
Tak berselang lama Han-Joo datang sendirian dengan terengah-engah karena berlari.
Han-Joo "maaf, lamanya adek nunggu nya?!" /Sambil mengusap keringat.
Jae-Hee /celingak-celinguk melihat belakang Han-Joo. "Kakak, dimana kak Shinwo?" /Menatap Han-Joo.
"Kak Shinwo tidak akan datang." /Mengatur napas.
"Kenapa?!"
Han-Joo "kakak bilang jika pelajarannya bertambah dan dia akan makan siang di kelas, kak Shinwo sudah kelas 3 sebentar lagi kakak sudah lulus kan jadi sekarang dia sibuk."
"Hemmm....., Benar juga." /Cengar-cengir.
Yoona "kalo sudah, bisakah kita juga makan siang?!" /Mengeluarkan kunci dengan ekspresi datar.
Jae-Hee "ayo, lagian aku juga sudah lapar." /mengikuti Yoona setelah Yoona membuka pintu.
Setelah sudah selesai makan siang mereka pun cepat-cepat kembali ke kelas karna menuggu Han-Joo mereka jadi tidak memiliki banyak waktu istirahatnya, saat Jae-Hee dan Yoona tiba di kelas semuanya berjalan lancar hingga bel berbunyi dan pak guru Lee datang untuk memulai kelas selanjutnya namun pak Lee tidak kunjung memulai pelajaran dan terus melihat bagian belakang.
"Apa ada yang tau dimana Jun-Yeon sekarang?" /Melihat para siswa lainnya.
Serempak seisi kelas menoleh ke belakang kecuali Yoona dan menggeleng-gelengkan kepalanya ada yang bilang jika dia tiba-tiba keluar kelas dengan buru-buru dan ada juga yang melihat Jun-Yeon pergi ke taman.
"Hem..., Kalo gitu, ketua kelas bisakah kamu mencarinya mungkin dia tersesat." /Khawatir.
Baru saja membicarakannya dan ketua kelas berdiri Jun-Yeon terlihat di depan pintu dan membuka pintu secara pelan, dia pun berjalan masuk kelas sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf saya terlambat, saya tadi sempat tersesat." /Ekspresi wajah seperti ingin menangis.
"Tidak papa, selama kau baik-baik saja dan kembali ke kelas. Duduklah pelajaran akan segera di mulai." /Mulai membuka buku.
Jun-Yeon pun berjalan ketempat duduknya dan pelajaran dimulai, setelah jam sekolah berakhir dan saat pulang sekolah seperti biasa Jae-Hee dan Yoona pulang pulang bersama hingga di halte bus.
Jae-Hee "hah....." /Lesu dalam sepanjang perjalanan menuju halte.
"Ada apa?" /Sudah menyadari sejak keluar kelas namun baru tanya sekarang karna malas.
"Itu...., Bukankah tadi kita tidak sempat cerita tentang liburan kita masing-masing." /Merengek.
"Kan masih ada hari besok, kau bisa ceritakan semuanya padaku besok, aku akan dengan suka rela mendengarkan semua ocehan mu nanti." /Santai.
"Jahat, padahal aku sudah sejak pagi tidak sabar ingin kau mengetahui tentang liburanku. Lagian aku juga akan mendengarkan ceritamu nanti." /Menggerutu.
"Tidak, kau tidak perlu memaksakan diri jika tidak ingin mendengarkan bagaimana liburanku." /Tatapan terbebani.
"Yah, Yoona bukankah kau terlalu jahat kepadaku?" /Ingin menangis.
"Baiklah-baiklah, terserah kau saja." /Gak tega.
"Aaa, Yoona kenapa kau seperti terpaksa gitu! Apa aku terlalu memaksamu?"
"Tidak!" /Datar.
"Aaa, benar sepertinya aku memaksamu!"
"Cih, aku bilang tidak!" /Mulai kesal.
Mereka akhirnya melakukan seperti itu terus hingga mereka sampai di halte, setelah sampai Jae-Hee baru bisa diam dan menuggu dengan tenaga disana bersama Yoona.
Yoona "ah, benar Jae-Hee aku membeli beberapa oleh-oleh untuk mu." /Baru ingat.
"Em, aku akan membawanya ke rumahmu nanti, jadi kau bisa sekalian bercerita sesukamu." /Santai.
"Tapi, bukankah jarak antara rumahmu dan rumahku itu jauh, bagaimana jika kau sekalian menginap di rumahku malam ini?!" /Merasa senang.
"Em, aku harus meminta izin sama pamanku, akan aku kabari lagi jika paman memperoleh kan nya." /Masih memikirkannya.
"Baiklah, tapi kasih tau aku secepatnya agar aku bisa mempersiapkannya nanti saat kau datang." /Senyum.
Tak berapa lama bus Yoona pun datang.....
"Kalo gitu aku pergi dulu!" /Naik ke bus.
"Dah, jangan lupa langsung kasih tau aku jika pamanmu memperbolehkan mu menginap." /Melambaikan tangan.
Yoona hanya meanggukkan kepalanya dan busnya pun berangkat setelah sampai di rumah Yoona langsung disambut oleh Jung-Heon yang sedang membersihkan cafe.
Jung-Heon "kau baru pulang? Apa kau ingin makan? Bagaimana harimu di sekolah? Apa menyenangkan?!" /Senyum.
Yoona "di mana Paman?" /Berjalan ke dapur.
"Paman tidak ada di sini dia sedang keluar, aku juga tidak tau dimana." /Lanjut membersikan.
"Kalo gitu kasih tau paman jika dia sudah kembali aku akan menginap malam ini ke tempat Jae-Hee." / Diam di depan pintu dapur.
"Kalo itu kau sendiri yang harus memberi tau nya." /Menghentikan kerjaannya dan melihat Yoona.
"Hah, baiklah!" /Mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada paman.
Tak berselang lama pesan Yoona pun di balas oleh paman dan Yoona menunjukkannya ke Jung-Heon, jika paman telah memperbolehkan nya menginap di rumah Jae-Hee.
"Kalo gitu biar Jung-Sik yang mengantar mu." /lanjut bersih-bersih.
"Ah, satu hal lagi, aku ingin makan sundubu jjigae sebelum pergi ke rumah Jae-Hee, dan hari ini cukup menyenangkan di sekolah!" / Pergi ke atas.
Jung-Heon /tersenyum. "Baiklah, akan segera aku buatkan." /Mengelap tangannya.
Saat berada di dalam kamar, Yoona langsung mengirim pesan kepada Jae-Hee jika dia akan menginap di rumahnya. Setelah mengirimkan pesan Yoona langsung mempersiapkan pakaian dan buku yang akan dibawa besok sekolah di juga sudah meyiapkan barang yang akan dibawanya untuk Jae-Hee setelah semua sudah siap Yoona mendapatkan panggilan dari ayahnya.
"Ayah, ada apa?!" /Duduk di kasur.
"Ayah dengar dari paman Yong-Guk kau akan menginap di rumah teman mu." /Suara yang terdengar senang.
"Iya! Apa paman sedang bersama ayah" /Tersenyum.
"Tidak, paman Yong-Guk hanya memberi tahu ayah saja. Tapi sangat di sayang kan saat ini ayah tidak ada di sana untukmu, mengantarkanmu pergi kerumah temanmu untuk menginap." / Terdengar menyesal.
"Ayah, aku tidak apa, lagian ayah bekerja juga itu untukku, dengan menghubungi ku setiap hari dan selalu bertemu setiap hari libur saja itu sudah membuatku merasa senang?!" /Berusaha menghibur.
"Terima kasih, sepertinya anak ayah sudah dewasa, ngomong-ngomong ayah tadi sudah bertemu dengan kedua orang tuanya Jae-Hee." /Merasa lega.
"Apa! Apa ayah sedang mencari tahu tentang Jae-Hee?!" /Datar.
"Ayah hanya ingin tau seperti apa temanmu ini, lagian Jae-Hee itu teman pertamamu kan. Apa kau marah kepada ayah?" Terdengar kasihan.
"Tidak, apa pun yang ingin ayah lakukan aku tidak akan marah, jika ayah ingin tau tentang Jae-Hee, ayah juga bisa bertanya kepadaku atau ayah bisa mencari tau tentangnya dengan cara ayah sendiri. Jadi apa yang ayah bicarakan dengan ayah dan ibunya Jae-Hee?" Merasa senang.
😭Please komentar dan like-nya😭