mereka sukai kali ini sampai beronde ronde..
✨
✨
✨
"Selamat Ya Bro elo selalu jadi The best."
"Yup elo juga selamat ya Sen, Elo jadi kuliah ke luar negeri?"
"Emmm mandat ortu gue bro." ucap Arsen pada Jeremy.
"Terus elo gimana? elo keterima di Columbia university kan?" Arsen pun berbisik pada Jeremy takut kedua kekasih mereka curiga dengan rencana kepindahan keduanya yang belum diketahui oleh Jeremy maupun Namia.
"Gue berat ama Ily sen gila Lo, gampang lah soal itu gue bisa juga kuliah di sini, gue bayangin Ily pasti minta pindah ke luar negeri kalo gue pindah."
"Iya bener elo bro gue juga masih bingung nih, bisa-bisa Namia pasti pergi dari gue bro, mati gue."
"Aduh yah elo lebih baik jujur Ama Namia untuk kejelasan hubungan kalian juga, coba Lo bilang ke Namia pelan-pelan, sambil ngehibur dia, tahun depan suruh aja Namia ngajuin beasiswa juga di universitas yang sama kaya lo."
"Oke deh boleh deh Jer kalau kayak gitu semoga Namia bisa terbuka hatinya ya and nggak marah-marah sama gue terus minta putus lagi jadi seenggaknya setahunlah, sementara kita long distance tapi gue usahain gue tetep bisa jadi orang yang bisa Namia andalin Sampai kapan pun juga."
"Nah gitu dong kalau soal pendidikan gue yakin Namia pasti mau ngerti posisi elu, tapi elunya nih gue sangsi lo bisa setia di sono mengingat record lu yang lemah iman banget kalau lihat yang pada vulgar, apalagi di luar negeri men lo tiap hari bakalan ngelihat pemandangan mata lo pasti seger terus tiap hari."
"Yah itu semua pasti bakalan jadi cobaan terberat dalam hubungan gue sama Namia tapi gue udah bersumpah pada diri gue sendiri kalau namiya bakalan menjadi wanita terakhir bagi gue."
"Gue Aminin deh asal jangan sampai ada setan yang lewat n bikin keinginan lo nggak terkabul mudah-mudahan malaikat yang lewat ya."
"Kelewatan lu jer mentang-mentang lu setia gue syukurin lo kalo emang lo sama Kimberly ntar ada apa-apanya karena lu selingkuh lihat aja ntar lo udah ngeromein gue jar kita lihat ntar Siapa yang paling setia?"
Pembicaraan antara arsen dan Jeremy dilakukan saat proses wisuda sudah digelar dan pasangan mereka masing-masing yakni Namia dan Kimberly sedang sama-sama membenarkan make up mereka di toilet.
"Gue udah tahu Li kalau si arsen harus kuliah di luar negeri itu mandat dari Tante Mirna dan memang beliau udah ngomong ke gue pribadi sih kalau Arsen bakalan dan harus wajib sekali kuliah di luar negeri. Mungkin Arsen enggak berani ngomongin ke gue secara langsung tapi gue siap kok kalau harus hubungan jarak jauh sama dia, tapi yang gue nggak bisa percaya apa benar dia bisa setia?"
"Lo tahu sendiri kan sebelum kita kenal gimana tingkah laku Arsen tuh suka godain cewek, suka ngejar-ngejar cewek ada cewek yang nembak enggak bakal susah ngedapetin dia, eh langsung dia terima, sama dua tiga cewek dia jalan juga enggak masalah."
"Itu yang gue takutin terus terang gue kan orangnya emosian gue enggak bisa maafin cowok yang udah menghianatin gue apalagi long distance?"
"Kalau soal pendidikan ya Gue pun akan milih kuliah di luar negeri lah tentunya kalau memang gue bisa dapat beasiswa, kalau elu gimana menurut lu Jeremy bakal kuliah di dalam atau luar negeri? pasalnya dia kan berprestas?i gue yakin ada salah satu universitas terkenal di luar negeri yang udah nerima dia pastinya."
"Jadi salah satu mahasiswa mereka.. kalau ternyata Jeremy juga diterima di luar negeri dan harus milih antara lo sama pendidikannya terus lo harus ngerelain Jeremy atau lo bakalan milikin Jeremy buat diri lo sendiri Ly?"
...DEG...
...To be continued...
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...