Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 63



"Daddy kenapa?"


Pertanyaan itu terus keluar dari sela bibir mungil Marvin saat melihat sang Daddy yang saat ini tengah berbaring dengan kepala yang berada di pangkuan Mommy nya.


Dan tak lupa, tangan Queen pun terus memijat kepala Barra bahkan sesekali memijat lengan keras itu.


"Daddy sedang tidak enak badan, Vin. Lebih baik sekarang kamu main sama ibu dulu 'ya?" Jawab Queen.


Padahal Marvin bertanya pada Barra, tetapi mata pria itu terus terpejam dan tubuh nya pun di bungkus oleh selimut.


"Huh.. Padahal Marvin sangat menunggu hari ini" Desah nya kecewa.


Queen mengernyit bingung. "Kenapa nunggu hari ini hum?"


"Hari ini kan Daddy libur kerja, jadi bisa main sama Marvin sampai malam. Tapi Daddy malah sakit"


Barra yang sejak tadi tertidur namun tidak pulas dan indra pendengaran nya terus menangkap obrolan itu pun seketika membuka mata nya.


"Dad--"


"Maafin Daddy, boy.." Potong serak Barra menghentikan ucapan Queen.


Marvin kembali terfokus pada wajah pucat itu laly mendekat dan mengusap pipi Barra. "Daddy beneran sakit?"


Barra mengangguk pelan dengan senyum tipis nya. "Tapi besok Daddy sudah sembuh kok, dan besok Daddy akan libur lagi untuk kamu"


"Benarkah?!" Pekik antusias Marvin yang langsung mendapat anggukan dari Barra. "Yeay,, sayang Daddy banyak-banyak!!" Seru nya.


Sedetik kemudian pria kecil itu langsung mengecup pipi Barra dan tersenyum hingga mata sipit nya menghilang di balik senyum itu.


"Kalau gitu Daddy harus cepat sembuh dan sekarang Marvin mau main sama ibu" Ujar nya sebelum pada akhirnya keluar dari kamar orang tua nya.


"Ibu pasti lelah menghadapi bocah aktif itu" Kekeh Queen.


"Sekarang tugas Bi Dazy hanya membantu mengurus Marvin, jadi dia tidak akan kelelahan" Sahut Barra yang berbalik menghadap perut Queen.


Tak menjawab, Queen pun menghela napas nya begitu panjang dan kembali melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda.


"Satu minggu tanpa Ric berat juga 'ya.." Gumam Barra.


"Kamu yang terlalu bergantung pada Ric, padahal kamu memiliki dua asisten"


"Aldo sudah mengurus banyak hal, dan hanya Ric lah yang lebih teliti walaupun tugas dia banyak"


Lagi-lagi Queen menghela napas nya. "Kan gara-gara kamu sakit aku harus menunda penyusunan skripsi ku"


Kini gantian, Barra lah yang mendengus dan menatap wajah Queen dari bawah. "Jadi ga ikhlas nih ngurusin aku?"


Memang benar, sejak Ric mengambil cuti Barra benar-benar sangat sibuk mengurus pekerjaan nya sendiri. Bahkan hingga tidak tidur selama lima hari berturut-turut.


"Huh, sudah lah lagi pula besok Ric akan masuk kembali" Dengus nya pasrah, kembali mendengarkan wajah nya pada perut rata Queen.


"Sebenarnya ada urusan apa sampai Ric mengambil cuti mendadak ini?"


"Dia menghamili anak orang" Jawab santai Barra.


"What?!" Pekik kaget Queen.


"Astaga berisik honey, kepala aku tambah pusing nih" Adu nya memijat kepala nya sendiri.


Queen yang tersadar pun mengantikan tangan Barra dan memijat kepala suami nya. "Kamu bercanda 'kan? Tidak mungkin Ric--"


"Aku menyuruh orang untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Ric karena mau bagaimana pun dia asisten ku, honey"


"Ja-jadi benar?" Barra mengangguk sebagai jawaban.


Diri nya pun sama shock nya seperti Queen saat mendapat laporan tentang Ric. Pasalnya pria itu terlewat kaku dan dingin jika berhadapan dengan seorang wanita dan tiba-tiba saja sudah menghamili wanita itu.


"Jangan-jangan karena malam itu.." Gumam Queen mengingat-ingat.


Barra yang sudah di ambang rasa ngantuk dan nyaman pun seketika kembali menatap Queen.


"Kenapa?"


Queen menunduk menatap wajah pucat Barra. "Malam itu saat mengantar kamu yang mabuk, aku melihat gelagat dia tidak seperti biasa nya. Dia juga tidak berani menatap ku lalu keringat nya sangat banyak" Jelas Queen.


"Obat perang-sang?" Gumam kedua nya secara bersamaan.


Mata sayu Barra membulat seketika, jadi bencana yang Ric alami karena nya?


Tentu nya benar, karena Ric menjaga diri nya dan mungkin hal kotor itu di lakukan agar Ric menjauh dari Barra saat di night club itu.


"Oh, shiit!" Maki pelan Barra menepuk kening nya. "Aku benar-benar membawa mu ke lubang hitam, Ric.." Lanjut nya dengan nada penuh rasa bersalah.


"Sudah, sekarang lebih baik tidur dan istirahat yang banyak supaya nanti kamu bisa bertanya langsung pada nya" Sela Queen.


...****************...


*


Hari ini author mau update tiga bab sekaligus, utamakan memberi like agar author semangat di setiap bab nya ya!🥰