
Han-Joo "mau kemana?" /Melihat Jae-Hee dari belakang yang berjalan secara diam-diam.
Jae-Hee /kaget dan menoleh ke belakang secara perlahan. "Ah! Aku, a-aku.... tidak sengaja menjatuhkan barang ku saat di garansi tadi. Jadi, sekarang aku ingin mencarinya." /Melirik kesana kemari dan merasa grogi.
Han-Joo "benarkah! Kau terlihat mencurigakan!" /Mengamati Jae-Hee yang bertingkah aneh.
Jae-Hee "apa! Aku bersikap biasa aja dan lagi aku benar-benar menjatuhkannya, itu barang yang diberikan Yoona padaku!" /Tersenyum.
Han-Joo "sungguh?" /Tidak terlalu percaya.
Jae-Hee "sungguh!" /Menatap Han-Joo.
Han-Joo "seperti apa barangnya, aku akan membantumu!" /Berjalan menuju garansi.
Jae-Hee "ah, kakak!" /Panik dan langsung menghalangi Han-Joo untuk melangkah lebih jauh.
Han-Joo "kenapa! Kenapa kau menghalangiku?" /Melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "kakak tidak perlu membantu ku, aku bisa menemukannya sendiri." /Cengar-cengir.
Han-Joo "serius?" /bingung melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "em! Jika aku tidak menemukannya, aku akan meminta bantuan kakak, ya!" /Tersenyum manis melihat Han-Joo.
Han-Joo "baiklah, tapi adek janjinya harus memanggil ku jika butuh bantuan." / Tatapan lembut.
Jae-Hee "iya, janji!" /Bersikap imut.
Han-Joo "kakak akan berada di ruang tengah jika kau butuh bantuan." /Mengelus kepala Jae-Hee.
Jae-Hee "iya~~~a" /bersikap imut.
Han-Joo pun kembali berjalan ke ruang tengah untuk nonton TV, Jae-Hee juga segera pergi ke garansi secepat yang dia bisa sebelum ada yang pulang, dan memulai mencari di dalam mobil Dokja, saat Jae-Hee masih mencari ke dalam mobil Dokja dia tidak menemukan apapun di sana. Jae-Hee bahkan mencarinya di kursi belakang dan bagasi, namun tetap saja dia tidak menemukan apapun di sana. Tidak patah semangat Jae-Hee sekali lagi mencari di kursi depan samping pengemudi dan mencoba mencarinya lagi, namun kali ini Jae-Hee melakukan dengan lebih teliti.
Jae-Hee "apa kakak itu orangnya memang sangat teliti ya! Kenapa aku tidak bisa menemukannya? Apa dia menyembunyikan nya di suatu tempat?" /Memeriksa di bawah kursi.
Jae-Hee "meskipun kakak jarang menggunakan mobil, namun aku pernah melihatnya memakainya. Pasti kakak hanya menggunakan mobilnya saat kakak bersama dengan pacarnya, tapi kenapa mobilnya terlihat sangat bersih." /Semakin kesal karena sudah merasa putus asa.
"Sedang nyari apa?!" /Suara lembut dari belakang Jae-Hee.
Jae-Hee /kaget dan langsung menoleh kebelakang. "Kakak! Kapan kak Dokja pulang?!" /Merasa was-was.
Sesaat setelah Jae-Hee pergi meniggalkan Han-Joo, tak lama kemudian Shinwo dan Dokja pulang bersamaan lebih awal dari biasanya.
Dokja "aku pulang~! Adek~~!" /Lang langsung masuk.
Shinwo "aku pulang....." /Masuk setelah dokaj.
Han-Joo "oh, kalian sudah pulang?!" /Datang menghampiri.
Dokja "em, dimana adek? Apa dia di kamar?!" /berjalan naik tangga dengan suasana senang.
Han-Joo "ah, enggak! Adek lagi enggak ada di kamar...." /Melihat Dokja yang baru berada di tengah-tengah tangga.
Shinwo "apa! Apa adek belum pulang?" /Berhenti menaiki tangga dan menatap Han-Joo.
Dokja "terus ! Dimana adek sekarang?!" /Malah makin khawatir.
Han-Joo "adek sudah pulang, dan dia sedang berada di garansi mobil." /Sedikit kaget.
Shinwo "aah! gitu, kalo gitu aku naik ganti baju dulu." /Pergi ke kamar.
Han-Joo "adek bilang barangnya jatuh di sana, dan sekarang sedang mencarinya." /Melihat Dokja turun.
Dokja "kalo gitu aku akan menemui adek sekarang." /Pergi ke Jae-Hee dengan senang.
Han-Joo "oh, kalo gitu aku akan menunggu kak Shinwo untuk menyiapkan makan malam." /Kembali ke sofa.
Jadi, karena itulah Dokja berada di garansi saat ini bersama dengan Jae-Hee yang tertangkap basah sedang menggeledah mobilnya di saat dia tidak ada.
Dokja "aku dengar adek sedang mencari sesuatu?" /Melihat Jae-Hee sambil tersenyum manis.
Jae-Hee "ah! I-iya....." /Was-was melihat ke sana kemari.
Dokja "lalu apa yang sedang kau lakukan dengan mobilku?!" /Melihat mobilnya.
Jae-Hee "ah! i-itu, Kakak......" /bingung bercampur takut gimana harus menjelaskannya.
Dokja "jadi, apa yang sebenarnya terjadi di sini dan apa yang adek cari?" /Melihat Jae-Hee dengan tatapan lembut.
Jae-Hee "em.....! haaah....!" /Menghela nafas "aku sedang mencari sesuatu yang mungkin saja itu milik pacar kakak, dengan begitu aku bisa yakin jika kakak pernah melakukannya itu dengannya...." /Menundukkan kepalanya.
Dokja "apakah kau masih penasaran dengan ciuman itu?" /Tersenyum melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "em....." /Menundukkan kepala dan melihat Dokja sesekali.
Dokja yang tersenyum lembut pada Jae-Hee perlahan menyentuh pipi Jae-Hee dengan kedua tangan dan meanggkat kepala Jae-Hee secara perlahan, Jae-Hee yang bingung tidak tahu harus berbuat apa secara naluri mengikuti Dokja dan menatapnya. Saat mata mereka bertatapan dengan cepat Dokja mencium Jae-Hee selama 3 detik, itu berlalu begitu alami hingga berjalan dengan lancar. saking kagetnya Jae-Hee tidak sempat untuk menutup matanya hingga akhir Dokja melepaskan Jae-Hee.
Dokja "Jae-Hee! Mau mencobanya denganku?" /Tatapan sayup yang menatap Jae-Hee.
Jae-Hee ".....kakak, seharusnya bertanya sebelum melakukannya." /Tatapan yang mulai sayup dan terus memperhatikan bibir Dokja.
Dokja "kita bisa melakukannya lagi jika kau mau...." /Kembali mendekat dan perlahan merangkul pinggang Jae-Hee.
Jae-Hee "em...." /Meletakkan tangannya ke dada Dokja.
Mereka pun akhirnya melakukannya lagi, namun kali ini mereka melakukannya lebih dalam dan panas rangkulan Dokja yang semakin erat dan tangannya yang membelai wajah Jae-Hee dengan lembut. hingga membuat mereka tidak dapat berpikir jernih, sampai Jae-Hee tidak dapat bernapas dan mulai lemas, saat itulah Dokja tersadar dan melepaskan Jae-Hee.
Dokja "apa kau sudah lupa caranya bernapas?" /Melihat Jae-Hee sambil tersenyum.
Jae-Hee "ini pertama kalinya bagiku, dan ini semua salah kakak." /Menutupi mulutnya dan wajahnya yang tampak memerah.
Dokja "haha...." /Tertawa kecil. "Tapi, tadi itu terasa enak bukan." /Menjilat bibirnya sambil mengusap bibirnya yang tersenyum.
Jae-Hee "apa!" /Kaget dengan wajahnya semakin memerah dan tersipu malu.
"apa yang sedang kalian lakukan." /Teriakan dari kejauhan.
Saat mendengar suara itu mereka berdua secara bersamaan terkejut dan diam membantu untuk sesaat, sampai Dokja melihat dari arah suaranya.
Dokja "ah, Shinwo! Sejak kapan kau berada di situ?" /Masih merasa tegang.
Shinwo "baru saja, lalu apa yang kalian lakukan di sana?!" / Berjalan mendekat.
Dokja "ah, tidak ada!" /Merasa lega.
Shinwo "lalu apakah barang yang adek cari sudah dapat?" /Melihat Jae-Hee.
^^^to be continued....^^^