Don'T Touch My Baby!

Don'T Touch My Baby!
Part 48



"Aku kerja nih" Ujar tak rela Barra.


"Ya udah sana"


"Aku berangkat sekarang nih"


"Astaga iya sana" Sahut geram Queen mendorong pelan punggung Barra agar memasuki mobil nya.


"Ih honey..!!"


"Kenapa lagi sih?"


Tanpa berkata-kata lagi Barra pun langsung mendekap tubuh mungil Queen yang beruntung nya saat ini lapangan universitas baru yang akan menjadi tempat belajar Queen masih cukup sepi.


"Aku ga rela ninggalin kamu di sini, nanti kalau kamu di godain sama pria lain gimana?" Rengek pelan Barra.


"Mana mungkin, aku tidak secantik itu sayang"


"Huh! Kamu cantik, sangat cantik"


Queen terkekeh sama seraya melepaskan perlahan dekapan Barra pada tubuh nya. Menatap raut memelas itu lalu Queen mengusap pelan rahang tegas tersebut.


"Tenang oke, aku tau batasan dan lagi pula sekarang kita bisa setiap hari bersama setelah aku selesai kuliah dan kamu selesai kerja. Tidak seperti sebelum nya"


Barra mengangguk pelan, sedikit khawatir pasalnya di universitas ini ia tidak bisa menempatkan bawahan nya karena orang luar tidak boleh masuk.


Jadi secara tidak langsung, ia tidak bisa mengetahui apa yang istri nya lakukan dan bersama siapa dia saat itu kecuali jika Barra mencari seorang mahasiswa yang bisa membantu nya mengawasi Queen.


"Mikirin apa? Udah sana berangkat, nanti terlambat lho" Ujar Queen membuyarkan lamunan Barra.


"Aku bos nya, jadi tidak--"


"Bos juga harus disiplin waktu, sayang" Gemas Queen mencubit hidung mancung itu.


Dengan sedikit tidak rela dan merasa tidak ingin jauh dari sang istri, pada akhirnya Barra harus tetap memasuki mobil dan melihat lambaian tangan sang istri di iringi senyum manis nya.


"Ah siall, senyum itu hanya milik ku!" Batin egois Barra. Ia sangat tidak ingin Queen menunjukkan senyum seperti itu di hadapan orang lain, apalagi seorang pria.


"Jalan!" Titah Barra pada sang sopir.


Mobil pun berjalan meninggalkan lapangan luas yang mulai di padati para mahasiswa yang berdatangan.


"Huuft.." Queen menghela napas nya begitu panjang dengan mata yang menatap gedung-gedung universitas itu. "Ayo semangat Queen!"


*


"Cari seorang mahasiswa di jurusan yang sama seperti Queen dan pastikan dia sedang membutuhkan uang, Ric" Titah Barra pada sang asisten di depan nya.


"Seperti biasa, tuan?" Tanya Ric memastikan.


Barra mengangguk, memang sebelumnya saat Queen belajar di USA. Pria itu selalu mencari seorang mahasiswa di jurusan dan kelas yang sama seperti Queen untuk memantau Queen.


Tentu nya dengan bayaran yang cukup tinggi dan tugas mahasiswa itu hanya perlu melaporkan apa yang Queen lakukan.


"Baik tuan, ada lagi?"


"Itu saja, dan selanjutnya bagaimana dengan perkembangan pembangunan itu?"


"Hum bagus, tinggal tunggu saja amukan dari ratu tikus itu saat mengetahui kacung-kacung nya sudah menderita" Kekeh Barra mengusap pelan bibir nya.


"Sejauh ini nyonya Arcy memang sudah mengetahui bahwa para bawahan nya telah di keluarkan dari perusahaan ini dan cabang lain nya. Tetapi dia belum mengetahui kondisi yang sebenarnya"


"Terus pantau apa yang dia lakukan, jangan sampai dia menemui istri ku apalagi melukai nya"


"Baik tuan"


*


*


"Queen?"


Queen yang sedang berjalan di lorong universitas itu guna mencari ruang dekan, seketika menoleh saat suara seorang pria memanggil nya.


"Kak Kean!" Pekik nya kaget, bahkan wanita itu menutup mulut nya tidak percaya saat melihat sosok malaikat dalam hidup nya sebelum bertemu dengan Barra.


"Astaga ini benar kamu, Queen?" Ujar tak percaya Kean.


Queen mengangguk cepat. "Ini aku, kak"


Seketika Kean langsung memeluk tubuh Queen, wanita yang selama ini ia rindukan dan menghilang begitu saja sejak terakhir kali ia mencoba membawa kabur Queen dari rumah Barra saat itu.


"Kamu kemana aja Queen? Aku sangat merindukan mu, kamu menghilang begitu saja" Celoteh Kean begitu Queen mengurai pelukan nya.


"Emm maaf kak, sebelum nya Queen tinggal di USA selama beberapa waktu dan Queen baru kembali lagi ke sini"


"Pantas saja aku tidak menemukan mu!"


Queen terkekeh pelan mendengar ucapan pria di hadapan nya. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Kean dan terselip rasa rindu untuk pria yang ia anggap sebagai kakak nya ini.


"Kakak kenapa ada di sini?"


"Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu ada di sini?"


"Aku kuliah di sini kak"


"Hah? Kuliah? Sejak kapan?" Beo Kean.


"Hari ini baru masuk sih, soalnya aku pindahan" Jawab Queen dengan tawa ringan nya.


"Astaga, pantas saja aku baru melihat mu"


"Kakak kuliah juga?" Tanya Queen dengan raut bingung nya.


"Ck, aku dosen di sini. Queen" Decak sebal Kean.


"Oh astaga, aku sedang berbicara dengan pak dosen" Pelik kaget Queen dengan ekspresi menggemaskan nya.


"Siall, dia tidak berubah!"


...****************...