Desmos

Desmos
Chapter 3



Tapi di sana tak ada satu pun yang dia kenal, Jae-Hee melihat banyak anak anak yang berkerumunan seperti sudah membuat kelompok. Tak berselang lama guru datang dan mengucapkan selamat pagi semua, siswa langsung pergi ke tempat duduk masing masing dan suasana kelas menjadi sunyi.


Pak guru "selamat pagi semuanya perkenalkan nama Bapak Lee Jae-Min kalian bisa memanggil Bapak pak Lee. Bapak akan


memanggil kalian sesuai urutan apsen, yang merasa namanya di panggil mohon berdiri dan


memperkenalkan diri."


Pak Lee langsung mulai memanggil nama para murid sesuai urutan setelah semua memperkenalkan diri kelas pun dimulai dari pemilihan ketua kelas, wakil ketua kelas, dan antek anteknya pak guru Lee juga memberikan jadwal pelajaran dan membagikan buku catatan Hinggan waktu istirahat tiba.


Jae-Hee dalama hati ("hari pertama sekolah biasanya gak menerima pelajarannya, dan ini benar benar membosankan")


Karena bosan Jae-Hee pergi ke kantin sekolah di kejauhan dekat tangga Jae-Hee melihat Shinwo yang juga ingin pergi ke kantin, tanpa sengaja mereka bertatapan dan Shinwo sengaja menghindari Jae-Hee seperti yang di minta, tanpa disadari Jae-Hee itu membuat hatinya sakit.


Jae-Hee /memegang dadanya "apa ini?! kenapa rasanya Aneh sekali" /dengan melihat Shinwo yang semakin jauh darinya.


Setelah membeli roti dari kantin Jae-Hee, langsung kembali ke kelasnya baru sampai di depan pintu kelas Jae-Hee melihat sekelompok perempuan yang sedang melakukan pembullyan terhadap siswa lain.


Dia duduk di dekat pintu barisan pertama, dia memakai kacamata dan mengenakan seragam longgar dengan rambut terurai yang membuat wajahnya tidak terlalu jelas, yang hanya terlihat kaca mata berbikai saja dia seperti terlihat tak berkutik di perlakukan seperti itu oleh siswa lain.


Jae-Hee /berjalan melewati mereka "pedahal


ini hari pertama sekolah kenapa mereka berani sekali melakukan pembullyan. Terserah lah yang penting mereka gak menggangguku


saja." /Duduk dan memakan rotinya.


Sembari memakan rotinya mata Jae-Hee tertuju ke dua anak perempuan yang duduk di barisan tengah paling depan, mereka tampak bercanda tawa seakan tak memedulikan sekitarnya.


Selesai makan Jae-Hee berusaha memberanikan diri untuk menyapa mereka, Jae-Hee terasa sangat gugup dan gerogi. Hingga akhirnya Jae-Hee memutuskan untuk menyapa mereka.


Jae-Hee "hai...anu apa aku bisa bergabung


dengan kalian?" /sedikit malu.


Seketika mereka berhenti bercanda dan menoleh ke arah Jae-Hee, mereka mengamati Jae-Hee dari atas sampai bawah.


Jae-Hee "a-aku Jae-Hee, Kim Jae-Hee!!"


Min-dong "ah...ada apa?" /melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "em...a-a-apa aku boleh bergabung


dengan kalian, tidak ada orang yang ku kenal di kelas ini. Jadi apa aku boleh berteman dengan


kalian?" /cemas.


Min-dong "eh...ah...boleh, tentu saja kau boleh bergabung dengan kita, benarkan?!"


/tersenyum ke arah teman yang di depannya.


Teman yang ada di depannya hanya menganggukkan kepalanya menandakan setuju dengan keputusan yang dibuatnya.


Min-dong "ah...benar juga namaku Shin Min-dong dan dia Park Hyeon-sun kami sudah berteman sejak SMP."


Jae-Hee "em...terima kasih, ngomong-ngomong apa yang sedang kalian bicarakan?" / Tersenyum.


Hyeon "sebenarnya aku paling suka dengan rias ini!" /menunjuk majalah di atas meja.


Tak berselang lama mereka sudah menjadi akrab. Saat pulang sekolah Jae-Hee menuggu Shinwo di depan gerbang sekolah, dari kejauhan terlihat Shinwo yang masih di lihatin oleh beberapa siswi dari kejauhan berjalan menuju gerbang. Disana Jae-Hee hanya berdiri sambil pura-pura tidak tahu apa-apa, saat Shinwo mulai dekat Shinwo mengatakan sesuatu kepada Jae-Hee sambil berjalan.


Shinwo "ikuti aku setelah sepuluh langkah" /Nada rendah agar tak didengar oleh orang.


Jae-Hee hanya menunduk dan mengerti apa yang dimaksud Shinwo, setelah sepuluh langkah Jae-Hee langsung mengikutinya dari belakang sedikit demi sedikit yang mengikuti Shinwo mulai berkurang hingga di halte bus dan hingga masuk kedalam bus. Sesampai di halte dekat rumah akhirnya sudah tidak ada yang mengikuti mereka dan saat itulah mereka bisa merasa nyaman untuk jalan berdampingan.


Shinwo "apa hari mu menyenangkan?" / Melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "eh...um aku tadi mendapatkan teman baru, tapi..." /sesaat melihat Shinwo dan kembali menunduk kepalanya.


Shinwo "tapi...?!" / Penasaran.


Jae-Hee "a-aku cuma kurang percaya diri, ini pertama kalinya bagiku mendapatkan seorang teman." /mengalihkannya matanya ketempat lain.


Mendengar pengakuan Jae-Hee Shinwo tersenyum geli melihat nya.


Shinwo "hahaha..." /memegang kepala Jae-Hee dan menundukkan kepala. "apa yang kau takutkan ini hanya permulaan saja, dan kau sudah gak percaya diri..." /senyum lembut.


Jae-Hee "Yaaa....Kakak jangan meledekku..." /gambek.


Shinwo "Jae-Hee bukankah ini yang kau inginkan mendapatkan seorang teman, jadi kau gak perlu merasa cemas atau khawatir karena aku dan Hanjoo akan melindungi mu, percayalah pada kakakmu ini." /menatap Jae-Hee.


Mendengar itu Jae-Hee merasa sedikit lega, karena apa pun yang terjadi Jae-Hee masih punya meraka kakak-kakak yang tampan dan selalu menyayanginya, Jae-Hee hanya membalas dengan senyuman dan mengganggukan kepala. Sesampainya di rumah Han-Joo sudah lebih dulu ada di ruang tengah yang lagi duduk di sofa.


Jae-Hee "ah...kakak sudah pulang?" / Kaget.


Shinwo " aku tidak melihat mu saat dijalan tadi" / menaruh tas di sofa dan berjalan menuju dapur.


Han-Joo "aku melihat kalian kok!" /menoleh ke belakang.


Jae-Hee "benarkah...dimana...?" /duduk disebelah Han-Joo.


Han-Joo "saat kau mengikuti kak Shinwo dari belakang..." / senyum melihat Jae-Hee. "Ahhhh...oh...ya...tadi kak Suk-Joo meninggalkan pesan suara si telpon rumah." /melihat Shinwo yang sedang minum.


Jae-Hee "ada apa? Apa katanya?" /tertarik dudukdi samping Han-Joo


Han-Joo "kakak bilang kalo mereka semua akan pulang terlambat malam ini." /sambil lihat Shinwo.


Shinwo "apa yang membuat mereka pulang terlambat? Apa kau tau sesuatu?" /berjalan ke sofa dan ikut duduk disana.


Han-Joo "entahlah..." /meangkat kedua bahu.


Shinwo "aku akan mencoba menghubungi kak Dojoon." /mengambil hp dan menghubungi kak Dojoon.


Saat Shinwo menghubunginya Dojoon tidak meangkat panggilan Shinwo, Shinwo terus mencoba menghubungi Dokja tapi tetap sama saja tidak diangkat, Shinwo juga mencoba menghubungi yang lainya tapi tak satu pun dari mereka yang meangkat panggilan dari Shinwo.


Jae-Hee "apa mereka masih gak bisa di hubungi kak?" /penasaran.


Shinwo "huff...tidak di angkat juga, tumben mereka gak angkat telpon, apa sesibuk itu?" /Lelah menghubungi mereka.


Han-Joo "ah...aku tau gimana kalo Jae-Hee aja yang menghubungi mereka." /melihat Jae-Hee dan Shinwo.