Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 54



"Queen!!" Panggil Ric begitu ia memasuki rumah besar milik sahabat sekaligus bos-Nya.


Tidak peduli sekarang jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Ric sudah tidak kuat lagi menahan Barra.


Di tambah pria itu merasakan sesuatu yang tidak biasa dalam tubuh nya dan sangat Ric yakini ini adalah perbuatan kotor saingan bisnis Barra.


"Queen!!"


Sang pemilik nama yang di panggil pun akhirnya nya terlihat di ujung tangga sana, dengan cepat Ric menuntun Barra ke arah tangga.


"Astaga ada apa ini?" Pekik kaget Queen dengan raut yang berubah cemas.


"Cepat siapkan air hangat dan ambil obat pengar di laci atas!" Titah Ric.


Dengan bantuan dua bodyguard yang menuntun tubuh kekar Barra agar berjalan, kini mereka mulai menaiki tangga tentu nya menuju kamar sang bos.


Sedangkan Queen? Tentu wanita itu dengan cepat melakukan perintah Ric walaupun sejujurnya ia ingin menuntun Barra dan terus bertanya.


Brugh!


"Arghh siall, jika bukan karena mu. Aku tidak akan menginjakkan kaki di tempat sialan itu!" Maki Ric menarik dasi nya hingga terlepas.


Panas di tubuh nya semakin menjalar, ia butuh menyalurkan nya karena sejak tadi ia terus menahan nya terlebih lagi saat melawan pemberontakan Barra yang tetap ingin berada di night club itu.


"Ric--"


"Urus suami mu dan bertanya pada nya!" Potong Ric dengan nada yang terdengar begitu berat.


Setelah nya tanpa melihat Queen, Ric dan para bodyguard itu keluar dari kamar. Meninggalkan sepasang suami-istri itu.


Tanpa berlama-lama Queen pun melepaskan sepatu pantofel Barra beserta dasi yang masih menyangkut di kerah baju nya dan membenarkan posisi pria itu.


"Erghh.." Erang Barra saat merasakan usapan di pipi nya.


Kelopak mata terpejam itu perlahan terbuka, tidak sepenuh nya terbuka tetapi bak seorang yang tengah memicingkan mata nya.


"Kenapa mabuk gini?" Tanya sendu Queen. Tangan nya terus mengusap pipi Barra dengan sebelah nya yang memegang handuk basah.


"Honey.." Serak Barra menahan pergerakan tangan Queen.


"Iya, ini aku. Kamu kenapa? Kenapa mabuk?"


Tes..


Tanpa bisa di bendung air mata Queen menetes begitu saja hingga membasahi kening Barra. Merasakan tetesan air mata itu, Barra pun mencoba bangun yang tentu nya langsung di bantu oleh Queen.


"Ayo minum dulu" Ujar Queen menahan isak kan nya.


Mengambil gelas berisi air putih hangat, lalu membawa nya ke hadapan mulu Barra.


Pria menurut, dengan ekspresi menahan pusing dan wajah kacau nya Barra pun meneguk habis air hangat itu.


Setelah nya wanita itu berbalik dan kembali menaruh gelas di nakas, tetapi baru saja meletakkan gelas nya tiba-tiba sepasang lengan kekar Barra melingkar di perut nya.


"Kamu ga boleh nangis terus, aku jadi ikut sedih" Ujar Barra dengan suara serak yang terdengar lirih.


"Ga, aku ga nangis sayang.." Sahut Queen mengusap lengan kekar itu.


Berniat untuk melepaskan nya tetapi pelukan itu begitu kuat hingga membelit perut Queen.


Barra tak bersuara selama beberapa saat, pria itu sibuk menggesekkan hidung mancung nya pada tengkuk sang istri.


"Kamu tau?"


Queen menggeleng pelan. "Tidak tau 'kan kamu belum bicara" Jawab nya.


Barra terkekeh samar kemudian kembali berganti menggesekkan pipi nya pada punggung kecil itu.


"Tadi saat meeting, salah satu klien aku membawa anak nya lho"


Queen terdiam. Apa ini yang membuat Barra mabuk hingga seperti ini, Anak..


"Anak nya begitu menggemaskan hehe, pipi nya chubby mata nya sipit terus bibir kecil itu terus mengeluarkan ocehan"


"Kok meeting bawa-bawa anak" Tanya Queen menekan rasa sedih nya.


"Huuh.." Barra mendengus kasar dan melepaskan pelukan nya lalu berbaring begitu saja.


Pria itu tentu masih berada di bawah pengaruh alkohol, minuman yang banyak ia konsumsi malam menjelang dini hari.


"Mama nya meninggal setelah melahirkan dia, kasihan sekali.." Gumam Barra dengan mata terpejam.


Queen pun menatap wajah kacau itu begitu serius dengan tangan yang meremat sisi kasur nya.


"Klien ku bilang, anak nya tidak mau di tinggal oleh nya dan terus memeluk kaki nya jika ia akan pergi" Barra menarik napas nya sejenak dna menghembuskan nya kasar sebelum melanjutkan perkataan nya.


"Bukan kah itu sangat menggemaskan hahaha, seorang putri yang tidak mau berjauhan dari Ayah nya dan.." Barra kembali bangun lalu merogoh saku nya, mengeluarkan sesuatu lalu di taruh di atas telapak tangan Queen.


"Dia memberikan ku permen ini hahaha, dia bilang permen ini akan menghilangkan rasa lelah ku haha" Rancau Barra yang kembali membaringkan tubuh nya.


Pria itu bergerak terus bergerak di atas kasur seakan sedang melayangkan, sedangkan Queen? Air mata nya kembali jatuh melihat permen lolipop yang baru saja di berikan oleh Barra di tangan nya.


Srk!


Barra merebut kembali lolipop itu dan memeluk nya dengan mata yang terpejam sempurna. "Ini milik ku, kamu ga boleh ambil" Ujar nya galak.


"Iya, ga aku ambil. Itu punya kamu" Balas Queen mengusap air mata yang keluar dari sela kelopak mata terpejam itu.


"Dia selalu menenangkan ku, seakan tidak terlalu menginginkan seorang anak. Tetapi nyata nya dia sangat menginginkan nya"


...****************...