
1 tahun telah berlalu..
Alona yang memang melarang Jeremy untuk pulang di karenakan Jeremy yang harus fokus dengan studinya untuk masalah pulang Alona dan Johan bisa sewaktu-waktu mengunjunginya di New York dengan menggunakan private jet milik Johan.
Penyesalan Jeremy tiada guna lagi saat Kimberly sudah tidak ingin lagi bertemu dengannya. Hubungan yang terpisah jauh seperti Long Distance relationship membuat Kimberly peka terhadap hal yang berbau romantis dan mesra dengan teman lawan jenis yang lain, padahal hal itu sangat biasa dilakukan di Newyork.
"Kimberly bocil cantikku, ternyata kesalahpahaman kita sampai berkepanjangan selama setahun, Sampai selama itu pun kamu tidak pernah memaafkanku."
Kemudian Jeremy pun tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan kekasih yang sudah memutus kontak tiba-tiba dengannya hingga tak terasa keduanya sudah berpisah selama setahun.
...Flashback On...
Kimberly pun mengabadikan wajah cantiknya untuk berselfie ria sebelum mang Ujang memarkirkan mobilnya di pelataran SMA elite itu.
"Mang Ujang sangat yakin kalo enonlah yang paling cantik di sekolah ini non."
"Ngaco! nggak mungkin mang, ya udah deh mang, aku berangkat dah mamang."
"Ya non Ily hati-hati, jangan lari, nanti jatuh non."
"Iya! bawel!" teriak Kimberly dengan berjalan mundur sambil masih melihat kepergian mang Ujang lalu..
Brug!
"Heh kalo jalan tuh lihat ke depan bukan malah mundur!" bentak Jeremy sambil memaki Kimberly yang berjalan mundur dan menabrak tubuh Jeremy yang sedang berjongkok membenarkan tali sepatunya yang terlepas.
Lalu Kimberly pun memutar tubuh mungilnya menghadap Jeremy yang memakinya dengan begitu pedas.
Keduanya pun bertemu pandang saat mata mereka saling bertemu lalu.
...DEG...
Detak jantung Ily seakan mau melompat saat melihat penampakan pemuda tampan dan tinggi menjulang di hadapannya.
"Eh maaf gue nggak ngeliat kalo elo di situ, sini gue bersihin baju Lo kena debu dari sepatu gue."
"Nggak perlu! Jeremy pun mengerutkan keningnya dengan emosi yang memuncak dan menghindar dari tepukan tangan Kimberly tadi yang ingin membantu membersihkan kemeja putih bagian belakangnya yang terkena debu dari sepatu Kimberly tadi lalu pergi meninggalkan gadis cantik itu yang masih mencoba menenangkan kondisi kejiwaannya yang masih berdetak kencang tak karuan.
"Ighh sombongnya kebangetan sih! tapi kenapa dia sangat tampan." gerutu Ily dalam hatinya yang penasaran cowok barusan itu kelas berapa mengapa dia tampan sekali.
"Jumiiii, beneran kita sekelas? ayolah kalo begitu yuk ke kelas."
"Iya yuk kita harus diduk di tempat yang strategis mi."
Nora dan Kimberly di pertemukan kembali karena dua sahabat ini selalu saling melengkapi satu sama lain.
Dari kejauhan Jeremy yang baru menemukan kecantikan Paripurna dari seorang gadis itu pun tersenyum sendiri dan menundukkan kepalanya seraya menggeleng gelengkan kepalanya seraya berjalan menuju ke kelasnya di lantai 3 yaitu kelas XII.
Sesampainya di lantai 3 pun masih saja dilihatnya Kimberly masih bercerita dengan gadis lain yang sepertinya sahabatnya karena keduanya terlihat begitu akrab. Jeremy tak henti-hentinya menatap wajah cantik gadis itu hingga si empunya wajah cantik pun merasakan hal yang aneh yakni bersin-bersin tak karuan hingga telinganya berubah memerah seperti ada yang membicarakan kejelekan Kimberly.
...Flashback Off...
Lanjutan POV Jeremy..
Setahun pun berlalu mungkin dia sudah berhasil melupakanku. aku bayangkan dia sudah bersanding dengan pria baru bahkan mungkin sudah berganti dengan pria baru yang lain yang aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu. berbeda sekali denganku di sini aku sangat fokus dengan pendidikanku tanpa aku mengalihkan sedikitpun ke jalinan asmara dengan wanita lain. Apakah aku belum move on? Yah sangat sulit sekali untuk menghilangkan foto-foto di dalam ponselku foto cantik saat di manapun kapanpun kami berdua berada aku selalu mengabadikan wajah cantiknya body seksinya di dalam ponselku ponsel lamaku yang masih aku pakai sampai sekarang.
Seharusnya sekarang dia sudah kelas XII di SMA itu. Dreamy International High School tempat di mana memori indah kita terjalin selama setahun lamanya. Kimberly Oh Kimberly semok Bocil cantik pemikat hatiku yang sampai saat ini masih menduduki posisi tertinggi jauh di dalam lubuk hatiku. ingin sekali aku bisa move on darimu tapi seperti ada bisikan keras di dalam sana yang mengingatkanku berkali-kali Bagaimana kalau nanti Kimberly yang masih aku cintai mengetahui bahwa aku sudah bisa move on darinya dan menjalin hubungan dengan gadis lain.
Aku masih tidak rela kalau sampai dia tahu bahwa aku sudah memiliki kekasih baru. Aku tidak mau dia menilaiku sebagai mantan perselingkuh yang bisanya suka menyakiti hati wanita. aku rela menyendiri demi membuktikan bahwa aku tidak pernah selingkuh selama ini. Aku ingin membuatnya menyesal menelan lagi umpatan kesal yang pernah dia torehkan kepadaku bahwa tuduhan selingkuh itu tidaklah benar adanya.
Maka dari itu aku betah melajang demi untuk membuatnya malu membuatnya menyesal karena telah meninggalkanku tanpa menanyakan apa yang terjadi sebenarnya di malam itu. begitu malangnya nasibku saat ini sampai harus membuktikan kepadanya bahwa aku tidak pernah selingkuh dan tuduhannya kepadaku semuanya adalah salah besar. Aku ingin membuatnya menangis meraung-raung karena menyesali tindakannya yang telah meninggalkanku tanpa kabar.
Aku ingin membuat dia bertekuk lutuk di depanku seraya memohon untuk kita bisa kembali bersama. saat hari itu datang aku tidak akan dengan mudah mau kembali lagi padanya. kalau perlu aku akan mempermainkan perasaannya dulu seperti dia memainkan perasaanku selama ini. dan yah dia sangat berhasil mempermainkanku hingga membuatku tidak mau lagi melihat wanita lain selain dirinya.
Mata batin jiwa dan ragaku selalu tertuju padanya seperti terkena pelet kata orang tua dulu. Walau jauh di mata tetapi tetap dekat di hati. tanpa kusadari seringnya aku menangis dengan meneteskan air mataku jika aku mengingat senyuman cantiknya yang berada di dalam dekapanku. Aku menyesal mengapa selama ini selalu termakan oleh bujuk rayunya karena perasaanku yang terlalu mencintainya membuat diriku begitu mudahnya dipermainkan olehnya.
Berbeda sekali dengannya yang bisa begitu tega meninggalkanku tanpa kabar mengganti nomor ponselnya dan bahkan mungkin sekarang telah menjalin hubungan cinta dengan pria baru yang entah berapa jumlahnya. mungkin ini hanyalah perasaanku saja tetapi aku pun mencoba bertahan untuk tidak menghubunginya menghubungi Mang Ujang yang nomornya masih tetap rapi tersimpan di dalam ponselku.
Aku selalu menahan untuk tidak bertanya kepada siapapun betapa hal itu sangatlah mengguncangkan batinku sebenarnya. siapa yang tahan dengan kerinduan yang membara ketika kekasihmu meninggalkanmu tanpa kabar. Aku hanya bisa ikhlas dan pasrah kalaupun dia jodohku maka dekatkanlah jikalau dia bukan jodohku maka jauhkanlah.
Melihat kita berjauhan seperti sekarang mungkin ini adalah tanda dari Tuhan bahwa kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama.
To be continued
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...