
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, dimana resepsi pernikahan Ocha dan Fellix diselenggarakan, acara yang terbilang cukup mewah itu berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, semua tamu yang datang pun sangat ramai dan ikut berdo'a untuk kebahagiaan kedua mempelai.
Semua orang saling bergantian untuk berfoto dengan pasangan pengantin baru, wajah berseri dan senyum lebar selalu menghiasi wajah Ocha dan Fellix yang tetap semangat melayani para tamu undangan, tidak terlihat raut lelah disana.
"Sayang, dulu kita pernah berada diposisi mereka," ucap Alvin.
"Hm, tapi bedanya saat itu kita masih terikat kontrak," jawab Yaya menggoda Alvin.
"Jangan bahas masalah itu sayang,"
"Kenapa ?
bukankah pernikahan kita itu yang paling unik ?"
"Iya, tapi--"
"Vin, seperti apa-pun prosesnya, sepanjang apa-pun penderitaan dan lika-liku yang kita lalui selama ini, mau itu pernikahan kontrak ataupun bukan, jika memang kau dan aku sudah ditakdirkan untuk berjodoh, maka apa-pun yang terjadi tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, kecuali kematian !" tegas Yaya.
"Faham sayang, terimakasih untuk selalu sabar, dan setia hanya sama aku," jawab Alvin seraya merangkul bahu Yaya yang duduk tepat disebelahnya.
Selesai berbincang Alvin berpamitan untuk pergi kekamar mandi, Yaya pun kembali mengarahkan pandangannya kesekitar, mencari orang-orang yang mungkin ia kenal diantara para tamu undangan yang datang, ketika melihat senyum bahagia semua orang tanpa sadar Yaya juga ikut tersenyum, apa lagi saat melihat senyum yang tidak pernah lepas dari wajah Ocha, Yaya merasa sangat bahagia untuk sahabatnya itu.
"Akhirnya Ocha dan Fellix menemukan tujuan dari hubungan mereka, begitu juga dengan Nino selain ia bisa mendapatkan nilai yang memuaskan dan membuat orangtuanya bangga, ia juga berhasil mendapatkan kembali cinta lama yang ia pendam selama ini, Ajeng pun akhirnya juga menyerah mengejar Alvin, dan membuka penuh hatinya untuk Riki," gumam Yaya dalam hati, seraya masih tetap memperhatikan wajah-wajah bahagia semua orang yang berada disekitarnya.
Ditengah lamunannya, ia dikejutkan oleh Alvin yang tiba-tiba saja datang menepuk bahunya, disusul dengan suara kecil yang sangat menggemaskan juga menyapanya saat itu.
"Mama," gumaman kecil terdengar dari mulut Alya, yang masih berada didekapan Alvin.
"Sayang, sudah bisa panggil mama ?" tanya Yaya pada putri kecilnya yang sangat menggemaskan.
Yaya mengalihkan pandangannya dari Alya ke Alvin, keduanya tersenyum, tidak lupa Alvin juga mencium kening Yaya dengan hangat.
Ditengah kemesraan mereka, Ocha melambaikan tangannya kearah Yaya dan Alvin, meminta mereka untuk datang menghampirinya dan berfoto bersama.
Tidak hanya Yaya, Alvin dan Alya saja yang ikut berfoto, tapi pasangan lainnya pun juga turut serta, seperti Nino- Alena, dan Riki-Ajeng, mereka semua berfoto dengan mesra bersama dengan kedua mempelai, seolah tidak pernah ada hal apa-pun yang terjadi diantara mereka.
"Semua berakhir bahagia, seperti yang seharusnya," gumam Yaya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>E_N_D<\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
#####
AUTHOR_
Terimakasih untuk tetap setia membaca Novel ENEMY, I LOVE YOU sampai akhir, dari S1 sampai S2,
untuk para readers tercinta dimohon untuk tetap meninggalkan komentar positif untuk karya yang semua penulis ciptakan, karena untuk mendapatkan 1 (satu) episode saja, kami harus berfikir sangat matang, mencari materi yang menarik dan kami rangkai menjadi tulisan sehingga layak untuk dibaca.
Terimakasih untuk setiap Like, Komentar, Point, dan Vote yang Readers berikan, sehingga Author bisa menyelesaikan S2 ini,
Terus semangat berkarya !!!
Mari berteman.
IG : Yenyen_y2n