Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 65



"Bisa kah kamu mempertahankan janin tidak bersalah itu? Dia anugrah walau pun hadir di situasi yang tidak tepat" Tanya Queen mengangkat dagu Karin agar menatap nya.


Usia Queen dengan Karin tak jauh berbeda, dimana Queen lebih tua dua tahun dari nya.


"Jika kamu masih ragu maka anggap saja aku keluarga mu dan kamu boleh datang pada ku jika Ric menyakiti mu"


Mendengar segala ucapan Queen berhasil menyentuh lubuk hati terdalam Karin. Wanita yang tidak pernah beruntung dalam hidup nya.


Andai saja malam itu sehabis dari gedung pencakar langit milik Ayah nya, Karin tidak kehilangan tas yang berisi dompet dan handphone nya. Mungkin hal ini tidak akan menimpa diri nya.


Karin mengangguk pelan. "Akan aku coba, tapi--"


"Stt lupakan tapi-tapian itu, ayo sekarang habiskan cake buatan ku dan setelah itu kita bermain bersama Marvin" Potong Queen mendorong piring cake nya agar mendekati tangan Karin. "Aku tau kamu menyukai nya" Lanjut nya.


...----------------...


"Terima kasih sudah menjaga Karin untuk ku, Queen" Ujar tulus Ric dengan senyum bahagia nya.


"Santai saja, dan kabari aku bagaimana perkembangan nya nanti" Jawab Queen sedikit mengoda dengan mata yang melirik ke arah mobil.


Di dalam mobil sana sudah ada Karin yang beberapa saat lalu sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu atas tuntunan Ric.


"Pasti, aku pasti akan mengabari mu" Sahut antusias Ric dan beralih menatap Barra. "Maaf jika hari ini aku merepotkan mu, Bar"


"Gapapa, ini juga salah ku. Dan cepat persiapkan semua nya sebelum wanita itu berubah pikiran lagi"


Ric mengangguk cepat, tidak salah ia membawa Karin ke rumah sang bos sekaligus sahabat nya.


Karena dengan begitu saat selesai makan malam bersama tadi, akhirnya Karin setuju untuk menikah dengan nya.


Dan kini tugas nya hanya lah tinggal memperkenalkan Karin kepada orang tua nya yang entah akan menerima wanita itu dalam keluarga mereka atau tidak.


Yang pasti Ric akan tetap menikahi Karin dan hidup bersama nya dan anak nya.


"Kalau begitu aku pamit pulang" Ric sedikit membungkuk sopan seperti yang biasa ia lakukan di dalam kantor.


"Hm, hati-hati" Sahut Barra.


Mobil Ric pun perlahan mulai meninggalkan pekarangan luas milik Barra hingga tak terlihat di balik tembok besar itu.


Tangan Barra yang sejak awal merangkul posesif pinggang Queen pun kini semakin bertambah hingga tubuh kedua nya tak mengizinkan angin lewat sedikit pun.


"Lelah?" Tanya Barra menyingkirkan anak rambut yang menutupi penglihatan Queen.


Queen menggeleng samar dan memeluk Barra. "Karin perempuan yang baik, berbicara dengan nya pun tidak sulit"


"Kesal kenapa?"


"Dia tidak izin pada ku terlebih dahulu kalau mau menitipkan wanita itu di sini" Dengus nya.


Queen pun terkekeh dan mendongak menatap wajah kesal Barra. "Awal nya aku juga kaget, tapi begitu melihat wajah frustasi Ric aku jadi mengerti"


"Kamu memang pengertian" Puji Barra yang hendak menyatukan bibir kedua nya.


Namun, gerakan Barra terhenti begitu mendengar pekikan seorang bocah laki-laki di pintu sana.


"Daddy ayo main robot!!"


"Astaga bocah itu.." Geram gemas Barra.


Tawa Queen pecah, sekilas wanita itu mengecup bibir Barra membuat Marvin kembali memekik.


"Astaga Mommy gigit bibir Daddy!"


Tawa Barra ikut pecah sebelum akhirnya pria itu menghampiri putra nya dan langsung menggendong nya.


"Lain kali kamu harus tutup mata, oke?!" Pinta Barra membuat Marvin berkedip bingung.


"Sudah lah, ayo kita main setelah nya kamu harus tidur!"


Marvin mengangguk cepat lalu menoleh ke arah Queen. "Ayo Mommy juga ikut main bersama Marvin dan Daddy!" Ajak nya.


Queen memasang ekspresi menimang-nimang permintaan Marvin membuat bocah itu merengek.


"Ih ayolah Mom, Marvin mau kita bermain bersama" Rengek nya.


"Tapi Mommy udah ngantuk lho" Jawab Queen yang menguap pura-pura.


"Yah.." Gumam kecewa Marvin.


"Bohong deh, ayo kita main hahaha"


...****************...


*


Up ke-tiga, utamakan memberi like agar author semangat di setiap bab nya ya!🥰