Desmos

Desmos
Chapter 19



Saat itu Yoona sudah selesai mengganti pakaiannya, Yoona mengenakan hoodie berwarna putih dan celana jins pendek dengan rambut terikat.


Jae-Hee "Yoona, aku baru ingat kalo pas kita ketemu kemarin lusa matamu berwarna coklat!" / Baru ingat saat melihat lensa kontak yang ada di atas meja rias Yoona.


Yoona "saat itu aku pakai lensa, kalo yang ini asli warna mataku!" /duduk di depan Jae-Hee.


Jae-Hee "tapi, terserah lah mau pakai atau tidak kau tetaplah kau."


Jae-Hee "ngomong-ngomong Yoona, kau terlihat cantik jika mengikat rambutmu dan melepas kacamatamu." /tersenyum memperhatikan Yoona.


Yoona "aku tau itu!" /Datar.


Jae-Hee "Yaaa..., Seharusnya di saat seperti ini kau harus bilang, *terima kasih, kau juga cantik Jae-Hee* kepada ku tau!" /merasa kesal.


Yoona "kenapa aku harus berkata seperti itu?!" /masih tidak mengerti.


Jae-Hee "yah, karena itu biasa yang anak perempuan katakan." /memikirkan ulang.


Yoona "tapi aku tidak sama dengan mereka, jadi kenapa aku harus berkata seperti mereka?!" /tegas.


Jae-Hee "ah..benar juga kau kan berbeda dari mereka." /baru sadar.


Saat itu Jung-Sik mengetuk pintu kamar Yoona dan langsung membukanya sendiri...


Jung-Sik "paman yang menyuruh ku mengantarkan nya padamu." /masuk dan duduk meletakkan dessert dan minuman di meja.


Yoona "apa sudah selesai?!" /melihat Jung-Sik yang masih duduk tak kunjung pergi.


Jung-Sik "apa kau baru saja mengusir ku?" /pura-pura syok.


Yoona "jangan banyak akting, dan cepat keluar dari kamarku!" /mulai kesal.


Jung-Sik "baiklah-baiklah, aku akan keluar tapi paman tadi menyuruh mu turun!" /Sambil senyum.


Yoona "ada apa?!" /Penasaran.


Jung-Sik "tidak tahu? lebih baik kau temui saja paman." /meangkat bahu.


Yoona /berdiri. "Jae-Hee aku ke bawah dulu sebentar, aku akan kembali." /berjalan ke pintu.


Jae-Hee "eng... baiklah." /melihat Yoona yang pergi.


Yoona "dan kau jangan macam-macam!" /melotot ke Jung-Sik.


Jung-Sik "apa! Aku tidak dengar!" /pura-pura tidak dengarkan.


Yoona "huuf..., Kakak tolong jangan berbuat yang aneh-aneh kepada Jae-Hee selama aku tidak ada!!" /menutup pintu dan pergi.


Jung-Sik "baik......!" /tersenyum.


Suasana mereka terasa canggung saat Yoona meninggalkan mereka, Jae-Hee sempat memandang Jung-Sik namun kembali mealihkan pandanganya ketempat lain, hingga Jung-Sik memulai pembicaraan.


Jung-Sik "apa kau tau, jika kau adalah teman pertamanya yang di bawa kemari?"


Jae-Hee "heh...?!" /kembali menatap Jung-Sik.


Jung-Sik "Yoona itu, anak yang tidak dapat mengontrol ekspresi wajah sesuai dengan emosi..." /melihat Jae-Hee dan tersenyum.


Jung-Sik "tapi, sebagai gantinya di mengutarakan apa yang dia rasakan dengan kata-kata....."


Jung-Sik "terkadang kata-katanya dapat menyadarkan kita, dan menjalankan kehidupan yang lebih baik!"


Jae-Hee ("ah benar...") /mengigat kembali saat pertama kali berbicara dengan Yoona.


Jae-Hee "anu, bolehkah aku memanggil mu dengan sebutan Sunbae!" /gugup.


(Sunbae: Senior)


Jung-Sik "hah...hahaha...., Maaf aku hanya penasaran kenapa dari tadi kau tidak berbicara, ternyata kau hanya bingung untuk memanggilku saja?" /senyum.


Jae-Hee "ah.....iya" /merasa malu.


Jung-Sik "jika kau mau kau bisa memanggilku oppa!" /mulai menjahili Jae-Hee.


Jae-Hee "he...ha....ng....itu..." /merasa malu.


Tidak tau sejak kapan Yoona membuka pintu kamar dan mendengar pembicaraan Jung-Sik dari dia menyuruh haejee untuk memanggilnya "oppa" dan sedang menjahili Jae-Hee, Yoona merasa sangat kesal dan langsung memukul kepala Jung-Sik dengan keras saat dia sedang tertawa menghadap Jae-Hee.


Jung-Sik /langsung berlutut di depan Yoona. "Maafkan aku!" /merasa bersalah.


Akhirnya Yoona menyuruh Jung-Sik keluar dari kamarnya, dan memperingatkan untuk tidak dekat-dekat dengan kamarnya saat Jae-Hee ada di sini.


Yoona "apakah dia mengatakan sesuatu yang aneh lagi lainnya?" /kembali duduk.


Jae-Hee "ah...tidak ada, kami hanya membicarakan soal panggilan saja." /cengar-cengir.


Hingga ponsel Jae-Hee berdering....


Yoona "siapa?"


Jae-Hee /mengambil ponsel dan melihat layar. "Ah...itu, dari kakakku!" /berdiri.


Yoona "bukankah kau sudah memberi tahu mereka lewat pesan?!" /curiga.


Jae-Hee "ah iya, benar mungkin dia menelpon untuk urusan lain, hehe..." /cengar-cengir.


Jae-Hee "aku angkat dulu sebentar ya?!" /panik.


Yoona "baiklah..." /masih curiga.


Jae-Hee meangkat ponselnya sedikit jauh dari Yoona hampir mendekati jendela kamar Yoona, karena merasa tidak nyaman Yoona pun ikut bergeser menjauh dari Jae-Hee, agar dia merasa lebih nyaman.


Jae-Hee "hallo, ada apa kak?" /berbisik.


Suk-Joo "Jae-Hee kenapa suaramu seperti sedang berbisik?"


Jae-Hee "apa?! enggak kok mungkin ini perasaan kak Suk-Joo aja, heheh.." /cengar-cengir.


Suk-Joo "oh, baiklah aku hanya menghubungimu untuk bertanya kapan kau akan pulang?"


Jae-Hee "aku akan pulang sebelum makan malam." /tegas.


Suk-Joo "oh, ng...., Baiklah kalo gitu, kau ingin makan apa?"


Jae-Hee "apa aja, semua yang Kakak masak selalu enak."


Suk-Joo "baiklah, bersenang-senang lah kau dengan Yoona."


Jae-Hee "em.., makasih kak dah" /mengakhiri telpon.


Yoona "apa yang terjadi?!" /menatap Jae-Hee.


Jae-Hee "ah...itu ternyata kakakku hanya bertanya kapan aku akan pulang." /berjalan dan duduk di depan Yoona.


Yoona "syukurlah kalo gitu, aku pikir ada apa." /merasa lega.


Yoona "bagaimana kalo kita main video game, atau kau ingin nonton film."


Jae-Hee "bagaimana kalo kita nonton saja, ada flim yang ingin aku tonton." /senyum.


Yoona "baiklah film apa yang aku inginkan?!"


Mereka pun memutuskan untuk nonton film, sedangkan itu, Suk-Joo berpikir keras untuk menu makan malam nanti. Dan kebetulan Shinwo dan Han-Joo datang menghampiri Suk-Joo setelah berganti pakaian.


Han-Joo "apa kakak sudah menghubungi Jae-Hee?" /Duduk di sofa.


Sedangkan Shinwo berjalan ke dapur untuk minum dan mengambil cemilan untuk dirinya dan Han-Joo.


Suk-Joo "sudah..." /berjalan ke dapur.


Han-Joo "apa katanya?" /terus memperhatikan Suk-Joo.


Suk-Joo /memeriksa bahan di dapur. "Dia bilang akan pulang sebelum makan malam."


Shinwo "apa Kakak yang akan masak?" /memberikan Han-Joo buah dan duduk di sampingnya.


Suk-Joo "tentu, ngomong ngomong bisakah kalian belanja sebentar!" /melihat kearah mereka.


Shinwo "kenapa?" /langsung menoleh.


Suk-Joo "kenapa! bagaimana bisa, selama aku sibuk di rumah sakit, kalian membiarkan kulkas dan dapur kosong. Hanya ada banyak cemilan dan makan cepat saji saja, sebenarnya ada apa di sini selama aku pergi, HaH...!!!" /mulai marah.