Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 49



"Baiklah cukup untuk hari ini, kalian boleh beristirahat" Ujar Kean yang mengakhiri pembelajaran materi nya.


"Terima kasih, sir" Ucap bersamaan para mahasiswa sebelum pada akhirnya satu persatu dari mereka mulai keluar dari kelas. Menyisakan Queen yang masih mencatat materi di tempat nya.


"Ga mau istirahat hum?"


Queen mendongak, menatap sosok pria yang saat ini berdiri di depan nya menghalangi whitebord di depan sana.


"Kak-- Sir Kean" Ralat Queen saat memanggil pria di depan nya.


"Sudah tidak ada mahasiswa lain, jadi panggil seperti biasa nya walaupun sebenarnya aku ingin kamu memanggil ku tanpa iming-iming Sir itu"


Queen memperhatikan sekitar nya yang memang hanya tersisa diri nya dan Kean di dalam kelas itu.


"Emm,, tetap saja aku ingin terlihat sopan pada dosen ku"


"Tapi aku tidak suka Queen, aku lebih suka kamu memanggil ku seperti biasa nya atau panggil nama ku jika mau"


Queen menggeleng cepat. "Astaga itu tidak sopan!" Hardik nya sedikit meninggikan nada bicara nya.


Bukan nya marah tetapi Kean malah terkekeh melihat ekspresi Queen yang selalu menggemaskan di mata nya.


Tangan nya pun terangkat untuk mengacak-acak surai panjang itu. "Kamu tidak berubah"


"Aku bukan bunglon yang bisa berubah-ubah" Celetuk Queen kembali memfokuskan mata nya pada lembar kertas di meja nya.


"Sudah tunda dulu, ayo istirahat" Ujar Kean seraya mengambil bolpoin Queen dan menutup buku wanita itu.


"Tapi aku--"


"Lanjutkan nanti, kamu hanya perlu menyalin nya" Potong Kean yang kemudian menarik Queen agar bangun dari posisi nya.


Setelah nya tanpa ragu Kean pun menggenggam tangan Queen dan menuntun nya untuk berjalan dengan sebelah tangan yang menenteng tas laptop nya.


"Astaga kak, lepasin! Malu tau!" Bisik Queen mencoba menarik tangan nya dari genggaman pria itu.


"Kamu mau jalan sama aku?"


"Bukan gitu, maksud aku nanti takut nya mahasiswa yang lain mikir macam-macam tentang kita"


"Biarkan" Sahut acuh Kean.


Mendengar sahutan itu sontak Queen menghentikan langkah nya dan menarik paksa tangan nya dari genggaman Kean.


Kean pun menoleh, menatap wajah gadis-Nya yang ternyata sudah tidak gadis lagi.


"Kena--"


"Aku sudah punya suami kak, aku tidak mau merusak nama suami ku dan aku yakin mereka mengenal aku" Ucap lirih Queen melirik beberapa mahasiswa yang terus menatap ke arah mereka.


Kean tau dan Kean juga tidak buta saat melihat media mana pun memberitakan tentang pernikahan besar dan mewah itu. Terlebih lagi sang pengantin pria adalah orang yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis.


Sejujurnya sejak awal melihat Queen di lorong tadi, hati Kean terasa di cubit begitu kuat mengingat fakta bahwa gadis-Nya benar-benar sudah menjadi istri orang.


Padahal fakta nya, Barra lah yang bertemu dengan Queen lebih dulu dan dengan tenang nya Barra memantau gadis kecil nya semenjak ia tau bahwa Queen di jual ke tempat terkutuk itu.


"Lalu jika sudah punya suami tidak boleh berteman dengan seorang pria?" Tanya Kean dengan nada yang sedikit berbeda.


Queen menatap lama mata Kean melihat tatapan kecewa pria itu. Pria yang sudah ia anggap sebagai kakak nya.


"A-aku akan izin dulu pada suami ku" Putus Queen sebelum berniat melangkah kan kaki nya. Tetapi gerakan nya di tahan oleh Kean.


"Aku kecewa pada mu, Queen"


"Kak--"


"Kamu melupakan ku begitu kamu menjadi istri nya?"


Queen menggeleng. "Tidak kak, tapi suami ku.."


Belum sempat melanjutkan perkataan nya tiba-tiba saja Kean menghembuskan napas nya begitu kasar.


"Sudah lah lupakan saja" Ujar Kean yang terlihat jelas kekecewaan nya.


"Kak--"


"Tau jalan ke kantin 'kan?" Potong Kean bertanya, menghilang raut kecewa nya.


Queen menghela napas pelan lalu menggeleng.


"Chintya!" Panggil Kean pada salah satu mahasiswa nya yang tengah berjalan itu, Queen mengikuti arah tatapan Kean.


Sang pemilik nama yang di panggil pun menoleh dan mendekati dosen nya bersama teman baru nya yang ada di kelas tadi.


"Ada apa, sir?"


"Ini Queen, kamu tau 'kan kalau dia baru pindah ke universitas ini?"


Chintya mengangguk. "Iya sir"


"Sekarang dia mau ke kantin, tetapi dia tidak tau jalan nya. Bisa tolong kamu tunjukkan jalan nya?"


Chintya kembali mengangguk. "Bisa sir"


"Sana di antar sama Chintya" Titah Kean mengode lewat mata.


"Saya titip Queen ya, Chintya" Ujar Kean yang langsung mendapat anggukan dan senyum dari wanita itu.


Setelah nya Kean pun berlalu meninggalkan kedua wanita itu, menyisakan rasa canggung pada Queen.


"Ayo Queen" Ajak Chintya ramah.


Queen mengangguk dan tersenyum lalu mulai mengikuti langkah Chintya, mahasiswa yang telihat ramah dan pintar.y


...****************...