
"Ada apa dengan mu, Ric?" Tanya heran Barra. "Kau sakit?"
Ric menggeleng pelan lalu duduk di kursi depan Barra. "Saya baik-baik saja, tuan"
"Baik-baik saja apa nya? Muka mu sudah seperti mayat hidup!" Celetuk kesal Barra.
Memang benar, sudah seminggu ini wajah Ric memucat dan tubuh pria itu juga seperti nya kehilangan kekuatan nya.
Terbukti seperti saat ini, tanpa di suruh pun Ric langsung duduk. Ric lemas, Barra tau itu tetapi pria itu terus mengelak.
"Katakan saja yang sebenarnya, Ric!"
"Saya sudah memeriksa ke dokter, tetapi dokter bilang tidak ada yang salah dengan tubuh saya" Jelas Ric.
Seketika kedua alis Barra bertaut, tidak ada yang salah apa nya?. Jelas-jelas dari wajah sudah terlihat bahwa pria itu sedang tidak baik-baik saja.
"Apa saja yang kau rasakan?"
"Hanya pusing, lemas dan setiap jam lima pagi selalu mual"
"Seperti wanita hamil saja" Celetuk pedas Barra yang membuat Ric langsung menatap wajah nya tak berkedip.
"Apa?" Beo Barra. "Jangan bilang kau menghamili seorang wanita dan gejala itu berpindah pada mu, Ric!"
Brak!
Ric langsung bangun dari posisi nya dengan tangan yang menggebrak meja. "Saya izin pulang, tuan!" Ujar nya cepat kemudian langsung meninggalkan ruangan Barra tanpa menunggu jawaban dari sang bos.
"Astaga apa benar?" Gumam kaget Barra.
*
*
Di sebuah sela ruko yang berada di dalam padat nya pemukiman desa. Kini Ric tengah memperhatikan sesuatu dengan tangan yang terus meremat perut nya.
"Apa benar dia hamil?" Batin Ric bertanya-tanya sedari tadi.
Pasal nya di depan sana terlihat seorang wanita tengah menjemur pakaian nya dengan wajah yang cukup riang. Tidak terlihat pucat sedikit pun.
'Jangan bilang kau menghamili seorang wanita dan gejala itu berpindah pada mu'
Malam itu setelah mengantar Barra ke rumah nya Ric menarik paksa seorang wanita yang tengah berjalan di trotoar ke dalam mobil nya.
Segala pemberontakan dan amukan wanita itu Ric abaikan hingga ia kembali ke apartemen nya dan menyeret paksa wanita itu.
Dan ya,, terjadi lah malam panas antara dirinya dan wanita random itu yang ternyata masih seorang gadis..
Ingin mengelak pun tidak mungkin karena Ric mendapati seprai nya yang terkena darah cukup banyak di dekat posisi wanita yang saat itu menangis setelah kegiatan itu selesai.
"Brengsek! Aku tidak bisa seperti ini terus!" Maki nya pada diri sendiri, rasa mual kembali mengaduk-aduk isi perut nya.
Setelah bertengkar cukup lama dengan pikiran nya dan wanita di depan sana pun telah selesai menjemur pakaian nya.
Dengan langkah cepat dan memperhatikan sekitar yang beruntung nya sepi, Ric pun mendekati wanita itu.
Bugh!
Dalam sekali pukulan Ric berhasil membuat wanita itu pingsan di dalam pelukan nya. Ya hanya dengan cara ini ia bisa membawa wanita itu tanpa keributan.
"Maafkan aku.." Gumam Ric membingkai wajah wanita itu sebelum pada akhirnya mengangkat nya ala bridal style.
"Hei apa yang kamu lakukan!!" Pekik seorang ibu-ibu.
"Siall!" Desis panik Ric, dengan cepat pria itu berlari membawa wanita di gendongan nya kabur.
"Tolong ada penculik!!" Teriak ibu-ibu tersebut. "Karin di culik, tolong!!!"
Walaupun berteriak ibu-ibu itu ikut mengejar dan berusaha menyelamatkan tetangga nya yang memang tinggal sendiri di rumah itu.
"Brengsek! Siall!" Maki Ric.
Dengan segala kekuatan nya Ric berlari begitu cepat menuju mobil nya, hingga akhirnya ia sampai dan langsung memasuki sisi kemudi tanpa mendudukkan Karin- wanita yang berada di gendongan nya tadi ke jok sebelah nya.
Menginjak pedal gas nya begitu terburu-buru saat melihat para warga mulai mengerumuni mobil nya.
Hingga akhirnya Ric berhasil lolos dan meninggalkan pemukiman itu.
"Huuuhh..." Hela napas lega Ric. "Ternyata seperti ini rasa nya menculik seorang wanita yang tinggal di daerah pemukiman desa"
...****************...