
...💒Dreamy international High School...
Flashback 4 bulan yg lalu
BRAKK!!
Arsen bertabrakan dengan seorang gadis manis dengan manik hazel mata cokelatnya tubuh aduhai bak gitar spanyol dada sin talnya yang melekat di dadanya sekarang membuat jantungnya berdebar-debar dan menelan ludahnya kasar.
GLEG
Namun gadis manis itu adalah korban bully yang suka menjadi bulan-bulanan teman-temannya yang tidak suka melihat gadis itu berkeliaran di koridor kelas. karena mereka kalah segala-galanya dari namia.. selain wajahnya yang manis karena nasibnya yang kurang bagus membuatnya menjadi korban bully dimana pun Namia berada.
Seperti saat ini Namia tiba-tiba sengaja di dorong oleh rombongan gadis kelas XI hingga hampir jatuh tersungkur. Beruntung Arsen dengan cepat menyelamatkannya yang hampir saja terluka.
"Aghh kamu nggak apa-apa?"
"Trimakasih aku nggak papa." jawab Namia yang masih menempel di dada Arsen sambil mencium aroma tubuh Arsen yang keluar dari parfum mahalnya membuat namia.semakin terpesona padanya.
"Apa yang mereka lakukan padamu?"
"Emm a h nggak mereka tidak sengaja menyenggol ku."
"Apa mereka sering menyiksamu seperti itu? katakan padaku dengan jujur aku akan melindungimu mulai sekarang."
"A h tidak apa-apa mereka hanya tidak sengaja Kak terima kasih permisi." pamit Namia pergi ada arsen dan tidak mau memperpanjang masalah karena namiya sadar bahwa statusnya di sekolah elit itu adalah siswa dengan beasiswa yang menunjang keselamatannya. apabila dia melakukan kesalahan sedikitpun maka beasiswa itu tidak akan diperpanjang lalu mau sekolah di mana mami ya nanti prestasinya sudah bagus dia tidak mau menandai dengan hal-hal sepele seperti ini.
Biarlah tubuhnya menjadi bahan Bulian dia tidak peduli dia juga tidak mempunyai teman karena teman-temannya mengucilkannya. Nami adalah gadis cantik tetapi nasibnya buruk Dia adalah anak miskin jangan berteman dengannya Kalau kalian tidak mau tertular masih buruknya.
Itulah yang teman-temannya gunjingkan selama ini mereka tidak mau mendekati Namia yang berprestasi karena nanya miskin. bagaimana perasaan kalian jika terdampar di dunia genset high society bergelimang harta di mana derajat dan level kekuasaan diutamakan sedangkan akuidak memiliki apa-apa hanya mengandalkan beasiswa yang yang mendukung berlangsungnya kehidupannya di sekolah itu.
.
Namia yakin suatu saat nanti saat sudah lulus dari sekolah itu dia akan meraih kesuksesan walau tidak sekarang. angin menerpa rintangan pun menghadang Namia tidak akan gentar karena kekuatan doa lebih dari segala-galanya walau keberuntungan tidak didapat sekarang tapi pasti nanti dengan kerja keras dan doa yang tidak pernah putus. Kesuksesan akan diraih namanya percaya akan hal itu.
Namia melihat idolanya yaitu kakak kelasnya sendiri dia sangat tampan berkepribadian baik walau cuek dan dingin dia adalah Jeremy, Jeremy Surya Wijaya prestasinya begitu gemilang dia dielu elukan gadis-gadis walau katanya Jeremy bukanlah anak orang kaya tetapi tetaplah dia adalah adik dari selebriti terkenal yaitu Cynthiara Alona mungkin kakaknya lah yang menopang kehidupannya saat ini aku Namia sangat mengidolakannya juga.
Dia ingin tegar seperti Jeremy dia ingin melangkah seperti Jeremy. Jeremy yang banyak memuja mungkin karena dia lelaki jadi bisa lebih diterima oleh gadis-gadis gatal di sini tetapi..
Aku tidak mempunyai teman karena para gadis di sini tidak menyukaiku mereka mementingkan tingkat strata sosial dan kekayaan kalau sedikit saja ada cacat apalagi tentang ekonomi sulit, yang berbeda dari mereka maka mereka tidak akan mau berteman dengannya.
Terlihat dari tasku tas yang lusuh tidak bermerek dan juga sepatu, sepatu yang usang dan sudah terbuka kanan kirinya aku hanya mempunyai tubuhku yang aduhai dan wajahku yang manis serta rambutku yang ikal dan panjang membuat lelaki-lelaki melotot melihatku tetapi satu hal yang aku tidak punya aku tidak punya kekayaan walau modalku hanya tubuhku yang bisa membuatku sedikit percaya diri tetapi tidak saat aku berada di sekolah ini aku tidak pernah merasa percaya diri karena gunjingan yang terus-menerus menerpaku.
Mereka terus saja ingin sekali menyerangku apalagi saat nilai-nilai ku diumumkan di depan kelas aku selalu menjadi siswa terbaik di kelasku dan belajar terbaik di kelas 11 Namun semua itu selalu membuatku sedih karena semakin aku berkibar di atas semakin gunjingan menerpaku. Berprestasi tapi miskin apa buktinya apa gunanya tetapi beda dengan kakak kelasku Jeremy.
Dia sangat berkibar sangat tampan selalu memiliki jabatan di organisasi apapun dia juga berprestasi di taekwondo aku selalu mengaguminya dari jauh.
Aku ingin seperti dirinya aku ingin berkecimpung di organisasi juga tetapi belum juga aku mendaftar mereka juga sudah memboikot pendaftaranku kertas pendaftaran ku pun disobek karena mereka jijik melihat orang miskin sepertiku beredar di luar jadi aku selalu belajar di perpustakaan dan menyendiri.
Prestasiku semakin gemilang dan beasiswa ku juga lancar walau dibully Aku tidak pernah mempedulikannya karena semakin aku mempedulikannya semakin beasiswa aku akan terancam gugur dan hilang
Aku tidak mau semua itu terjadi padaku biarlah semua sirna biarlah mereka tetap memilihku asal aku bisa tetap terus belajar.
Hari ini aku bertemu dengan bad boy di sekolah ini namanya Arsen Nasyaka gayanya selangit. Dia memiliki segalanya kekayaan ketampanan ketenaran kekuasaan dan juga gadis-gadis yang selalu menempel padanya.
Dia kebalikan dariku Aku yang lemah aku yang tidak punya apa-apa aku yang tidak punya kuasa aku yang selalu dikucilkan dan aku yang selalu.. a hhh.
Arsen mempunyai kuasa. Dia mempunyai uang dia dikerumuni gadis-gadis tadi dia bertabrakan denganku dan dia berjanji akan melindungiku tetapi aku tidak mau aku tidak mau ramai dengan gadis-gadis itu pasti nanti mereka akan menuntutku karena aku dekat dengan penguasa di sekolah ini.
Aku pun menjauhinya perlahan-lahan. Aku tidak mau dia menempel di belakangku. Aku tahu aku gadis manis yang memiliki tubuh molek dan pastinya pandangan matanya tidak pernah lepas dariku tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa di sekolah ini aku tidak mau membuat masalah.
Selama aku bisa dan aku mampu aku akan berdiri sendiri aku tidak tahu aku tidak butuh orang lain untuk melindungiku. Karena semua itu akan menjadi bumerang untukku. aku pun pulang dengan kaki terpincang-bincang karena aku tidak sengaja terjatuh setelah didorong oleh kerumunan gadis-gadis tadi yang sangat membenciku.
Beruntung tubuh atasku dilindungi oleh Arsen tetapi kakiku tetap terkena pukulan keras besi yang menimpaku. Aku berjalan terseok-seok menuju pulang setelah itu aku tidak sengaja berhenti di halte bis karena kakiku sepertinya tidak kuat lagi aku gerakkan..
"Hei naiklah aku akan mengantarmu pulang.”
...DEG...
Lagi-lagi sang penguasa sekolah mendekat kepadaku..
To be continued
To be continued