Desmos

Desmos
Chapter 9



Han-Joo "kenapa kalian yang bawa pizza nya?" /kaget mendapati Dokja dan Sejun yang membawa pizza bukannya orang yang biasa pengantar pizza.


Sejun "kami kebetulan ketemu didepan." /langsung masuk rumah.


Dojka "aku tanya itu pizza untuk siapa dia bilang ini pizza atas nama mu, aku bayar dam membawanya?" /cengar-cengir.


Han-Joo "bukankah itu tidak boleh!" /heran.


Dokja "awalnya memang tidak boleh, tapi kalo kak Sejun yang bicara semua pasti bisa, kan?!" /mengigat betapa seramnya Sejun.


Han-Joo "ah...benar juga!" /ikut membayangkan Petapa takutnya pengantar pizza itu.


Sejun "woi.... Han-Joo kenapa Jae-Hee bisa tidur di sini?" /menaruh tas dan jaketnya di meja.


Dokja "tumben tidur di ruang tamu gak seperti biasanya." /menatap Jae-Hee.


Han-Joo "oh...itu tadi ada masalah, itu sebabnya Jae-Hee tidur di situ." /mengambil pizza yang dibawa Dokja.


Sejun "aku akan membawa Jae-Hee ke kamarnya, kau nanti harus jelaskan ada apa?" /Tatapan dingin yang tajam ke Han-Joo.


Han-Joo "baiklah..." /merasa takut.


Sejun "ya ampun, kenapa kamu tidur di sini, hmmm...."/menggendong Jae-Hee ke kamar dengan hati-hati.


Sesampainya dikamar Jae-Hee yang gelab Sejun meletakkan Jae-Hee di kasur dan menyelimuti Jae-Hee. Di sana Sejun terus menatap Jae-Hee.


Sejun "sudah lama sekali sejak terakhir kali melihatnya tidur pulas seperti ini." /menyingkirkan rambut yang menempel di wajah Jae-Hee.


Sejun "kau ini benar-benar ceroboh ya, bagaimana bisa kamu tidur di sofa, kalo kamu masuk angin gimana." /mencubit pipi Jae-Hee dan tersenyum kalem.


Sejun terus mengamati Jae-Hee, Sejun menyentuh mata, hidung, dan bibir Jae-Hee.


Sejun terhenti di bibir Jae-Hee.


Sejun "sangat lembut, apa biasanya bibirmu memang selembut ini...." /perlahan mendekat.


Sejun "apa rasanya memanggang hangat dan kenyal..." /semakin mendekat.


Tanpa Sejun sadari di sudah semakin dekat dengan Jae-Hee, bibir mereka semakin dekat , tak sengaja Jae-Hee merengek berpindah posisi. Seketika Sejun sadar dengan apa yang dilakukan nya, Sejun langsung menjauh dari Jae-Hee dan dduduk disampingnya.


Sejun "aku benar-benar sudah mulai gila!" /memegang kepalanya dengan kedua tangan.


Sejun langsung berdiri dan pergi dari kamar Jae-Hee, kembali ke ruang tamu. Di sana Shinwo yang terlihat baru datang.


Sejun "apa kau sudah lama datangnya?" /berjalan duduk di sofa.


Shinwo "em...aku baru saja datang, aku akan Janti baju dulu sebentar." /naik ke atas.


Han-Joo "apa Jae-Hee masih tidur? Apa perlu aku bangunkan untuk makan?" /melihat ke atas.


Sejun "tidak perlu biarkan saja Jae-Hee tidur."


/memakan pizza.


Han-Joo "mana kak Suk-Joo?" /mengambil minuman kaleng di kulkas.


Dokja "ah...benar juga kak Suk-Joo masih di rumah sakit ya?" /makan corndong.


Han-Joo "aneh, bukankah tadi kakak pulang baneng dengan kak Sejun pasti tau kan kenapa kak Suk-Joo gak ada?!" /meletakkan minuman.


Dokja "aku beneran gak tau, karena aku bertemu kak Sejun gak jauh dari halte bus." /ngotot.


Han-Joo "benarkah..?" /curiga.


Dokja "iya benar aku gak bohong." /Ngotot.


Sejun "dia akan berada di sana sepanjang hari dan sepanjang malam ketika ada pasien." /tenang.


Dokja "benar kah kasian kak Suk-Joo dia benar-benar sibuk." /sambil makan.


Sejun "bahkan kadang mungkin mulai sekarang dia tidak akan pulang ke rumah sama sekali." /mengambil minuman dan meminumnya.


Han-Joo "apa kita perlu membawakan pakaian bersih untuk kak Suk-Joo." /merasa kasihan.


Sejun "tenang saja dia akan mengabari jika tau kalo dia tidak pulang." /lanjut makan.


Shinwo kembali lagi setelah berganti baju.


Dokja "kami sedang Bidara tentang kak Suk-Joo yang akan sibuk mulai sekarang."


Shinwo "lalu Jae-Hee?"


Han-Joo "dia tertidur karena capek."


Shinwo "lalu apa yang terjadi? Kenapa kau tadi bilang ingin menghibur Jae-Hee?"


Sejun "memang ada dengan nya?" /berhenti makan.


Han-Joo langsung menceritakan apa yang terjadi dengan Jae-Hee yah itu memang sedikit menjengkelkan bagi Shinwo dan Dokja, tapi apa yang di alami oleh Jae-Hee mereka tidak bisa ikut campur karna itulah mereka tambah kesal.


Sejun "biarkan saja." /tegas.


"Apa?"/mereka bertiga serentak.


Han-Joo "kakak apa maksudmu tadi...! kenapa kita harus membiarkan Jae-Hee. Bagaimana kalo dia di kucilkan."


Shinwo "apa yang dikatakan Hanjoo benar kak." /dingin.


Dokja "Hanjoo, Shinwo tenanglah kalian berdua, kak Sejun pasti ada alasannya."


/memegang kelapanya karena pusing."Jadi Sejun apa maksud mu dengan (biarkan saja)" /melirik Sejun.


Sejun "saat ini Jae-Hee terlalu terobsesi dengan keinginannya yang memiliki teman, tapi Jae-Hee masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk saja sudah bagus. Kita akan biarkan dia sambil mengawasinya, kita jangan terlalu ikut campur dalam urusan ya atau Jae-Hee akan membenci kita."/menjelaskan dengan santai.


Dokja "sepertinya kita harus memberikan sedikit kepercayaan kita kepada Jae-Hee untuk masalah ini."


Shinwo "wah....aku gak tau kalau kak Dokja bisa berpikir bijak!" /meledek.


Dokja "apa emang kau pikir aku ini apa?!" /mulai ribut.


Shinwo "seseorang yang b*re***ek, yang suka mainin banyak cewek!" /ekspresi jijik.


Dokja "apa! Dasar bocah!"/mulai kesal.


Mereka akhirnya memakan makanannya dan hanya menyisakan topokki untuk Jae-Hee.


Keesokan harinya di kamar Jae-Hee.


Jae-Hee "hm....jam berapa sekarang?!" /menggosok mata lalu melihat jam.


Jae-Hee "ya ampun, kenapa jam segini kak gak bangunin aku!" /langsung bangun dari tempat tidur.


Jae-Hee langsung ke meja belajar untuk menyiapkan buku pelajaran hari ini tapi saat dia lihat kalender, Jae-Hee barusadar kalo hari ini hari libur, Jae-Hee merasa bahwa dirinya sedikit norak, yang lainnya sudah pada turun kebawah...


Dokja "yaaa....kalian sedang apa?" /tertawa melihat Shinwo dan Han-Joo berbaring di lantai.


Han-Joo "kami sedang mendinginkan badan apa kau mau ikut?" /melihat Dokja.


Sejun "apa kalian ada yang ingin makan sesuatu?" /mencari sesuatu yang bisa di makan didapur.


Shinwo "aku ingin makan es krim..." /Mulai tengkurap.


Han-Joo "kak Sejun, aku ingin makan semangka!" /memelas.


Dokja "bagaimana jika kita ke pantai?!" /ikut berbaring di lantai.


Jae-Hee "apa? Pantai? Kapan?" /baru datang.


Han-Joo "oh...Jae-Hee selamat pagi..." /kepanasan.


Dokja "pagi, sayang." /langsung duduk


Shinwo "pagi Jae-Hee......" hanya lihat Jae-Hee.


Jae-Hee "eh...pagi kak, apa benar kita mau ke pantai.?" /jongkok di depan Shinwo.


Sejun "jika kalian mau kita bisa ke pantai." /mendapatkan sesuatu untuk di makan.


"Serius..." Mereka mulai semangat karna akan pergi ke pantai, dan langsung pergi ke kamar mereka masing masing untuk menyiapkan barang apa aja yang akan di bawa ke pantai nanti.


Sejun "aku bah kan belum selesai ngomong, kalo kita akan ke pantai saat Suk-Joo sudah kembali." /santai da. Melanjutkan menghangatkan makanan.