Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
25. Barra yang usil



"Iya kak, aku baru saja sampai di apartemen dan itu ada Bi Dazy sedang membereskan pakaian ku padahal aku ingin membereskan nya sendiri" Adu kesal Queen seraya mengalihkan kamera nya ke arah Bi Dazy.


"Ini sudah tugas Bibi, non" Sahut Bi Dazy.


"Tapi--"


"Sudah lah sayang, dengarkan apa kata Bi Dazy dan mulai sekarang Bi Dazy lah yang akan menjaga mu jadi tidak boleh melawan" Sela Barra di sebrang sana.


Memang kedua nya tengah melakukan panggilan video bahkan panggilan itu berlangsung sejak Queen turun dari pesawat.


"Semua nya sudah rapih nona, siang ini nona ingin makan apa?" Tanya Bi Dazy


"Nanti saja Bi, Queen masih kenyang. Tadi di pesawat Queen makan terus apa Bibi lupa? "


Bi Dazy menggeleng, tentu wanita paruh baya itu mengingat nya lagi pula memang itu semua sudah di atur oleh sang tuan.


"Bibi tidak bisa mengiyakan, coba nona tanya tuan apa boleh melewatkan makan siang ini" Ujar Bi Dazy membuat Queen kembali pada layar handphone di tangan nya.


Menatap wajah Barra yang tentu nya pria itu juga tengah menatap nya. Bulu mata lentik pria itu sungguh menambah ketampanan nya.


“Emm.. Queen sangat kenyang, jadi tidak gapapa 'kan kak?" Ucap memelas Queen.


Terlihat di sebrang sana Barra tersenyum tipis dengan anggukan pelan nya. "Hanya siang ini, nanti malam kamu harus makan oke!" Tegas Barra yang langsung mendapat anggukan dari Queen.


"Baiklah Bibi mau bereskan pakaian di kamar sebelah, kalau nona butuh sesuatu panggil Bibi saja"


"Siap Bi" Sahut Queen dengan anggukan antusias nya.


Bi Dazy keluar dam menutup pintu kamar Queen, menyisakan wanita itu yang kembali terfokus pada handphone nya.


"Bagaimana, suka dengan apartemen nya?"


"Suka, Queen suka. Tapi apa ini tidak kemewahan?"


"Tidak sayang, malah aku pikir itu kurang mewah"


Queen menggeleng pelan dengan tatapan sinis nya. "Kakak mau pamer harta heuh?" Tanya Queen mendengus sinis.


"Tidak sayang, untuk apa aku pamer harta lebih baik aku pamer istri ku yang cantik ini"


Pipi Queen langsung memerah dengan senyum yang sengaja ia tahan. Akhir-akhir ini Barra berubah jadi pria yang sering menggombal atau berkata-kata manis pada nya.


"Kenapa hmm? Kenapa pipi nya merah gitu?" Tanya Barra dengan nada mengejek nya.


Setelah nya wanita itu membaringkan tubuh nya di kasur itu. Queen memejamkan mata nya sejenak merasakan nyaman nya kasur tersebut dan seketika mulutnya menguap.


"Kamu ngantuk?"


Mata Queen seketika terbuka dan wanita itu kembali tersadar bahwa ia tengah melakukan panggilan video dengan sang suami.


"Emm.. Sedikit tapi gapapa kok kalau kakak mau di temani"


"Tidur nya dengan posisi miring dan ganjal handphone itu dengan bantal"


Queen yang awalnya sempat bingung, namun kini akhirnya wanita itu mengikuti ucapan Barra. Mengatur posisi tubuh dan handphone nya agar tetap menyoroti wajah nya.


"Sudah kak" Ujar Queen dengan posisi nyaman nya.


"Yasudah sekarang tidur dan jangan matikan panggilan ini"


Mata yang tadi nya terlihat sayu kini seketika langsung melebar begitu mendengar ucapan Barra. "Ihh gak mau!" Tolak nya.


"Kenapa?"


Tidak menjawab tetapi Queen menarik selimut hingga menutupi wajah nya dan Barra? Tentu nya pria itu mengerti bahwa Queen seperti nya malu.


"Kita sudah tidur bersama bahkan berbagi keringat bersama sayang, jadi apa yang membuat mu malu hmm?"


"Kak!" Sentak tertahan Queen menarik selimut nya dan menatap tajam wajah Barra pada layar handphone nya serta jangan lupakan pipi nya yang sangat memerah bak kepiting rebus.


"Berani membentak ku hmm?"


Queen menggeleng pelan dengan bibir nya yang maju beberapa centi. "Maaf, habis nya kakak bicara sepert itu"


"Apa salah nya, memang benar seperti itu 'kan?"


Ah, seperti nya sekarang Barra punya hobi baru yaitu menggoda Queen. Terbukti bahwa kini Barra semakin gencar menggoda Queen.


"Kak ih!! Queen marah nih!" Ancam Queen berhasil mengundang tawa renyah dari Barra.


"Baiklah-baiklah tidak, tapi nanti akan kita praktekan langsung"


"Kak Barra!!!"


...****************...