
“Pastikan semua nya terjaga dengan aman. Baik itu di Universitas, di tempat Queen akan melakukan psikoterapi atau pun apartemen nya!” Titah tegas Barra pada para penjaga di depan nya.
“Baik tuan, beberapa dari kami sudah ada yang berjaga di tempat-tempat tersebut” Sahut salah satu dari mereka.
Memang sebelum nya Barra telah memerintahkan sebagian bawahan nya untuk terbang terlebih dahulu ke USA dan mereka semua tentu memeriksa tempat-tempat tersebut.
“Kak!”
Barra menoleh begitu mendengar suara istri kecil nya. Di pintu sana Queen berdiri menatap ke arah nya dimana dirinya tengah berdiri di hadapan para bawahan nya.
“Bubar, dan persiapkan keberangkatan kalian!”
“Baik tuan” Sahut serempak mereka seraya membungkuk hormat.
Barra pun berlalu meninggalkan para pria berpakaian hitam itu dan menghampiri sang istri dengan senyum manis nya, sangat berbeda seperti sebelum nya!.
“Kenapa sayang?” Tanya Barra lembut seraya mengusap surai Queen.
“Emm, boneka beruang yang besar itu Queen bawa 'ya?” Izin ragu Queen dengan tatapan penuh harapan nya.
Barra memasang wajah serius dengan tatapan nya yang seakan tidak setuju, namun pria itu tidak mengeluarkan suara nya.
“Gak boleh 'ya?” Tanya lesu Queen. Senyum manis di bibir gadis itu luntur bersamaan dengan kepala nya yang menunduk.
“Kata siapa gak boleh?”
Ting!
Dengan begitu cepat Queen langsung mendongak menatap Barra yang jauh lebih tinggi dari nya dengan tatapan berbinar.
“Jadi boleh?” Barra mengangguk sebagai jawaban. “Yeay, terimakasih kak!” Seru bahagia Queen memeluk tubuh Barra.
Sedangkan Barra yang tak siap akan pelukan Queen hampir terjengkang namun dengan cepat pria itu berpegangan pada pintu.
“Queen..!” Gemas Barra mengangkat tubuh kecil itu hingga kaki nya tidak menapak pada lantai.
“Huaa kak Barra turunin nanti Queen jatuh!!” Rengek Queen mengayunkan kaki nya.
“Dasar nakal!” Barra tak menurunkan Queen, melainkan pria itu menarik kaki Queen hingga melingkar di pinggang nya dan langsung melangkah begitu saja.
.
“Hahaha ampun kak, ampun hahaha” Rengek Queen dengan tawa menggelegar nya saat Barra terus menggelitiki perut nya.
“Rasakan ini dasar istri nakal” Barra terus menggelitiki perut Queen bahkan sesekali mengecupi leher nya hingga membuat gadis itu terus menggeliat kegelian.
“Hah.. Ampun kak, Queen capek haha” Ujar terengah Queen masih dengan tawa nya.
Melihat memerah serta napas Queen yang terengah-engah, Barra pun menghentikan aksi nya dan menompang tubuh nya yang saat ini berada di atas Queen.
“Hah.. Kakak sangat tidak adil!” Seru Queen dengan napas lelah nya.
“Tidak adil kenapa hmm?” Barra merapihkan beberapa rambut yang menutupi wajah cantik itu.
“Dari tadi kakak yang terus menggelitiki Queen, sedangkan Queen terus menjadi korban huh!” Dengus kesal Queen.
Barra terkekeh pelan kemudian memasang wajah menjengkelkan nya. “Ayo kelitiki aku kalau bisa” Tantang Barra.
“Kakak nya bangun dulu dong, kalau gini aku gak bisa kelitiki kakak”
Barra menurut dan berguling ke samping, masih dengan ekspresi menjengkelkan nya seakan menantang Queen.
Dalam sekejap kini Queen langsung menaiki tubuh Barra bahkan gadis itu dengan tidak sadar nya malah menduduki sang adik milik suami nya.
“Erghh!” Erang tertahan Barra dengan kepala yang terangkat.
Queen yang bingung pun hanya diam menatap wajah Barra dengan ekspresi bingung nya. Hingga beberapa saat kemudian mata terpejam Barra kembali terbuka.
Napas pria itu memberat bahkan pipi nya memerah dan mata nya terus menatap Queen yang menduduki sang adik.
“Bangun sayang, bahaya” Pinta Barra dengan nada lembut nya.
“Ih gak mau!” Tolak galak Queen. “Kakak gak boleh curang ya!” Lanjut nya.
“Bukan seperti itu, tapi--”
“Stop! Intinya kakak gak boleh curang!” Potong tegas Queen.
Namun bukan nya tertawa atau kegelian seperti Queen. Barra malah mendesis karena ia tidak merasa geli sama sekali melainkan rasa yang sulit di jelaskan.
“Queen, stthh..” Desis geram Barra memegang kedua pinggang Queen.
“Sudah kak tidak usah di tahan, Queen tau kakak ingin tertawa hahaha” Ejek Queen.
Astaga, apa gadis ini tidak tau bahwa diri nya akan berada dalam bahaya? Pasal nya bukan hanya jari tetapi tubuh Queen juga ikut bergerak.
Memancing sesuatu dalam tubuh Barra yang memberontak ingin di lepaskan karena gerakan tubuh gadis itu.
“Berhenti Queen” Geram Barra menahan pergerakan pinggang Queen.
“Kakak gak usah jaim deh, ayo ketawa seperti Queen tadi hahaha” Queen tertawa begitu lepas tanpa menyadari di tempat yang ia duduki sudah tidak bisa menahan nya.
“Arrghh siall!” Erang Barra yang langsung menganti posisi hingga Queen berada di bawah nya.
“Kak!” Mata Queen membulat sempurna karena gerakan kilat Barra. “Ih apaan sih, bangun 'gak! Jangan curang ya!” Kesal nya mencoba mendorong tubuh Barra.
Namun dengan cepat Barra mencekal kedua tangan itu membuat sang pemilik tangan langsung terdiam. Queen baru menyadari perubahan Barra!.
“Ka-kak..”
“Kamu yang memancing ku, sayang..” Gumam berat Barra dengan napas terengah nya.
Queen membeku, bahkan rasanya ia tak mampu bernapas saat wajah Barra berada tepat di hadapan nya. Hidung kedua nya saling bersentuhan.
“Sayang..”
“I-iya?”
“Boleh?”
Deg!.
Queen terdiam saat mendengar satu kata yang sangat ia pahami, belum lagi saat ini Queen dapat merasakan sesuatu di bawah sana yang menggesek paha nya.
Lama tak menjawab akhirnya Barra menghela napas berat lalu melepaskan cekalan nya pada tangan Queen dan bangun dari posisi nya.
“Aku ke kamar mandi dulu” Ujar Barra berniat beranjak dari kasur.
“Boleh!” Ucap lugas Queen dengan mata terpejam erat.
Satu kata itu berhasil menghentikan gerakan Barra hingga membuat pria itu terdiam sesaat sampai akhirnya ia kembali menatap Queen.
“Apa?” Tanya Barra memastikan.
“A-aku bilang boleh”
.
“Arrghh sakit!!” Erang kesakitan Queen sebelum akhirnya gadis. Ralat, wanita itu mengigit bahu Barra.
“Shiit..!” Umpat Barra saat merasakan cengkraman yang begitu kuat pada sang adik. Pria itu sama sekali tidak memperdulikan rasa sakit pada bahu nya yang di gigit oleh Queen.
“Brengsek, kenapa milik mu begitu mencengkram Queen..!” Geram Barra tak tahan.
“Pe-perih kak hikss..” Isak Queen setelah melepaskan gigitan nya.
Barra mencakup kedua pipi chubby milik Queen lalu menyeka air mata yang sedari tadi terus mengalir. Mengecup penuh cinta seluruh wajah wanita itu.
Barra berhasil, pria itu berhasil mendapatkan Queen seutuh nya. Entah itu soal cinta atau pun raga nya, Barra telah mendapatkan nya sore ini!.
Dan Queen? Walau pun sesaat sebelum Barra memasuki intinya, wanita itu sempat berteriak histeris namun tak lama begitu mendengar suara lembut Barra teriakan nya menghilang.
“Aku mulai 'ya?” Tanya Barra yang tak dapat menahan rasa pada adik baperan milik nya.
...****************...
.
.
*Jangan lupa vote kakak-kakak, gift nya juga lho heheheh🤭