
...💒 DREAMY international High School...
"Iya gue juga kak, gue nggak boleh egois gue harus ngerelain Jeremy untuk berkuliah yang lebih baik pastinya, pokoknya gue nggak bakalan nahan dia kalau emang dia dapat universitas yang jauh lebih baik dari di Indonesia tentunya."
"Oh ya bagus dong gue kira lu tuh ya gitu deh kayak cewek-cewek anak orangnya kaya yang lain egois manja mau menangnya sendiri dan selalu ingin diperhatiin, juga nggak mungkin punya rasa toleransi yang tinggi dan pengertian terhadap sesamanya ya Bagus deh kalau lo beda dari yang lain kan ada gue kalau emang cowok lo sama cowok gue harus ke luar negeri kan kita bisa hangout bareng Kita bisa belajar bareng ya nggak?"
"Hiks hiks tapi gue sedih banget kak, Ya Tuhan apa gue bisa jauh dari dia di saat orang tua gue sangat welcome sekali ke dia? eh dianya malah harus pergi ninggalin gue tapi gue juga nggak boleh egois sih, gue sadar cita-cita kita masih jauh di ujung dunia ini masih perlu bekerja keras untuk meraihnya masih banyak jalan menuju ke Roma apa boleh buat aku harus tetap mendukungnya walau harus berpisah untuk sementara waktu dan menjalani long distance relationship."
"Ya udah sekarang lebih baik kita balik lagi ke cowok-cowok kita ntar mereka curiga lagi? kita lihat aja mereka berdua mau terus merahasiakan hal ini pada kita kalau Arsen sih pastinya gue udah tahu kebenarannya tapi kalau elu, Jeremy kan belum tentu dapat beasiswa juga sih ke luar negeri tapi belum tentu juga sih gue bener, Siapa tahu dia dapat beasiswa itu?" Namia pun makin kebingungan karena perubahan dari wajah Kimberly yang tadinya antusias dan sukacita seketika menjadi murung seperti tak punya semangat hidup setelah mendengar perkataan dari Namia bahwa Jeremy sepertinya mendapat kan beasiswa di universitas bergengsi di luar negeri.
"Hiks sakit hati gue kak, kenapa Jeremy ngerahasiain hal yang sepenting itu padahal gue tuh nggak pernah sama sekali nyembunyiin apa pun dari doi, hiks bisa tega gitu sih dia kak?"
"Ly jangan dulu berprasangka aduh gue jadi nggak enak nih Ama Jeremy tar dia kira gue lagi yang ngehasut lo."
"Biarin kak, biar dia nyadar kok dia bisa gitu sih, masih aja nganggap gue bocil, trus kenapa juga harus pacaran ama bocil kalo nggak pernah nganggep gue pantas buat ngedenger semua curhatannya dia, igh kesel banget deh gue kesel!"
"Jangan Ly hapus prasangka kamu beneran gue nggak berani ngadepin murka cowok Lo swear deh! iya kalo Arsen yang marah tinggal gue ajak ke kemar juga kelar. Nah kalo cowok Lo?! mana kalo marah ngeri begitu! ah nggak-nggak udahlah Jeremy nggak bakal bisa jauh dari Lo Ly percaya dong Ama gue."
Namia pun menenangkan Kimberly seperti mencari jalan pintas saking takutnya kalo suatu saat nanti Jeremy bakalan melabraknya Atas hasutan isengnya tadi.
"Kak gue mau pulang aja, gue nggak mau lama-lama disini bikin kesel. Itu malah dia ketawa-tawa Ama kak Arsen sampe ngelupain gue. Sebel gue, jangan jangan emang dia happy gara-gara mau ninggalin gue ya kak? gue sumpahin dia nggak bakal berangkat dan selamanya nemenin gue di indo dan kuliah di universitas yang sama Ama gue entar."
"Lo yakin kalo bokap nyokap Lo nggak bakal nyuruh Lo buat kuliah juga ke luar negeri juga Ly? hey come on nggak mungkin kan anak konglomerat yang bakal mewarisi kerajaan bisnis orang tuanya at least minimal harus melanjutkan pendidikan Lo di luar negri Lo Ly itu sudah keharusan dan kewajiban untuk calon CEO perusahaan besar dengan predikat ijasah dari luar negeri itu lebih acceptable (di terima oleh karyawan Lo kelak."
"Oh iya tapi bokap nyokap belum pernah sama sekali ngebahas tentang hal ini ama gue kak, jangan jangan emang mereka sengaja ngebahas nya tar kalo gue udah naik di kelas 12 ya?"
"Yup bener banget ly pasti mereka menunggu elo benar-benar siap yakni diusia matang lo di kelas X I I yakni umur 18 (Delapan belas tahun) untuk ngasih tau Lo bahwa elo harus mgelanjutin kuliah Lo ke luar negeri, coba aja lo nanya pas kalian lagi bercengkrama saat weekend tiba. pasti mereka akan seneng banget elo ajak ngobrol tentang masa depan dan kemajuan bisnisnya."
"Emm iya bener banget kak tar deh kalo di hari Sabtu gue coba ngobrol ama.orang tua gue, dan gue bakal nyaranin universitas yang orang tua gue mau untuk gue masukin, tar gue tinggal bilang aja ke Jeremy."
"Ah nggak gue tetep masih kesel kak gue harus beri pelajaran!"
*****
"Hai sayang kenapa kok murung gitu yuk foto yuk?" ajak Jeremy pada Ily kekasih cantiknya yang wajahnya sudah di tekuk sedemikian rupa karena Jeremy belum berani jujur padanya.
"Mm Je apa acaranya belum selesai?"
"Bentar lagi kelar, kenapa udah bosen ya?" tanya Jeremy penasaran mengapa tiba-tiba raut wajah ily berubah murung apakah terjadi sesuatu saat berbincang dengan Namia di toilet tadi?" Jeremy pun mengerutkan keningnya tanda curiga mengapa bocil cantiknya berubah murung apakah Ily bertengkar dengan Namia atau ada hal lain yang Jeremy tidak tahu sebenarnya apa pokok permasalahannya hingga Ily kehilangan moodnya yang hampir tidak pernah marah sekalipun di bentak dan di maki oleh pemuda tampan itu.
"Aku mau pulang."
"Mmm pulang? gimana sih maksudnya aku nggak ngerti acara wisudanya kan belum selesai sayang? oke baiklah baiklah ke mansion atau appartment?" tanya Jeremy lagi.
Jeremy yang heran dengan perubahan sikap kekasih cantiknya, setelah kembali dari toilet bersama Namia tadi.
"Aku mau pulang ke Mansion tapi bareng mang ujang, daaaagh, aku ingin sendiri dulu tolong jangan ganggu aku untuk sementara."
"Ily benarkah? baiklah aku nggak ganggu kamu, apa aku boleh tau, apa penyebab hilangnya mood kamu hingga sampai bibir indah nan mungilmu kamu monyongin 5 cm begitu sayang! please Ily semok, bocilku jangan main diam-diam dan main rahasia - rahasiaan ah, aku nggak suka sayang please jangan pergi dulu, nanti aku yang antar kamu pulang please jangan pernah pergi dari sisiku Ily."
Jeremy pun dengan segala rayuannya untuk memenangkan hati sang kekasih cantiknya karena sudah murung dan ngambek lalu merajuk ingin segera pergi meninggalkan Jeremy dengan alasan butuh waktu untuk sendiri.
"Nggak aku nggak tahan lihat kamu nyembunyiin hal yang paling penting dalam hidup kamu saat ini?! aku merasa nggak dianggap sebagai kekasih kamu!" aku benci kamu aku benci!"
...To be continued...
...Hai hai zeyeng ippiiee yang ippiiee kasihi yuk beri vote coment kopi dan bunganya untuk Jeremy dan Kimberly ditunggu zakat dan dukungannya untuk novel ini. Jangan hanya like ayo coment yang banyak kalo perlu hujat deh karya otor yang banyak kurangnya ini. Hampir karya otor sebelumnya selalu ramai pembaca sekarang makin redup dan tak ada nyawa didalamnya. Semoga kita semua di beri kesehatan dan kelancaran rejeki. Para Readers kesayangan ippiiieee yang makin hilang di telan bumi ippiee yakin dengan mengungkap isi hati kalian yanh kritis mengenai karya ippie. Ippie yakin kedepannya bisa dijadikan perbaikan untuk next karya ippie yang lain. Semangat terus untuk ippiiieee untuk membuat karya yang semakin hari makin ditinggalkan hiks, ippie tidak perlu hadiah dan segala macamnya, Koment aja sok yang banyak, apa aja deh mau lanjut, mau semangat mau bubar terserah deh asal masih menunjukkan kalo karya ippie ini masih ada yang baca dan masih ada makhluk hidup disana. Dengan saran kritik dari Readers semua ippiiieee harap ippiiieee bisa mempersembahkan cerita mengenai kisah hidup sesuai yang Readers mau sehingga tidak terjadi kekosongan seperti ini. Ippie mohon sekali lagi koment, koment dan koment. Mmuaaahhh😘😘😘...