Desmos

Desmos
Chapter 55



Jae-Hee "setiap kali aku melihat kakak pergi menjauh, menghindari tatapanku, dan selalu menganggap ku tidak ada saat tidak sengaja bertemu, entah kenapa itu semua terasa sangat menyakitkan bagi ku. Setalah aku berteman dengan Yoona, dia selalu menanyakan perasaanku dan perasaan kalian..." /Melihat Shinwo sambil menagis.


Saat Jae-Hee megungkapkan semua isi hatinya, Shinwo hanya bisa diam dan menerima apa yang di katakan oleh Jae-Hee.


Shinwo juga sempat terkejut beberapa kali saat mengetahui kenyataannya dan merasa bersalah.


....


Jae-Hee "tapi, aku selalu membohongi diriku sendiri dengan mengatakan jika ini semua adalah yang aku inginkan, jadi ini akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu, namun beberapa hari terakhir aku mendapatkan seorang teman baru. Dia orang yang cengeng, selalu mengutamakan orang lain lebih dulu dari pada dirinya sendiri, dia juga terlihat bodoh dan yakin jika dia selalu sendiri padahal dia memiliki keluarga yang sangat menghawatirkannya, dan itu membuatku sadar saat melihat kak Han-Joo berlari untuk melihat keadaan ku saat aku di UKS. Jika kalian adalah orang yang berharga bagiku, karena itulah aku merasakan sesuatu yang sesak saat kalian tidak mengenaliku." /Menagis sejadi-jadinya.


Untuk beberapa saat mereka semua terdiam dan tidak tahu harus berkata apa, hanya ada suara tangisan Jae-Hee yang terdengar saat itu. Shinwo yang tadinya marah padanya menjadi merasa bersalah karena tidak mendengarkan penjelasan Jae-Hee, dan malah langsung berteriak padanya.


Shinwo "Jae-Hee...." /Ingin menyentuh kepala Jae-Hee.


"Aku...., A-aku ingin sendiri..." /Langsung berlari pergi meniggalkan yang lainnya.


Han-Joo "Jae-Hee...." /Ingin mengejarnya namun tak tahu harus berbuat apa.


Jun-Yeon "biar aku saja..." /Langsung pergi mengejar Jae-Hee.


Saat Jun-Yeon pergi Shinwo tidak sanggup meangkat kepalanya, dan terus menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya dengan perasaan bersalah. Sedangkan Han-Joo yang meangkat kepalanya sambil berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh dan terlihat lemah, namun semua itu sia-sia pada akhirnya Han-Joo meneteskan air matanya.


.....


Yoona "Jae-Hee hanya ingin tahu bagaiman rasanya jika memiliki seorang teman..." /merasa kasihan melihat para seniornya yang sedang terpuruk. "Dia mungkin mengerti kenapa senior marah padanya, biarkan saja Jae-Hee saat ini, mungkin dia bersama Jun-Yeon sekarang, semua akan baik-baik saja. karena Jae-Hee memiliki hati yang lembut." /Datar.


Setelah mengatakan itu Yoona pergi meniggalkan Shiwo dan Han-Joo, untuk menyelesaikan urusan mereka sendiri dan pergi ke kelas.


....


Sedangkan saat Jae-Hee meniggalkan mereka, Jae-Hee tidak tahu harus pergi kemana dan terus berjalan sambil mengusap air matanya. Sampai dia merasa lelah untuk melangkah lagi dan akhirnya berhenti, saat itulah Jun-Yeon memegang tangan Jae-Hee yang menutupi wajahnya yang kacau.


.....


Jun-Yeon "ikutlah dengan ku..." /Tersenyum pada Jae-Hee.


Jun-Yeon pun membawa Jae-Hee ke sisi lain gedung sekolah yang jarang di kunjungi murid lain, di sana Jae-Hee dan Jun-Yeon berada.


Jae-Hee "terima kasih, aku tadi sempet tidak tahu harus kemana." /Murung.


Jun-Yeon "tidak apa, aku juga pernah merasakannya." /Melihat langit.


Jae-Hee "lagian dari mana kau tahu ada tempat seperti ini di sekolah?" /Melihat sekeliling yang terlihat sepi.


Jun-Yeon "ah! Sebenarnya aku tidak sengaja menemukannya saat aku di ganggu di hari pertama masuk sekolah." /Cengar-cengir saat mengingatnya kembali.


Jae-Hee "bukankah itu seharusnya pengalaman buruk mu, kenapa kau malah terlihat senang." /melihat Jun-Yeon.


Jae-Hee /merenungkan apa yang di katakan Jun-Yeon. "Kau benar, dulu untuk pertama kalinya aku memiliki dua orang teman, aku selalu mengikuti apa yang mereka lakukan. Hingga untuk pertama kalinya aku mengacaukan nya, mereka tidak suka dengan sifat ku yang selalu merasa kasihan dan aku juga tidak begitu suka dengan sifat mereka yang selalu memandang rendah orang. Namun meski begitu mereka orang yang baik, karena mereka tidak memendam dendam dan melupakan apa yang sudah terjadi dan melanjutkan hidup mereka seperti biasa. Itulah yang aku suka dari mereka." /Mengigat kembali kebersamaan dengan mereka.


Jun-Yeon "apa aku menyesalinya?!" /Melihat ke Jae-Hee.


Jae-Hee "tidak! Karena kejadian itu aku berteman dengan Yoona, lalu sekarang aku memiliki teman seperti mu." /Kembali tersenyum.


Jun-Yeon "sepertinya kau sudah merasa baikan?" /senang melihatnya.


"Em, berkat kau." /Kembali semangat.


Jun-Yeon "em....., Itu! Jae-Hee, tentang senior..." /Bingung harus menjelaskan dari mana.


Jae-Hee "Jun-Yeon! Aku tahu apa maksud kakak ku tadi, aku juga tidak merasa marah atau apapun itu. Padahal tadi saat di jalan aku sempat berpikir jika apa yang kak Shinwo bilang itu benar, kalo aku sudah bertindak ceroboh dan tidak berpikir panjang. Namun saat kau datang dan menarik ku kesini, aku berubah pikiran jika keputusan ku untuk terus terang dan terbuka itu benar." /Menghela nafas.


Jun-Yeon "apa maksudmu?!" /Menatap Jae-Hee.


Jae-Hee "ayolah, kau pasti sudah mendengarnya saat berjalan di koridor tadi, ada banyak orang yang membicarakan ku." /Melihat Jun-Yeon.


Jun-Yeon "ah...., Itu! Yah aku memang mendengarnya. Seperti yang aku katakan bagaimana pun keadaanya nanti, aku dan Yoona akan selalu berada di sekitarmu kan ." /Tersenyum.


Mereka pun cukup lama disana, mereka bahkan membolos pelajaran selanjutnya untung saja Yoona meminta izin untuk mereka. Saat pelajaran selesai, Jae-Hee dan Jun-Yeon pun kembali tanpa mengatakan apapun dan hanya memberikan senyuman pada Yoona saat masuk kelas, Yoona yang sudah mengerti apa maksud Jae-Hee juga memberikan senyuman sebagai balasan.


.....


Dan pelajaran selanjutnya pun segera dimulai, saat pulang sekolah, seperti biasa Jae-Hee, Yoona, dan Jun-Yeon pulang bersama dan menuggu bus di halte. Saat sedang menuggu busnya datang Jae-Hee sempat memikirkan Shinwo dan mereda tidak enak hati, karena tadi sempat pergi begitu meniggalkan mereka tanpa penjelasan.


.....


Jae-Hee "itu bisakah kau pulang lebih dulu?!" / melihat Jun-Yeon.


Jun-Yeon "kenapa?" /Melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "aku, ingin pulang bersama kakakku!"


Yoona "kalo gitu, aku akan menemanimu." /Datar.


Jae-Hee "Ng! Tapi bus mu datang lebih dulu." / Merasa tidak enak.


Yoona "aku bisa meminta, kak Jung-Sik untuk menjemput ku."


Jun-Yeon "kalo gitu, aku juga ikut menemanimu sampai senior datang." /Sepontan.


^^^to be continued....^^^