Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 68



"Usia kandungan nyonya Queen sudah memasuki minggu ke-tiga, dan saya harap tuan bisa menjaga nyonya dengan baik"


"Bukan seperti itu tuan, kondisi kandungan nyonya Queen sangat lemah di tambah di usia kandungan yang baru memasuki minggu ketiga ini sangat rentan akan terjadinya hal-hal yang tidak di ingin kan"


"Contoh nya, emm.. Keguguran.."


...----------------...


Karena ucapan sang dokter yang menjelaskan tentang kondisi Queen dan calon anak nya yang sedang berkembang itu.


Alhasil sejak saat itu Barra benar-benar berubah menjadi over protektif pada Queen. Bahkan Barra pun membatasi ruang gerak Queen seperti saat ini.


"Honey..!!" Pekik histeris Barra saat melihat Queen melompat-lompat.


Mendengar pekikan itu baik Queen atau pun Marvin tersentak kaget selama beberapa saat, hingga akhirnya sepasang tangan kekar memegang bahu Queen.


"Kamu ngapain lompat-lompat gitu hah?!" Omel Barra seraya memperhatikan tubuh Queen. "Ada yang sakit? Ada--"


"Jangan berlebihan sayang, aku gapapa. Aku juga merasa sehat" Potong Queen jengah.


Sungguh ia sangat jengah jika Barra terus berprilaku seperti ini, bahkan sudah satu minggu ini pria itu tidak datang ke kantor nya hanya karena ingin menjaga Queen.


"Baru di tinggal sebentar tapi kamu sudah berulah, bagaimana jika nanti anak kita kenapa-napa hah?!"


Queen menghela napas berat, namun lain hal nya dengan Marvin yang menunduk.


"Maafin Marvin Daddy, tadi Marvin minta tolong sama Mommy untuk mengambil robot di atas sana" Ucap lirih pria kecil itu.


Sontak mata Barra yang awal nya menatap marah Queen kini beralih menatap putra kecil nya yang tengah menunduk.


Dan Queen pun langsung melepaskan kedua tangan Barra di bahu nya lalu berjongkok dan mengusap kedua bahu putra nya.


"Gapapa sayang, jangan sedih dong" Ujar lembut Queen.


"Gara-gara Marvin, Mommy di marahi Daddy lagi.."


Queen menggeleng pelan, sedikit merasa sesak mendengar nada bicara putra.


Barra menghembuskan napas kasar nya sebelum pada akhirnya pria itu ikut berjongkok.


"Daddy sudah ingat kan, bukan kalau sekarang Mommy sedang mengandung calon adik Marvin. Nanti kalau Mommy kenapa-napa gimana? Marvin kan bisa minta bantuan sama Bibi"


Marvin menggeleng pelan, pria kecil itu mulai terisak. "Maaf hikss,, Marvin ga mau Mommy kenapa-napa hikss.."


"Stt,, Mommy baik-baik aja sayang" Ujar lembut Queen memeluk Marvin dan melayangkan tatapan tajam nya pada Barra.


"Marvin hanya ingin memainkan robot yang di atas hikss,, tapi Marvin tidak sampai untuk mengambil nya hikss hikss.."


Seketika mata Barra pun beralih pada meja pajangan yang di penuhi robot itu. Memang benar mungkin tadi Queen ingin mengambil robot di atas sana yang tidak dapat ia gapai.


"Marvin janji hikss.."


*


Brak!.


Queen menutup pintu kamar nya cukup kuat, melampiaskan amarah nya lewat pintu itu.


"Honey--"


"Kamu itu kenapa hah?!" Sentak emosi Queen. "Minggu ini kamu sudah tiga kali memarahi Marvin sampai dia menangis padahal dia hanya meminta tolong pada ku!"


Lagi-lagi Barra menghembuskan napas nya yang terdengar begitu kasar, lalu mendekati Queen berniat memeluk nya tetapi sebelum itu Queen terlebih dahulu menyingkir.


"Ayo lah, aku hanya takut kamu kenapa-napa dan kita tidak ada yang tau kapan hari siall itu terjadi" Ujar Barra dengan nada membujuk.


Sedangkan Queen? Napas wanita itu benar-benar memburu menandakan betapa kesal dan marah nya ia saat ini.


"Pertama, aku sudah memastikan lantai itu tidak licin dan aku baru saja melompat untuk mengambil robot yang di inginkan Boy"


"Tapi--"


"Kedua, kamu memarahi Marvin hanya karena dia ingin memakan masakan ku!"


"Aku sudah bilang, kamu tidak boleh kelelahan!" Sentak tertahan Barra.


"Masak bukan lah hal yang melelahkan, malah itu menyenangkan dan yang ketiga, kamu selalu melarang ku untuk bermain dengan Marvin!"


"Itu karena--"


"Dengan sikap mu yang seperti ini, apa kamu pikir ini tidak melukai perasaan Marvin?!"


Barra terdiam. Bukan merasa bersalah tetapi ini semua ia lakukan demi kebaikan Queen dan calon anak nya.


Sedangkan Queen? Wanita itu mengeluarkan segala kekesalan nya selama satu minggu ini dengan air mata yang mengalir.


Ia sedih melihat putra nya menangis dan itu semua karena larangan dan nasihat Barra yang tidak pantas di berikan pada Marvin, anak berusia tiga tahun itu.


"Itu sangat melukai nya, sangat hikss.." Queen tak mampu lagi menahan isak tangis nya.


Melihat perubahan sikap Barra pada Marvin beberapa hari ini membuat nya takut.


"Honey.."


"Jangan sampai karena aku sedang hamil dan kita akan segera memiliki keturunan, kamu akan mengacuhkan Marvin hikss.."


...****************...