Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 44



"Tepat saat aku dilahirkan, kedua orang tua wanita itu meninggal karena mengalami kecelakaan saat di perjalanan menuju rumah sakit" Barra menarik panjang napas nya, lalu menghembuskan nya begitu kasar. "Dan saham Daddy mengalami penurunan drastis hingga akhirnya bangkrut"


Queen hanya diam mendengar cerita Barra dengan serius. Bahkan sesekali wanita itu mengusap punggung tangan Barra.


"Sejak saat itu, wanita itu menganggap aku anak pembawa siall dan dia membenci kehadiran ku bahkan dia pernah berniat membunuh ku saat aku masih bayi"


Queen menggeleng tidak percaya. Ternyata menang benar, ada seorang ibu yang jahat pada darah daging nya sendiri!.


Wanita itu, adalah Arcy. Seorang ibu yang seharunya memberikan kasih sayang pada anak-anak nya namun itu tidak berlaku pada Barra.


Sedari kecil Barra di kucilkan oleh wanita itu. Bahkan yang mengurus Barra hingga besar pun salah satu pelayan kepercayaan Anton, sang Daddy yang setia bersama keluarga mereka.


"Masalah tidak berhenti sampai situ, wanita itu terus menyalahkan ku setiap terjadi masalah. Dia tidak segan-segan untuk memukul ku"


Queen tidak kuat lagi mendengar nya, bahkan untuk sekedar membalas tatapan kelam itu pun tak sanggup.


Hingga akhirnya Queen kembali memeluk tubuh Barra. Memeluk nya penuh kehangatan dan kasih sayang.


"Aku mengerti.. Aku mengerti sesakit apa kamu saat itu" Ucap lirih Queen.


Queen kira hanya diri nya lah anak paling sengsara di dunia ini setelah kepergian kedua orang tua nya. Ternyata Barra tak jauh berbeda, mungkin lebih menyakitkan saat di posisi Barra.


"Maka dari itu aku menyembunyikan hubungan kita, aku menyembunyikan mu begitu jauh sampai akhirnya sekarang aku berani hikss.." Isak pelan Barra.


"Aku berjanji untuk selalu di samping kamu, menemani kamu. Aku tidak akan menyia-nyiakan usaha mu selama ini"


Barra mengangguk pelan, membalas pelukan Queen tak kalah erat. "Wanita itu pasti akan kembali menganggu kita, aku mohon apapun yang terjadi tetap di samping aku"


"Aku berjanji, sayang"


Tak dapat di pungkiri, Queen memang benar-benar obat untuk Barra. Obat dari segala kepedihan dan rasa sakit nya.


Beberapa saat telah berlalu, isak tangis Barra tak lagi terdengar namun pria itu enggan untuk melepaskan pelukan nya atau sekedar mengangkat kepala nya.


"Sampai kapan mau begini terus? Kita belum makan siang lho" Ujar Queen dengan nada sedikit menggoda.


Mendusel pada dada Queen atau lebih tepat nya Barra mengelap sisa air mata nya pada baju Queen lalu pria itu mengangkat kepala nya.


"Ih.. Baju aku basah, jangan-jangan ada ingus kamu" Ucap Queen yang terdengar jijik.


"Sembarangan, ga ada ya!" Sahut cepat Barra dengan nada kesal nya. Pria itu juga mengusap kasar bagian bawah hidung nya.


Melihat respon Barra tawa Queen pun pecah. Wanita itu pun mencubit gemas hidung dan pipi Barra hingga membuat sang pemilik mengaduh kesakitan.


"Baby ihh sakit.." Adu Barra mengusap-usap pipi dan hidung nya yang memerah.


"Aaa baby sakitt..!!!" Rengek kesal Barra.


"Ututu,, bayi ku" Sahut manja Queen yang kembali membawa kepala Barra ke dalam dekapan nya.


"Kamu bayi ku!" Hardik tak terima Barra.


Bisa-bisa nya wanita mungil ini menyebut diri nya sebagai bayi? Apa dia tidak melihat otot kekar di lengan Barra, bahkan tubuh kekar Barra yang begitu menggoda?!


"Gapapa sayang, kamu boleh jadi bayi di hadapan ku. Tapi tidak di hadapan orang lain"


Sontak kepala Barra mendongak menatap Queen yang saat ini tengah menatap nya dengan tatapan lembut itu.


Ah, sejak kapan istri nya menjadi semanis ini? Dan netra mata yang semula selalu menunjukkan keraguan serta ketakutan.


Kini telah hilang, di ganti kan dengan tatapan lembut dan begitu menggoda di mata Barra.


"Cium boleh 'ga sih?" Gumam Barra yang ternyata di dengar oleh Queen.


"Humm, apa? Bayi ku ingin di cium?"


Barra menerjab, Queen benar-benar menganggap nya seorang bayi kah? Tetapi nada bicara itu kenapa terdengar begitu menggelitik dan membuat darah nya mendesir hebat?


Queen yang terkekeh melihat ekspresi Barra pun lantas memegang kedua pipi pria itu lalu melayangkan kecupan bertubi-tubi nya pada bibir Barra yang sedikit terbuka.


"Itu bukan cium sayang, tapi kecup" Ujar serak Barra.


"Memang nya siapa yang bilang aku akan berhenti sampai di sini?" Tanya Queen yang sedikit menyunggingkan senyuman nya.


Astaga ayolah, ada apa dengan Queen saat ini? Barra tidak menjamin jika ia akan bertahan dengan kelakuan dan sikap Queen.


Terlebih lagi saat Queen kembali menepelkan bibir kedua nya, bukan hanya sekedar menempel tetapi dnegan gerakan amatir nya Queen mulai menggerakkan bibir nya.


Mengh*sap dan mel*mat pelan bibir Barra secara bergantian meninggalkan keterkejutan pada sang pemilik bibir.


Lantas lidah Queen pun menerobos masuk membuat Barra langsung tersadar dari keterkejutan nya.


"Sudah memancing ku, jangan harap bisa lepas" Ucap Barra begitu Queen menghentikan gerakan amatir bibir nya.


Sedetik kemudian Barra langsung menarik tengkuk Queen, mel*mat habis bibir tipis itu yang kali ini di sambut begitu baik.


...****************...


Mohon dukungan nya kakak-kakak pembaca😘