Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Ajakan Honeymoon



"Baby.."


"Iya sayang"


"Baby.."


"Ada apa sayang?"


"Babyyyy..."


Queen yang merasa gemas pun langsung berbalik, dan mencubit hidung mancung sang suami yang saat ini sudah berada di depan nya.


"Ada apa suami ku?"


Detik itu juga wajah Barra langsung menubruk leher Queen hingga membuat wanita itu memundurkan langkah nya.


"Aku suka banget mendengar panggilan-panggilan itu keluar dari bibir mu"


"Astaga.." Seru kesal dan gemas Queen yang menjadi satu.


Pasal nya sedari tadi Barra terus memanggil nya yang tengah sibuk memasak sarapan untuk mereka. Namun begitu di sahuti, Barra kembali memanggil nya.


"Mau apa hum?" Tanya Queen dengan nada lembut nya membuat Barra kembali menegakkan kepala nya.


"Honeymoon yuk!" Ajak nya dengan wajah antusias. "Mumpung kamu libur semester, anggap saja sekalian liburan seperti teman-teman kamu yang lain" Lanjut nya.


"Kalau liburan ayok, tapi kalau honeymoon ga mau ah" Tolak ketus Queen di akhirnya kalimat nya.


"Lho kenapa? Bukan 'kah sama saja?" Tanya Barra pura-pura tak mengerti.


"Ga usah pura-pura polos deh" Kesal Queen yang kemudian kembali melanjutkan masak nya.


Barra tak mau menerima penolakan itu lantas memeluk Queen dari belakang. "Ihh sayang, ayok" Paksa nya merengek pelan.


"Ga mau, lagian kamu harus kerja"


"Aku bos nya, dan aku bebas mau kerja ataupun tidak. Lagi pula kita baru menikah masa aku langsung kerja nanti apa kata dunia?"


Bibir Queen langsung mencebik mendengar perkataan Barra. Bisa-bisa nya pria itu menggunakan bahasa alay itu di akhirnya kalimat nya.


Barra langsung mematikan kompor listrik itu lalu membalik tubuh Queen agar kembali menatap nya.


"Mau ya, baby 'ya?" Rayu Barra dengan wajah memelas.


"Kita menikah sudah lama kak, jadi tidak perlu honeymoon-honeymoon segala!"


Bibir Barra maju beberapa centi mendengar ucapan sang istri. "Kok kakak" Protes nya tidak terima.


"Iya-iya maaf, Queen lupa. Sayang.."


Senyum kembali menghias wajah Barra namun tak lama kemudian ekspresi penuh bujuk rayu itu kembali keluar.


"Walaupun kita menikah sudah lama, tapi kita belum merasakan manis nya honeymoon"


"Bagaimana kalau pahit?"


"Ihh, baby!!" Kesal Barra menyentakkan kaki nya.


Queen terperangah melihat tingkah pria dengan wajah menyeramkan dan tatapan tajam yang berada di depan nya kini tengah merengek dengan wajah kesal nya.


"Say--"


"Pokok nya besok kita berangkat ke salah satu pulau pribadi milik ku!" Putus Barra menyela ucapan Queen. "Wajib!" Tekan nya lagi.


"Ck, jika seperti itu lalu untuk apa tadi bertanya?"


"Aku tidak bertanya, aku mengajak"


"Nah, jika mengajak dan orang yang di ajak nya tidak mau maka kamu tidak boleh memaksa nya"


Barra yang gemas dengan sahutan Queen pun lantas melayangkan kecupan bertubi-tubi nya pada wajah Queen.


"Udah pintar melawan 'ya sekarang?" Desis Barra dengan bibir yang menempel dengan bibir Queen.


"Sudah aku putuskan, honeymoon ini wajib!" Tegas nya sebelum akhir nya menyerang bibir Queen dengan bibir nya.


"Emhh.." Lenguh lirih Queen membalas pungutan itu dengan gerakan amatir nya.


"Ternyata kamu cepat belajar" Bisik berat Barra begitu pungutan tersebut terlepas.


"Dasar tidak mau kalah" Sahut Queen melepaskan tangan Barra pada tengkuk nya. "Sana duduk dengan benar, aku harus menyelesaikan masakan ini"


"Siap captain!"


*


*


Suasana tenang, damai dan romantis kini mengisi luas nya ruang bersantai di rumah milik Barra.


Sepasang pasutri itu tentu nya sedang bersantai seraya menonton televisi dengan posisi Queen yang bersandar di dada Barra dan tangan pria itu terus mengusap-usap surai nya.


Sampai akhirnya suasana tersebut berubah kala sang pelayan yang tengah membersihkan kamar kedua nya, menghampiri mereka.


"Maaf menganggu waktu nya, tuan, nona" Ujar Bi Kin.


"Ada apa Bi?" Tanya Queen seraya membenarkan posisi duduk nya.


"Ini nona, tadi Bibi menemukan kartu ini di bawah kasur. Apa ini penting? Jika tidak Bibi akan membuang nya" Bi Kin menyodorkan sebuah kartu kehadapan mereka.


Queen yang melihat kartu yang di berikan oleh Ayah nya berada di tangan Bi Kin pun langsung panik.


Berniat merebut kartu tersebut, tetapi ia takut Barra akan bertanya. Akhir nya Queen memilih untuk diam dengan tangan yang saling meremat.


"Kartu apa itu?" Tanya Barra menatap kartu tersebut.


"Ini seperti--"


"Oh iya, kartu itu pemberian staf hotel. Para MUA juga mendapatkan nya kok" Potong cepat Queen. "Buang aja Bi, kayak nya cuma kartu promosi" Lanjut nya.


Bi Kin berniat kembali bersuara, namun gerakan bibir nya terhenti begitu melihat kode dari mata Queen.


"Baiklah nona, Bibi permisi" Bi Kin pun pergi membawa kartu yang berisi nomor rekening Tomi, sang Ayah tiri.


Menghela napas lega karena Queen pikir ia telah berhasil mengelabuhi Barra, tetapi nyata nya tidak semudah itu.


"Sejak kapan istri ku menjadi seorang pembohong?" Tanya Barra dengan suara dan tatapan yang begitu dingin.


"Hng? Kamu bicara apa?" Tanya balik Queen pura-pura tidak mengerti. Padahal saat ini tubuh nya sudah keringat dingin.


"Kartu apa? Staf apa? Hotel itu milik ku, jadi tidak ada perintah dari ku untuk membagikan kartu seperti itu"


Deg!


"Mati lah aku.." Batin Queen mengigit bibir nya dengan kening yang mulai berkeringat.


"Kamu tidak cocok menjadi seorang pembohong, baby" Tekan pelan Barra menyeka keringat Queen. "Katakan sejujurnya"


"Itu.. Emm, oh iya seperti apa pulau yang akan menjadi tempat honeymoon kita?" Tanya Queen antusias mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Baby..!" Barra tak suka saat Queen mengalihkan pembicaraan seperti ini.


Kepala Queen menunduk, wanita itu memainkan jadi-jari nya. "Maaf, hanya saja aku bermimpi bisa honeymoon di sebuah pulau yang sangat cantik" Ujar nya.


Queen pun kembali mengangkat pandangan nya dan mengeluarkan tatapan andalan nya.


"Di pulau itu ada kuda dan kita menunggangi nya bersama, lalu selama perjalanan memasuki rumah nya nanti. Semua itu sudah di hias" Lanjut nya dengan mata berair penuh harap.


"Mau di hias seperti apa hum? Dan mau kuda yang bagaimana?" Tanya lembut Barra seraya mengusap-usap pipi Queen.


Yap! Queen berhasil mengalihkan pembicaraan mereka!.


"Aku mau kuda warna putih dan di hias seromantis mungkin!" Sahut cepat Queen dengan tatapan penuh binar dan senyum bahagia nya.


...****************...