Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 66



'Hoeekk.. Hooeekk..'


Suara seseorang yang terus muntah itu sudah terjadi sekitar sepuluh menit lama nya. Namun rasa mual itu tak kunjung mereda padahal sudah tidak ada lagi yang di keluarkan dari mulut itu.


"Kamu sih, udah aku bilang kalau makan ga usah nungguin aku pulang. Sekarang asam lambung nya naik 'kan!" Omel Barra sedari tadi.


Bukan hanya mengomel saja, tetapi sejak awal pria itu terus memijat tengkuk Queen bahkan mengikat rambut sang istri agar tidak kotor dengan dasi nya yang semua sudah tersimpul rapih.


'Hooeekk.. Hooekk..'


Queen tak mampu menjawab, hal seperti ini lah yang selalu membuat nya salah paham.


Dimana asam lambung nya naik dan ia terus merasa mual hingga Queen mengira bahwa diri nya sudah hamil, padahal kenyataan nya tidak.


Tetapi kali ini ia tidak akan tertipu lagi, ia sudah pasrah dengan rasa mual yang tak asing ini karena beberapa malam sebelum nya ia selalu melewatkan makan malam.


"Mommy hikss.. Mommy kenapa.." Tanya terisak Marvin yang sejak tadi menarik-narik ujung baju Queen.


"Stt, tenang lah Marvin. Mommy baik-baik saja" Ujar Bi Dazy yang sedari tadi terus menenangkan nya.


"Daddy hikss.. Mommy.."


"Gapapa Boy, Mommy tidak bisa makan pedas jadi kamu tenang saja oke?" Jawab lembut Barra.


Ia bahkan mengabaikan tangis Marvin beberapa saat lalu saking khawatir nya dengan sang istri.


Mendapat jawaban dari Barra, Marvin pun sedikit tenang terlebih lagi saat melihat Queen yang mulai menegakkan tubuh nya dari wastafel dapur itu.


"Mommy hikss.." Marvin memeluk kaki Queen, bahkan Bi Dazy pun tidak mampu menahan nya.


"Mommy baik-baik saja, sayang. Berhenti menangis 'ya" Ucap lirih Queen mengusap kepala putra nya.


"Tapi Mommy tadi hikss.. Muntah-muntah hikss.."


Queen tersenyum tipis. "Pintar sekali anak Mommy sudah mengerti, tapi Mom beneran baik-baik aja"


Marvin mendongak, menatap wajah Queen dengan air mata berlinang. "Mommy ga bohong hikss..?"


"Nggak, Marvin. Mom baik-baik aja dan sekarang lebih baik kamu mandi tapi di bantu sama ibu dulu ya?"


Marvin menurut dan melepaskan pelukan nya pada kaki Queen. Menyeka air mata dengan tangan mungil nya. "Mommy jangan kemana-mana ya, di sini aja"


Queen mengangguk pelan. Mendapat anggukan seperti itu Marvin pun akhirnya berlalu bersama Bi Dazy ke kamar nya.


Menyisakan Barra dan Queen yang kembali memuntahkan entah apa yang ia muntahkan karena isi perut nya sudah terkuras.


'Hoeekk..'


"Baik-baik apa nya!" Celetuk nya lagi.


Barra benar-benar tak habis pikir dengan Queen yang masih saja nekat menunggu nya pulang kerja lalu makan bersama.


"Berhenti meledek ku, aku benar-benar mual dan pusing" Ucap lemas Queen setelah membasuh wajah nya.


"Baiklah dimana obat nya, kamu harus minum obat sekarang!"


"Di laci kamar" Jawab Queen.


Barra pun menuntun Queen untuk duduk di kursi pantry itu lalu merapihkan sisa-sisa rambut yang tidak terikat itu.


"Tunggu di sini!"


"Iya, om suami"


"Heh!" Mata Barra melotot tidak senang. Akhir-akhir ini Queen senang sekali memanggil nya dengan sebutan 'Om suami'


"Sana cepat" Usir Queen sebelum Barra kembali mengeluarkan ocehan nya.


"Awas aja ya nanti malam ga akan aku kasih waktu buat istirahat!" Ancam kejam Barra.


Queen terkekeh pelan dan memilih untuk mengabaikan Barra sampai akhirnya Kini pria itu mulai meninggalkan nya menuju kamar.


Baru saja merebahkan kepala nya di antara lipatan tangan nya, kini rasa nya perut Queen kembali seperti di aduk-aduk dan rasa mual kembali menyerang nya.


Dengan cepat Queen beranjak dan mendekati wastafel.


'Hooeekk..'


Menyesal? Jelas Queen menyesal jika sudah merasakan mual seperti ini. Tetapi salahkan Barra yang terus lembur padahal ia bos nya.


Kaki Queen sudah terasa begitu lemas, kepala nya semakin berdenyut sakit dan rasa mual itu tak kunjung berakhir.


Hingga perlahan pandangan nya memburam, sebisa mungkin tangan nya menahan bobot tubuh nya tetapi sayang pada akhirnya tubuh itu tumbang bersamaan dengan suara pekikan Barra.


"Honey!!"


...****************...