Desmos

Desmos
Chapter 33



"Astaga, sejak kapan kau ada di sini!" Memegang dadanya.


Dengan wajah datar dan menatap ayah tajam "sejak ibu keluar pintu." Masih melihat ayah.


"Huuf...., Syukurlah." /Menghela napas dan merasa lega.


"Tapi aku melihat ayah yang sedang mempermainkan ibu!" Dengan tatapan yang semakin tajam.


"A-apa!!" Tambah kaget.


Suk-Joo "ayah bagaimana rasanya mencium ibu?!" /Mulai menjahili.


"Tentu saja rasanya sangat enak!" Berbalik menjahili.


"Benarkah bagaiman? ayah, coba tolong ceritakan lebih detail!" Terpancing.


"Jika kau ingin tahu gimana rasanya, maka cepatlah kau cari pacar dan melakukannya sendiri, dasar bujangan." /Pergi ke ruang tengah dan, meninggalkan Suk-Joo.


"Aahh~~~hhh, ayah...." Mengikuti ayah pergi.


Sementara itu, di luar ibu mendatangi Jae-Hee dengan terburu-buru sambil menundukkan kepala untuk menutupi wajah merahnya dan berdiri di samping Jae-Hee.


"Apa urusan ibu sama ayah sudah selesai?"


Dengan wajah Polos.


Ibu pun menjawab dengan sedikit gugup. "E-em..., Gimana kalo kita berangkat sekarang, sebelum ayah mu berubah pikiran!" /Kembali tersenyum dan berjalan.


"Baiklah tapi, sebelum kita datang kita belikan kakak mereka makanan dulu ya Bu." /mengikuti ibu.


Tentu saja, ayo kita belikan makanan enak dan banyak buat dojoo dan Nam-Soo." Mulai semangat.


Jae-Hee dan ibu pun mulai berjalan ke jalan utama dan memanggil taksi untuk transportasi mereka, sebelum berkunjung mereka sempat mampir keberbagai tempat Resto. Jae-Hee dan ibu benar-benar membelikan begitu banyak makanan untuk Dojoon dan Nam-Soo sesampainya disana, Dojoon dan Nam-Soo sempat kaget karna Jae-Hee berkunjung bersama ibu di tambah lagi mereka membawa berbagai macam jenis makanan.


Nam-Soo "Apa ini.....!!!!" /Senyum heran sambil menggelengkan kepalanya.


Jae-Hee "ah, kakak tentu saja kami datang untuk menjenguk kalian apa lagi!" /Hanya merasa senang setelah melihat mereka.


Ibu dan Dojoon hanya tertawa saja, lalu kami pun duduk bersama dan menikmati makanan yang sudah di beli sambil berbincang.


Dojoon "ibu kapan pulang?" /sambil makan.


Ibu "Em....., Tiga hari yang lalu." Santai.


Dojoon "lalu kenapa ibu baru jenguk sekarang!" /Cemberut.


Ibu "heh...., Maaf, tapi ibu kan sudah ada di sini sekarang, ngomong-ngomong setelah melihat anak ibu dengan penampilan rambut seperti ini lumayan bagus juga dari pada rambut kalian panjang." /Berusaha mengubah topik pembicaraan.


Nam-Soo sambil memegang kepalanya. "Tapi, sejak kecilkan aku dan kak Dojoon tidak pernah menggunakan model rambut yang panjang (*model K-Pop*)"


"Ibu tahu itu tapi, melihat anak ibu yang baru pertama kali kepalanya di botak itu agak lucu, namun kalian tetap terlihat tampan kok." /Sedikit tertawa.


Jae-Hee /menyela pembicaraan sambil mengerutkan alis."dari mana ibu tau kalo kak Dojoon dan kak Nam-Soo tidak pernah memanjangkan rambut?!" /Penasaran.


"Benarkah! kenapa aku tidak pernah tau?" /Berhenti makan dan mulai ngambek.


"Benarkah! sayangku ini tidak tau, pantas saja setiap fotomu selalu menghadap ke samping. Meskipun ada yang menghadap ke depan pun pasti itu tidak berpose." /Ikut kaget karna baru tau kebenarannya juga, dan melihat Dojoon dan Nam-Soo.


Nam-Soo pun mulai berhenti makan setelah terus di lihatin oleh Jae-Hee dan ibu. "Akhem....., Sebenarnya ini semua karna Dokja yang suka memotret kami, namun setiap kali Dokja meminta adek berpose. Adek selalu kaku dan hasilnya menjadi jelek, namun waktu Dokja memotret shiwon tidak sengaja adek juga ikut dalam terfoto. Namun setelah dilihat hasilnya jauh lebih Bagus!" /Menjelaskan dengan pelan dan tersenyum.


"Nah, karna itu mulai dari situ kami selalu memotret adek saat adek lagi fokus pada sesuatu." Dojoon yang sedang makan pun Ikut menyahuti cerita Nam-Soo.


"Aaaa~~~ aku mengerti..." / Mengalihkan pandangan karena Jae-Hee sadar jika dia juga tidak pandai selfi, dan lanjut makan.


Dojoon "jadi, ibu ngapain aja selama 3hari terakhir?!" /kembali ke topik pembicaraan.


Sambil terbata-bata. "ibu...., Ibuuuu jalan-jalan ke Busan bersama yang lainnya." /Mulai merasa bersalah.


Dojoon "beneran!!!" /Kaget.


Jae-Hee yang tau kalo Dojoon dan Nam-Soo meresa iri pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk menjahili mereka, Jae-Hee mulai mengelap tangannya dan mengeluarkan ponsel.


"Apa kakak ingin lihat foto kami di sana? Aku mendapatkan begitu banyak foto berkat kak Suk-Joo dan kak Dokja." /Sambil memperlihatkan isi HP-nya.


Nam-Soo "gak, makasih lain kali aja!" /Sedikit cemberut.


Dojoon dan Nam-Soo pun mulai cemberut dan bertingkah cemburu karena tidak dapat ikut serta dalam perjalanan ke Busan. Melihat ekspresi Nam-Soo, Jae-Hee pun tertawa pulas disana, ibu hanya menahan ketawa karna ini memang salahnya jalan-jalan saat mereka sedang tidak ada.


Sedangkan Dojoon hanya tersenyum saja, tapi saat Nam-Soo melihat Jae-Hee tertawa dia tidak lagi merasa kesal dan juga ikut tersenyum.


Dojoon "udah, sini biar kakak aja yang lihat fotonya." /Mengambil ponsel Jae-Hee dan melihat-lihat koleksi fotodi ponsel Jae-Hee bersama Nam-Soo.


Nam-Soo "wah! Ternyata kalian berkunjung di banyak tempat ya." /Masih melihat.


Ibu "maafkan ibu karna jalan-jalan tanpa kalian, lain kali kita akan jalan-jalan saat semuanya berkumpul, dan kita akan pergi ke tempat yang kalian suka, gimana?" Masih merasa bersalah.


Nam-Soo "ibu tenang saja kami baik-baik saja, saat ada waktu ibu pergilah bersama mereka kalo kami masih belum pulang. lagian ibu kan jarang pulangnya" /penuh perhatian.


Dojoon "benar, kalo kami sudah keluar dari sini, Kita akan bisa jalan-jalan lagi." /Semangat seperti biasa.


Ibu "astaga, anakku benar-benar sudah tumbuh dewasa, ibu merasa terharu ibu jadi sangat beruntung memiliki kalian." /kembali semangat.


Mereka pun kembali makan dan menceritakan apa aja yang terjadi disana, bahkan ibu juga bercerita tentang tingkah konyol mereka saat ada di busana.


Jae-Hee "kak Nam-Soo, tolong ambil kan kentang goreng nya." /Masih asik makan.


Dokja "ya ampun adek, adek kenapa malah asik makan. Bukannya makanan ini untuk kami ya!" /Ketawa.


Jae-Hee "tapi kan masih banyak, kakak mana kentang goreng ku?!" /Meulurkan tangan.


Nam-Soo "ya sudah nah!" /Hanya mengambil beberapa. "Ayo, aaaa~~~" /meulurkan tangan untuk menyuapi Jae-Hee.


Dojoon dan ibu pun tidak menghiraukan mereka lagi dan lanjut bercerita sedangkan Jae-Hee mulai berdiri dan mendekat menerima suapan dari Nam-Soo, saat Jae-Hee sudah memakannya terlihat bumbu kentang yang menempel di jari-jarinya Nam-Soo.