Desmos

Desmos
Chapter 6



Jae-Hee pun muali putus asa dan itu malah menjadi tontonan asik bagi Suk-Joo dan Namsoo, mereka berdua seperti menantikan apa yang akan dilakukan Jae-Hee selanjutnya. Dojoon juga ikut bergabung dengan mereka, tapi Sejun mengakhiri semuanya.


Sejun /memukul kepala dokja "sudah, berhenti pura-pura tidur! Aku tau kalo kau sudah bangun!" /Tampak kesal.


Dokja "ah...ternyata Kakak tau ya kalo aku udah bangun."/bangun dan duduk di sofa.


Jae-Hee "heee...kakak kenapa masih tidur kalo sudah bangun?" /Memukul mukul lengan Dokja.


Dokja "ma-maaf yah Jae-Hee habis jarang-jarang sih liat kamu bangunin kakak hehehe..." /Tertawa kecil.


Jae-Hee /berhenti memukul dan tersadar akan sesuatu. "Berarti kak Suk-Joo dari awal dah tau dong kalo kak Dokja dah bangun!!" /Melihat Suk-Joo.


Suk-Joo "enggak...aku sama sekali belum tau aku baru tau sekarang, beneran."


/Menggelengkan kepala.


Dojoon "udah ah, lebih baik Dokja makan sup ya selagi hangat, dan adek siap-siap sekolah aja kamu gih lalu kak Suk-Joo aku bantuin bikin sarapan ya?"/memecah suasana tegang.


Suk-Joo "eh...kalo itu biar Namsoo aja yang bantuin aku siapkan sarapan kamu bantuin Sejun aja untuk siapkan piring di meja."/mengantarkan sup untuk Dokja.


Dojoon "baiklah Jae-Hee kamu ke kamar sana gih."/melihat Jae-Hee.


Jae-Hee baiklah aku ke atas dulu ya kak."/berjalan ke kamar.


Jae-Hee "aku mengerti..." /pergi keatas.


Setelah selesai semua Jae-Hee kembali ke dapur untuk sarapan dan semua sudah ada di sana.


Jae-Hee "kak Dojoon kapan kalian berangkat?" /melihat Dojoon.


Dojoon "hari ini! kami akan berangkat."


Han-Joo "bukankah itu terlalu mendadak?" /kaget.


Shinwo "padahal ini kan musim panas."


Seketika suasananya menjadi sunyi Dojoon perlahan memegang tangan Jae-Hee.


Dojoon "kami tidak akan lama... tenaga saja!


Setelah selesai sarapan Jae-Hee sempat memeluk Nam-Soo dan Dojoon cukup lama hingga membuat Jae-Hee terlambat datang ke sekolah, saat pulang dari sekolah rumah terasa lebih sepi dari biasanya.


Sebulan kemudian....


Jae-Hee /turun dari tangga dengan buru-buru hingga ke dapur.


Jae-Hee "kak Dokja...kenapa gak bangunin aku sih kak" /melihat Dokja yang asik main hp.


Dokja "apa! Yaaa....Kakak udah bangunin adek ya tapi adek aja yang gak mau bangun!" /berekting kesel.


Jae-Hee "he...beneran kak?" /merasa bersalah sudah menyalahkan Dokja.


Shinwo "woi...dek cepetin sarapan!" /selesai makan sarapannya.


Jae-Hee "loh mana kak Han-Joo?" mencari si sekeliling.


Sejun "dah berangkat." /minum kopi di sofa sebelah Dokja.


Jae-Hee "apa?!!" /menyadari kalo cuma di yang belum sarapan.


Suk-Joo "apa semalam adek tidur larut?" /merapikan pakaiannya.


Jae-Hee "egak kok..." /buru buru makan.


Shinwo "dek kakak berangkat dulu ya udah terlambat ni" /pergi meninggalkan Jae-Hee.


Jae-Hee "eh...loh Kakak kok aku di tinggal?" /menambah kecepatan makan.


Suk-Joo "kok adek bisa bangun kesiangan?"


Jae-Hee "aahhhh....Kakak jangan tanya dulu aku mau sarapan nih biar gak telat!" /marah-marah.


Setelah sarapan Jae-Hee langsung pergi menyusul Shinwo tapi Suk-Joo masih meingatkan untuk memeluk mereka sebelum berangkat.


Jae-Hee kembali laki ke Suk-Joo dan mencium pipinya, tapi Jae-Hee tak menyadari kalo ciumannya terlalu denkat dengan bibir Suk-Joo, karena buru-buru Jae-Hee juga melakukan nya ke Sejun dan Dokja.


Jae-Hee "dah...aku menyayangi kalian." /pergi meninggalkan mereka.


Dokja "tumben nyium biasanya cuma peluk." menyentuh pipi yang dicium Jae-Hee.


Sejun "adek bakal nyium kalo lagi buru-buru kan?" /salting.


Suk-Joo "emm..." /bengong. (" tadi Jae-Hee gak sadar ya kalo nyium ya Deket banget sama bibir, tadi rasanya bibir Jae-Hee terasa lembur dan hangat apa bibir cewek kaya gitu ya? Rasanya sangat kenyal dan nyaman.")


Tanpa sadar mereka terus terbayang dengan apa yang Jae-Hee tadi lakukan, bah kan sampai di rumah sakit.


Suk-Joo ("dulu saat Jae-Hee masih TK juga sering mencium kami begitu juga sebaliknya, tapi entah mengapa ciuman kali ini terasa berbeda apa karena perbedaan usia. Sensasi lembut hangat dan kenyal tadi entah kenapa aku keinginannya lagi...") /mengganti pakaian.


Jayeon "Suk-Joo selamat pagi." /berjalan melewati Suk-Joo dan menuju loker yang ada di sebelah.


Suk-Joo "ah... senior selamat pagi,


Jayeon "kenapa kok wajahmu tertekan begitu? Padahal masih pagi begini." /Ikut mengganti pakaian.


Suk-Joo "itu bukan masalah besar kok!" /melanjutkan mengganti pakaian.


Jayeon "kau punya masalah?" /Melihat Suk-Joo.


Suk-Joo " ah... enggak cuma masalah kecil, tapi.... ngomong ngomong ada apa dengan wajah mu?!" /tampak seperti bekas tamparan.


Jayeon "aku dipukul karena merayu wanita yang sudah menikah." /tanpa ekspresi.


Suk-Joo "senior...." /ekspresi jijik.


Jayeon "apa aku tidak melakukan sesuatu! Aku bah kan tidak menciumnya!" /ngotot kalo gak bersalah.


Suk-Joo berekspresi seakan merasa tidak percaya.


Jayeon "aku hanya melihat dia menangis sendirian di bar jadi aku hanya menanyakan saja, di terus mengoceh tentang pernikahan ya yang banyak masalah dan ingin bercerai.


Tapi waktu aku tanya (kalo begitu mau pacaran denganku, tidak?) dan aku mendekatinya, dia malah memukulku."


Suk-Joo "jadi benar melakukan sesuatu kan!" /heran. "Berhenti mengejar orang yang sudah menikah, dong. Senior kan dokter anak-anak!"


Jayeon "sudah kubilang kalo aku tidak melakukan sesuatu, aku hanya mendengar curhatan ya saja." /santai.


Suk-Joo "Meskipun begitu...."


Jayeon "lagi pula aku tidak ingin mereka serius dengan ku, sudah aku duluan apapun masalahnya selesaikanlah secara baik-baik!"


/pergi meninggalkan Suk-Joo.


Suk-Joo "apa yang aku pikirkan Jae-Hee itu adikku, jadi tidak mungkin aku menginginkannya lebih dari itu." /berpikir keras.


Di sisi lain Jae-Hee sudah sampai di sekolahnya dengan terengah-engah habis berlari sukur saja kalo Jae-Hee tepat waktu.


Jae-Hee "ha..ha..huff untung aja masih sempat." mengatur nafasnya.


Hyeon "Jae-Hee selamat pagi." /di belakang Jae-Hee.


Jae-Hee "eng...selamat pagi Hyeon." /Menaruh tas di atas meja.


Hyeon "ya ampun Jae-Hee kenapa kau datang terlambat?"


Jae-Hee "haahaa...maaf tadi aku bangun kesiangan."


Hyeon "dasar ku ini benar-benar ceroboh, oh ya kau bisa ambil ini, makasih sudah pinjamkan buku catatan mu Jae-Hee." /meyerahkan.


Jae-Hee "tak apa jika kau butuh sesuatu bilang saja padaku." / memasukkan buku kedalam tas.


Hyeon "kau harus belajar lebih berhati-hati mulai sekarang Jae-Hee!"


Min-dong "tapi, itulah yang membuat Jae-Hee sangat menyenangkan." /muncul dari belakang Jae-Hee.