
Jae-Hee "enggak!" /Menggelengkan kepalanya.
Dokja "berikan padaku, aku akan menunjukkannya pada mu." /Meulurkan tangan.
Han-Joo "apa kak Dokja bisa?" /Selalu meragukan Dokja.
Dokja "dari tadi kau selalu meremehkan ku, perhatikan ini baik-baik." /Memperlihatkannya ke Han-Joo dan Jae-Hee.
Jae-Hee "wah, lagu nya ada banyak! Kak Dokja coba nyanyikan sesuatu!" /Merasa senang.
Dokja "ah, aku harus nyanyi duluan ya! Baiklah." /Mulai bersemangat.
Dokja pun memilih salah satu lagu, dan menyayikannya dengan sangat baik. Setelah Dokja selesai menyayikan lagunya, lalu di susul dengan Han-Joo yang bernyanyi, saat giliran bernyanyi tak di sangka suara Han-Joo sangatlah bagus.
.....
Jae-Hee /sambil bertepuk tangan. "Wah, aku tidak tahu jika kakak sangat pandai bernyanyi." /Tersenyum lebar.
Han-Joo "ah, benarkah!" /Malu.
Dokja "nah, sekarang giliran adek lagi." /Memilihkan lagu untuk Jae-Hee.
Jae-Hee "heeh! baiklah aku akan melakukannya jauh lebih baik dari kak Han-Joo nanti." /Sangat bersemangat.
Setelah giliran Jae-Hee selesai menyayikan lagunya dia terlihat gugup dan kikuk....
Dokja "wah, suara adek juga bagus!" /Bertepuk tangan.
Jae-Hee /menghela nafas. "Tadi itu aku gugup sekali. /Menoleh ke Dokja dan Han-Joo.
Dokja "yah, awalnya memang begitu." /Tertawa kecil.
Han-Joo."ooh, aku juga...."
Jae-Hee /berjalan duduk di tengah Han-Joo dan Dokja. "Haah, panas sekali!" /Mengipas kipas kan tangannya ke wajah.
Han-Joo "mau istirahat sebentar?" /Mengelap keringat Jae-Hee.
Jae-Hee "iya, aku tidak tahu kalo karaoke itu bisa sangat melelahkan." /Cengar-cengir.
Dokja "kalau adek tidak terbiasa, mungkin begitu." /Mengusap kepala Jae-Hee sambil tersenyum.
Jae-Hee "tapi, waktunya enggak lama lagi, kan!" /Melihat jam.
Dokja "ya! Apa kalian mau tambah waktu sewanya?"
Han-Joo "lebih baik jangan!" /Sudah kelelahan.
Jae-Hee "kalo gitu, kita harus menyanyi sekuat tenaga" /mengambil mesin dan memilih lagu.
Dokja "oke! Aku akan masukkan lagu-lagunya!" /Masih bersemangat.
Han-Joo "hee! bukankah tadi adek bilang sudah lelah." / Terlalu lelah untuk bernyanyi lagi.
Mereka pun melakukannya hingga waktu sewanya berakhir, tak terasa mereka sudah bermain hingga sore saat mereka keluar dari tempat karaoke. Mereka bertiga serempak merenggangkan badannya karena lelah.
.......
Jae-Hee "hhaaaa, apa sekarang kita akan pulang?" /Melihat Dokja.
Han-Joo "di dalam tadi aku merasa panas, Samapi lupa jika diluar sangat dingin.
Jae-Hee "benar! Aku ingin cepat-cepat pulang." /Memeluk dirinya sendiri.
Han-Joo "haah, tidak bisakah kita lakukan lain waktu, aku ingin pulang..." /Sudah sangat lelah.
Dokja "tidak bisa! Ayo, kalian ikut dengan ku!" /Menarik Han-Joo dan Jae-Hee.
Mereka pun pergi ke sebuah wahana bermain, saat sampai di sana matahari sebenar lagi mau terbenam untung saja Dokja sudah berjaga jaga untuk membeli tiketnya dan langsung menaiki bianglala.
Jae-Hee "wah, sudah lama kita gak naik bianglala lagi." /Menatap di luar kaca.
Dokja "iya kan, terakhir kita naik itu saat adek masih SD...." /Tersenyum mengingatnya.
Jae-Hee "haha, dan saat itu kita naik bersama ayah dan ibu." /Merasa senang.
Han-Joo "oh, aku ingat! Saat itu kau sedang menagis dan duduk di pangkuan ibu, karena takut naik." /Ikut senang menceritakannya.
Jae-Hee "kakak tidak akan mengerti perasaanku saat itu, coba banyangkan saja bagaimana perasaanku saat melihat bianglala yang begitu besar di hadapannya, aku bahkan mengira jika itu akan menyentuh langit." /Cemberut.
Dokja "yah, aku tahu karena saat kita masih kecil semuanya akan terlihat besar." /Maklum.
Han-Joo "coba lihat sebentar lagi kita akan berada di puncak!" /Melihat keluar jendela.
Saat mereka menengok ke arah matahari terbenam, di sana mereka dapat melihat dengan jelas pandang kota yang padat dengan pantulan cahaya orange. Saat mereka sendang menikmati pemandangan, secara bersamaan Han-Joo dan Jae-Hee merasa mengantuk karena lelah, mereka pun tertidur lelap tanpa mereka sadari dengan bersandar satu sama lain.
......
Dokja /melihat ke arah Han-Joo dan Jae-Hee karena terasa sepi. "Ah! Pantas saja terasa tenang ternyata kalian tertidur." /menatap mereka.
Melihat adik-adik nya yang sedang tertidur Dokja segera menghubungi Sejun agar dapat menjemputnya, meskipun Sejun saat itu tidak terlalu sibuk dia tetap datang dengan membawa mobil dan membantu Dokja memindahkan Han-Joo dan Jae-Hee yang sedang tertidur.
......
Sejun "apa saja yang kalian lakukan hari ini? Kenapa sampai mereka tertidur pulas?!" /Melihat Han-Joo dan Jae-Hee lewat kaca spion sambil menyetir.
Dokja "ah, kami hanya terlalu bersemangat untuk bersenang-senang." /Cengar-cengir.
Sejun "Jagan terlalu berlebihan bermain, di saat cuaca seperti ini!" /Dengan ekspresi datar sambil mengemudi.
Dokja "aku tahu!" /Tersenyum.
Dokja memaklumi sikap dingin Sejun karena Dokja tahu jika Sejun saat ini sedang menghawatirkan mereka, sesampainya di rumah Dokja langsung masuk ke rumah sambil mengendong Han-Joo dari belakang. Sedangkan Sejun menggendong Jae-Hee dan mengikuti Dokja dari belakang, dan mereka pun langsung masuk begitu saja dalam rumah. Shinwo yang mendengar suara pintu yang terbuka langsung pergi ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
.....
Shinwo "oh! Dokja aku sudah pulang? dari mana saja kalian? Dan apa yang dengan terjadi? kenapa kau mengendong Han-Joo? apa terjadi sesuatu terhadapnya? Kenapa kak Sejun bersamamu? Dan lagi kenapa kak Sejun juga sedang menggendong Jae-Hee?!" /Bingung dengan situasi yang di lihatnya saat ini.
Dokja "akan ku jelaskan nanti setelah aku membawanya ke kamar! Tapi sebelum itu bisakah kau bantu aku membawa Han-Joo, dia sangat berat!" /Menaiki tangga.
Sejun "jika kalian sudah selesai bisakah kalian minggir, adek jadi terganggu dengan suara kalian!"
Shinwo "ah! Baiklah sini biar aku bantu?"! /langsung membantu Dokja.
Shinwo pun membantu Dokja mengantarkan Han-Joo ke kamarnya, sedangkan Sejun mengantarkan Jae-Hee ke kamarnya. Setelah memindahkan Jae-Hee ke kasur, Sejun sempat melepaskan mantel, tas, dan sepatu yang Jae-Hee kenakan Sejun bahkan menyelimuti Jae-Hee agar tidak kedinginan.
Sejun "tidurlah yang nyenyak!" /Membelai pelan wajah Jae-Hee dan perlahan mengecup keningnya.
Sejun ("sampo apa yang dia pakai, aromanya tercium manis.") /Membelai rambut Jae-Hee.
Tanpa sadar Sejun pelahan terus memperhatikan bibir Jae-Hee yang sedikit terbuka, diapun menyentuhnya secara lembut dan terus memperhatikannya.
Sejun ("apa bibirnya juga akan terasa manis jika di cium!") /Perlahan mendekat. ("Jika aku melakukannya, dia tidak akan menyadarinya kan?") /Mengusap lembut dan terus mendekat.
^^^to be continued....^^^