Desmos

Desmos
Chapter 30



Saat duduk mereka semua benar-benar tegang kecuali Sejun yang terlihat sangat santai, setelah duduk Shinwo pun melihat Dokja yang kepalanya terlihat benjol.


Shinwo "woy, Jae-Hee kepala Dokja kenapa? emang habis jatuh ya dia." /sambil berbisik.


"Sssttt...., Kak Dokja habis di pukul sama kak Sejun." /lanjut makan lagi.


Shinwo "oh~~ he, apa?!" /terkejut dan kembali melihat sekeliling.


("Pantesan suasananya menjadi suram amat.") /Sambil melihat yang lain.


Jae-Hee "ngomong-ngomong kakak, apa kata ibu?!"


"Ah... Katanya kita akan liburan di Korea saja, karena katanya kamu ingin pergi menjenguk kak Nam-Soo dan kak Dojoon." /baru ingat jika dia datang untuk itu.


Han-Joo "jadi kita hanya akan ada di sekitar sini saja?!" /sepontan.


"Enggak, kita akan ke Busan" /menggelengkan kepala.


"Busan!!!!" /sahut Suk-Joo.


"Em, ibu bilang seperti itu." /meanggukkan kecil kepalanya.


Jae-Hee "berapa hari?"


"Em...., Entahlah aku tidak menayangkannya sama ibu."


Setelah selesai makan merekapun ikut bersiap untuk berangkat, ternyata mereka berangkat kesana hanya menggunakan kereta cepat saja dan tidak bermalam.


Memang membutuhkan waktu beberapa jam sampai sana, namun mereka sudah tiba saat sebelum siang hari. Karena masih memiliki waktu sebelum makan siang, ibu memutuskan jika kita akan bermain sebentar di Pantai Haeundae terlebih dulu sebelum lanjut jalan-jalan.


Kami benar-benar bersenang-senang bersama, hingga kami lupa sejak kapan kami menghabiskan waktu bersama seperti ini terakhir kalinya. Tidak lupa kami juga mengambil beberapa foto di sama sampai makan siang.


Ibu "ya ampun, aku bahkan lupa jika ada dua anakku yang tidak ada di sini, apa mereka sekarang baik-baik saja." /baru merasa bersalah.


"Ibu tidak perlu khawatir kita bisa membawakan kakak oleh-oleh nanti saat berkunjung." /sambung Jae-Hee yang selalu ada di sebelah ibu.


Ibu /sambil berpikir apa yang dikatakan Jae-Hee ada benarnya. "Kau benar juga, ngomong-ngomong soal oleh-oleh ibu jadi merasa lapar..., Em~~~ apa kau lapar sekarang sayang." /melihat ke Jae-Hee sambil memegang perutnya.


"Lagian sekarang sudah siang, bagaimana jiga kita makan sesuatu, neh." /merasa senang.


Ibu pun senang karena Jae-Hee selalu mengerti perasaannya, ibu pun memegang kedua tangan Jae-Hee dan berkat. "Terimakasih sayang, sekarang bisakah kau memanggil kakak-kakak mu dan ayahmu untuk memberi tahu mereka sekarang sudah waktunya makan. Ibu yakin 100% jika sekarang mereka tidak akan ingat waktu." /sambil memegang kepala.


"Tentu saja ibu bisa tunggu kami disini..." /berlalu pergi meninggalkan ibu dan mencari ayah dan kakak.


Jae-Hee pun semakin jauh, ibu selalu melihat putrinya saat dia perlahan menjauh darinya. Ibu pun mulai sadar jika Jae-Hee sudah semakin besar sejak terakhir kali ia melihatnya, tak terasa anak yang dulunya selalu menangis setiap kali berpisah dengannya kini sudah mengerti perasaan ya yang egois untuk mengikuti kemanapun ayahnya berada. Perasan hati yang perlahan mulai merasa bersalah kepada Jae-Hee itu berubah menjadi air mata yang perlahan menetes membasahi pipinya. Tak berselang lama Jae-Hee dan yang lainnya kembali dan ibu pun bertingkah seperti tidak terjadi apa apa di sana.


"Hem...., Apa kalian ingin makan sesuatu, untuk makan siang hari ini?" /saat baru tiba.


Sejun "kalo aku terserah ibu saja" /terlihat santai.


"Hem, entahlah hanya saja ibu sudah lama tidak merasakan makanan Korea saja..." /mengigat berapa lama ia sudah tinggal di liat negeri.


Mengigat bahwa ibu selalu ikut kemanapun ayah berada dan sudah lama ibu tidak tinggal bersama anaknya, itu membuat mereka sedikit sedih dan merasa beruntung kalo pilihan mereka meluangkan waktu untuk ibu hari ini adalah pilihan yang tepat.


Dokja "Ibu, aku sudah mencari tahu jika ada resort yang menyediakan Haemultang di dekat sini. Bagaimana jika kita makan siang itu saja?"


Sejun "dari mana kau tau kalo di dekat sini ada resort Haemultang dekat sini? Apa kau pernah kesini sebelumnya" /Melihat tajam Dokja.


"Tentu saja aku mencarinya di google map, kakak." /mealihkan pandangan.


Shinwo "kalo gitu kita makan di sana saja, kita bahkan tidak pernah makan di sana bersama sebelumnya." / Berdiri di sebelah ibu.


Jae-Hee "ibu ayo kita makan di sana saja..." /sambil merangkul tangan ibu.


"Baiklah, ayo kita kesana!" /merasa bahagia.


Sesampai disana kami memesan tempat dan makan bersama, setelah makan kami juga tidak lupa untuk berkunjung ke Oryukdo Skywalk, disana memang benar benar menyenangkan siapa sangka jika kak Suk-Joo sangat takut untuk melewatinya. Walaupun sebenarnya tidak ada dari mereka yang berani lewat sampai Han-Joo lebih dulu maju dan berhenti di tengah tengah.


"Apa yang kalian tunggu, ayo cepatlah kemari?" /Berbalik kebelakang dengan ekspresi santai.


Jae-Hee "kak Suk-Joo bisakah kakak memegang tangan ku hingga ujung situ?" /menggenggam erat baju belakang Suk-Joo.


"Apa kau takut, baiklah selalu berpegang pada kak, oke!" /Sahut dengan pede.


Jae-Hee dan Suk-Joo mulai melewati jembatan dengan merpegagan satu sama lain walaupun kaki mereka terlihat gemetar dan Suk-Joo yang terus berpegangan dengan pagar pembatas itu terlihat lucu, ibu dan ayah pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk memotret mereka.


Ibu "Sejun sayang, apa kau akan terus di sini. Bagaiman jika kau juga ikut bersama mereka kesana?" /berjalan mendekat Sejun.


"Tidak aku di sini saja, kalian bersenang-senang lah. Aku akan berjaga di sini?!" /santai padahal dia merasa takut untuk pergi kesana.


Mendengar Sejun yang menolak ajakan ibu Dokja sadar jika Sejun sebenar sedang takut untuk pergi berjalan ke sana.


"Baiklah, ibu dan ayah akan menyusul mereka, jika kau berubah pikiran cepat kau susul kami mengerti!" Kata ibu yang mulai pergi bersama ayah.


Setelah ibu pergi, Dokja sengaja mendekat ke Sejun dengan maksud tertentu. Shinwo dan Sejun pun sudah tau jika Dokja ingin melakukan sesuatu namun mereka tetap diam saja, Shinwo yang memiliki firasat yang tidak enak pergi menyusul ibu dan meniggalkan Dokja dan Sejun.


Shinwo ("pasti kak Dokja ingin merencanakan sesuatu lagi, hah...., Lebih baik aku pergi saja.") /berjalan menuju yang lainya.


"Kak aku ke sana dulu" /menyingkir secepat mungkin.


"Egm, hati-hati aku akan menyusul mu nanti." /sahut Dokja sambil meanggukkan kepala dan tersenyum.


Shinwo "ibu, tunggu aku!" /Berjalan sambil memegang pagar pembatas.


Sejun "lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang, kenapa kau tidak ikut bersama mereka?!" /Curiga.


"Tidak ada, aku hanya tidak ingin kesana sekarang." /Cingar-cingir.