
Bi Dazy kembali memfokuskan pandangan nya pada sang nona di sebelah nya begitu mata nya selesai menangkap sosok pria di hadapan nya.
"Ayo Queen, nanti Ibu saja yang bertanya" Ajak Bi Dazy bersiap menuntun Queen untuk kembali berjalan.
Namun sebelum itu langkah mereka terhenti kala pria yang sempat bertabrakan dengan Queen itu menghentikan langkah mereka.
"Maaf sebelum nya, seperti nya aku baru melihat kalian di sini. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tawar pria itu menatap Bi Dazy dan Queen secara bergantian.
Sesaat Queen menatap pria itu lalu beralih menatap Bi Dazy.
"Ibu saja yang bertanya" Ujar Bi Dazy yang bersiap mengeluarkan pertanyaan nya, tetapi Queen menggenggam tangan nya.
"Qu-queen saja" Cegah Queen dengan rasa gugup nya.
"Sudah tidak apa-apa, Ibu saja yang bertanya" Sahut tak mau kalah Bi Dazy karena takut kejadian sebelum nya terulang.
Queen menggeleng, ia ngin mencoba nya lagi hingga akhirnya Bi Dazy pun mengangguk.
"Emm.. Maaf, a-aku ingin bertanya dimana ruangan dekan?" Tanya gugup Queen menatap ragu pria di hadapan nya.
"Ah, kalian mencari ruang dekan? Mahasiswi baru?" Sahut pria itu dengan nada ramah nya.
Napas Queen yang sebelum nya terasa tercekat kini akhirnya wanita itu bisa menghela napas lega, setelah nya Queen mengangguk dengan senyum tipis nya.
"Ayo biar aku antarkan ke ruang dekan"
"Tidak, maksud nya aku tidak ingin merepotkan mu. Kamu cukup memberitahu arah nya saja" Jawab cepat Queen.
"Jalan nya berbelok-belok dan di dalam sana banyak lorong kelas. Takut nya nanti kamu tidak dapat menemukan nya, lagi pula aku tidak masalah jika harus mengantar kalian"
Sesaat Queen menatap Bi Dazy di sebelah nya, sampai akhirnya Bi Dazy yang mengerti pun mengangguk setuju dari pada mereka tersesat dan bertemu orang-orang sombong lagi.
"Apa tidak merepotkan mu?" Tanya Queen tak enak.
Pria itu terkekeh lalu menggeleng. "Tenang saja jam kuliah ku masih setengah jam lagi, jadi tidak masalah" Ucap nya.
Queen tersenyum tipis, syukurlah setelah bertemu para wanita sombong dan ketus sebelum nya kini Queen bertemu dengan pria baik yang tidak sengaja ia tabrak.
"Perkenalkan aku Maxime. Kamu bisa memanggil ku, Max" Pria yang diketahui bermana Maxime itu mengulurkan tangan nya.
Queen ragu untuk membalas uluran tangan itu tetapi pada akhirnya Queen membalas nya namun hanya sebentar.
"Aku Queen"
"Nama yang indah" Gumam Max tersenyum tipis. "Baiklah ayo" Lanjut nya.
Ketiga nya pun berjalan, sesekali Queen mengedarkan pandangan nya menatap setiap kelas yang ia lewati dengan tatapan penuh binar nya.
Setelah beberapa saat berjalan dan memang benar, arah ke ruang dekan itu harus melewati beberapa lorong yang tentu nya harus berbelok-belok. Kini mereka telah berdiri tepat di sebuah pintu.
"Ini ruangan nya, apa perlu aku antar ke dalam?" Tawar Max dengan nada bercanda nya.
"Ti-tidak perlu, dan terimakasih telah mengantar ku" Sahur cepat Queen dengan kepala menggeleng pelan.
Melihat itu entah kenapa Max malah terkekeh pelan, sampai akhirnya Max menatap kedua wanita itu secara bergantian.
"Baiklah aku pamit duluan Queen, tante" Pamit Max yang langsung mendapat anggukan dari kedua wanita itu.
Setelah melihat Max sudah menjauh dari mereka lantas Bi Dazy pun memegang kedua bahu Queen agar menatap dirinya.
"Kenapa Bu?" Tanya bingung Queen.
Queen tersenyum seraya mengangguk, tangan nya mengusap pelan lengan Bi Dazy. "Iya Ibu, Queen akan berhati-hati dan Queen akan mengingat pesan kak Barra"
Ada sedikit rasa khawatir dan tidak tenang di dalam diri Bi Dazy, namun ia tidak bisa selalu di sisi Queen di saat seperti ini.
Mau bagaimana pun Queen harus mulai belajar menghadapi dunia luar sebelum ia bertemu dengan dokter psikoterapi nya.
"Ayo masuk, nanti Queen ketinggalan kelas nya lho" Ajak Bi Dazy yang langsung mendapat anggukan dari Queen.
Bi Dazy pun mengetuk pintu tersebut hingga akhirnya suara pria di dalam sana yang menyuruh nya masuk baru lah kedua nya masuk.
.
.
"Huuft.. Ayo Queen semangat, jangan gugup" Gumam Queen pada diri nya sendiri serata mengikuti langkah dosen wanita di depan nya.
"Jangan gugup Queen, mereka tidak mengigit mu"
Mendengar itu sontak mulut Queen yang sebelum nya terus bergumam menyemangati diri nya kini langsung bungkam.
"Emm.. I-iya Miss, hehe" Sahut gugup Queen dengan kekehan canggung nya.
Kedua nya terus melangkah menuju kelas, walau pun sebenarnya Queen sangat amat gugup namun ia harus bisa melawan nya.
Bi Dazy sudah tidak ada di sisi nya karena wanita paruh baya itu telah pulang setelah berbincang dengan dekan universitas tersebut.
Queen berdiri mematung dengan tangan yang meremat buku saat dirinya sudah berdiri tepat di samping meja sang dosen atau lebih tepat nya di hadapan para teman-teman baru nya yang kini tengah menatap diri nya.
"Boleh Miss meminta waktu nya?" Ujar Miss Renatha
"Boleh Miss" Sahut serempak para mahasiswa tersebut.
"Hari ini kalian mempunyai teman baru, Miss harap kalian bisa berteman dengan baik" Ujar Miss Renatha sebelum akhirnya wanita itu menoleh menatap Queen.
"Ayo Queen perkenalkan diri mu"
Queen mengangguk pelan, menarik napas nya beberapa kali sebelum akhirnya ia mengangkat pandangan nya.
"Hai semua, perkenalkan aku Queen Agatha" Sapa singkat Queen menekan rasa gugup nya.
Sontak mendengar suara Queen serta wajah cantik nan imut itu para pria di kelas itu menjadi ricuh dan mulai bertanya-tanya. Jangan salahkan tingkah mereka yang seperti murid sekolah dasar tetapi siapa yang tidak heboh saat melihat paras Queen yang mengundang kericuhan itu.
"Tenang lah tenang, kalian bisa bertanya nanti karena hari ini Miss akan membahas materi untuk ujian harian minggu depan!" Tegas Miss Renatha yang membuat para mahasiswa seketika diam.
"Queen, silahkan duduk" Ujar Miss Renatha.
Queen mengangguk dan mulai mengedarkan pandangan nya, jujur ia sangat bingung harus duduk di sebelah mana, terlebih lagi kursi tersebut bukan lah kursi seperti di sekolah nya dulu.
"Queen!" Panggil seseorang membuat mata Queen langsung mencari asal suara itu.
Di pojok sana terlihat seorang pria melambaikan tangan nya, Queen pun menajamkan pengelihatan nya dan mata nya pub menangkap sosok pria yang sebelum nya mengantarkan dia ke ruang dekan.
"Max.." Gumam Queen.
"Sini, duduk di sebelah ku" Ujar Max berhasil membuat mata para mahasiswa menatap kedua nya secara bergantian.
...****************...