Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 57



"Marvin Cargius Adam's, itu nama mu mulai sekarang oke!" Ujar Barra dengan nada tegas nya pada sang anak.


Ragiel, bocah laki-laki itu mengedipkan mata nya bingung. Baru saja hendak menerima suapan Queen tiba-tiba saja Barra berkata seperti itu.


"Marvin?" Ulang bocah itu yang langsung mendapat anggukan dari Barra.


Setelah semalaman memikirkan nama yang bagus untuk anak pertama nya ini, akhirnya Barra menemukan yang cocok.


"Nama aku, Ragiel bukan Marvin"


"No, boy. Sekarang nama kamu Marvin, Marvin Cargius Adam's" Ulang Barra dengan begitu memaksa.


"Tapi--"


"Sayang.." Potong lembut Queen membuat mata Marvin seketika terfokus pada nya. "Sekarang nama Marvin sangat cocok untuk mu seperti apa yang Daddy katakan"


"Benarkah?"


Queen mengangguk dengan senyum manis yang tak luntur dari wajah nya. "Iya sayang"


"Baiklah nama aku, Marvin" Putus riang bocah itu.


Queen menatap Barra dengan senyuman bahagia nya dan hal itu mampu membuat Barra ikut tersenyum.


"Ayo buka mulut nya, sekarang kita sarapan dulu" Titah Queen yang kembali menyodorkan sendok berisi makanan itu.


Dengan senang hati Marvin menerima suapan itu, anak laki-laki yang sebelum nya terlihat murung tetapi kini di dalam lingkungan itu terus menunjukkan wajah riang nya.


Usai dengan sarapan nya kini keluarga kecil itu kembali telah berada di kamar mereka, dimana saat ini ada Marvin yang tengah duduk menatap orang tua nya.


"Daddy tidak bisa memakai dasi sendiri kah?" Tanya cadel Marvin.


"Tentu bisa boy, tetapi ini kewajiban seorang istri untuk mengurus suami nya" Jelas Barra seraya mengacak-acak rambut putra nya.


Tatapan polos dan lugu itu terus mengikuti gerakan tangan Queen yang saat ini tengah membantu nya untuk bersiap.


"Bagaimana jika nanti media memberitakan masalah ini?" Tanya Queen yang baru saja merapihkan letak jas Barra.


"Aku akan langsung menekan berita nya honey. Percaya pada ku, masa depan Marvin akan cerah tanpa perbandingan dari orang-orang" Jawab lembut Barra mengusap pipi chubby istri nya.


Memang Queen mengkhawatirkan hal tersebut, ia takut karena Marvin bukan keturunan keluarga Adam's nanti nya Marvin akan di persulit.


Queen mengangguk pelan, ia percaya dengan ucapan Barra.


"Baiklah ayo antar Daddy ke depan, boy!" Ujar Barra yang beralih pada Marvin dan langsung menggendong putra kecil nya.


Berjalan bersebelahan melewati setiap ruangan menuju teras rumah, ketiga nya benar-benar terlihat seperti keluarga bahagia.


"Jadi anak yang baik selama Daddy bekerja, oke?!"


"Jagain Mommy selagi Daddy kerja dan jangan buat Mommy kelelahan atau sedih oke!"


Marvin mengangkat tangan kanan nya memberi hormat bak seorang perwira pada tamtama.


"Siap kapten!"


Astaga, tawa Barra dan Queen langsung pecah melihat tingkah putra kecil nya. Marvin benar-benar berbeda dengan saat mereka melihat nya di panti asuhan.


Dan lupakan soal panti asuhan, mulai hari itu Marvin adalah putra mereka!


Cup! Cup!


Barra mengecup kedua pipi gembul itu lalu berdiri dan mengecup kening serta bibir sang istri.


"Bersenang-senang lah, jika ingin bermain ke luar hubungi aku terlebih dahulu oke!"


"Aku dan Marvin boleh ke luar?"


"Boleh honey, asalkan seperti biasa. Bodyguard akan menjaga kalian dan mungkin kali ini bodyguard nya akan bertambah" Ujar Barra melirik Marvin yang mulai sibuk memainkan robot di tangan nya.


Queen mengerti akan ucapan Barra, dan Queen sangat bersyukur memiliki suami seperti Barra.


Selain pengertian, pria itu juga sangat-amat baik bahkan seperti saat ini ia tidak segan untuk mengangkat seorang anak yang jelas-jelas bukan darah daging nya.


"Seperti nya aku akan membuat list untuk bersenang-senang terlebih dahulu, baru aku izin pada mu" Kekeh Queen memikirkan segala kesenangan nya bersama sang putra.


"Up to you, honey. Asalkan kamu bahagia dan nanti malam harus ada jatah tambahan untuk ku" Bisik Barra yang mengecup sekilas cuping Queen.


"A-apaan sih, ga bisa ya" Gugup Queen.


"Ga bisa kenapa huh?"


"Ada Marvin" Jawab cepat Queen.


Barra pun terkekeh pelan kemudian menarik pinggang istri nya hingga semakin menempel dengan tubuh nya.


"Aku lupa memberitahu mu bahwa kamar orang suruhan ku akan merenovasi kamar untuk Marvin siang ini dan sudah bisa di tempati nanti malam"


Pipi Queen memanas mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Barra.


"Persiapkan diri mu, honey"


...****************...


.