Desmos

Desmos
Chapter 44



Mereka pun menikmati makan siang bersama di sana sambil berbincang, bercanda, bahkan Jae-Hee sempat menjahili Jun-Yeon yang baru saja bergabung dengan mereka. Setelah selesai makan masih ada waktu istirahat bagi mereka sebelum kembali ke kelas.


Jae-Hee "hah, kenyang sekali." /Langsung berbaring setelah selesai makan.


Han-Joo "jangan berbaring di situ! Di situ kotor adek bahkan tidak membawa tikar piknik yang biasa di." / Menarik lengan Jae-Hee agar kembali duduk.


Jae-Hee "ahah..... kakak, setelah selesai makan dan langsung berbaring itu terasa sangat nyaman. " /Tidak mau bangun.


Han-Joo "tetap saja jangan berbaring di situ." /Berusaha membangunkan Jae-Hee.


Jae-Hee "baiklah!" /Tiba-tiba bangun. "Jika kakak tidak membolehkan aku tidur di sini maka aku akan tidur di pangkuan kakak." /Langsung berbaring di pangkun Han-Joo


Jun-Yeon "Yoona, apa mereka memang seakrab itu? Jika Jae-Hee tidak memberitahuku kalo mereka saudara aku pasti percaya jika seseorang bilang kalo mereka adalah sepasang kekasih." /Heran karena baru pertama kali melihat mereka.


Yoona "biarkan saja mereka jangan kau hiraukan, mereka memanggalah sangat akrab apa lagi jika yang satunya juga ada di sini." /Datar.


Jun-Yeon "apa masih ada yang satunya? Apa maksudmu Yoona, aku semakin tidak mengerti!" /Tidak mengerti.


Yoona "Jae-Hee memiliki dua kakak laki-laki di sekolah ini, yang satu ada di hadapan kita dan yang satunya lagi ada di kelas tiga." /Datar.


Jun-Yeon "wah, jadi Jae-Hee memiliki dua saudara di sini." /Merasa takjub.


Jae-Hee "yaaah, kami itu delapan saudara tahu." /Sudah mendengarnya dari tadi.


Jun-Yeon "Apa kau memiliki delapan saudara?! Tunggu apa kalian mendengar pembicaraan kami?!" /Merasa tidak enak.


"Yah!!" /Jawab Han-Joo dan Jae-Hee bersamaan.


Jae-Hee "lagian delapan saudara itu sudah termasuk aku." /Terlihat kesel sambil melihat Jun-Yeon.


Jun-Yeon "ah, sekarang aku baru mengerti! maaf, aku tidak akan membicarakan kalian lagi." /Merasa tidak enak.


Yoona "tidak papa Jun-Yeon, ngomong-ngomong ikutlah denganku sebentar." /Berdiri.


Jun-Yeon "eng, kita akan kemana?" /Berdiri seperti yang Yoona minta.


Yoona "aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu." /Menggenggam tangan Jun-Yeon.


Jae-Hee "yaaaah, kalian akan kemana?" /Melihat Yoona.


Yoona "aku ingin memperlihatkan pemandangan itu ke Jun-Yeon." /Datar.


Jae-Hee "ah yang itu! kalo gitu kalian duluan saja nanti aku nyusul." /Kembali memejamkan mata.


Selagi Yoona dan Jun-Yeon pergi lihat-lihat Jae-Hee masih berbaring dipangkuan Han-Joo, sedangkan Han-Joo asik memainkan ponselnya. Baru beberapa saat Jae-Hee mulai merasa tidak nyaman tidur di pangkuan Han-Jo, dia mulai terus-menerus menghela nafas panjang.


Han-Joo "ada apa?" /Menyadari saat Jae-Hee mulai terus-terusan menghela nafasnya.


Jae-Hee "terlalu silau aku tidak bisa berbaring dengan nyaman." /Mengerutkan alis.


Han-Joo "ya ampun, dasar kau ini." /Meangkat tangannya untuk menghalau sinar matahari ke mata Jae-Hee.


Jae-Hee "hah, ini lebih!!!" /Tersenyum sambil memejamkan matanya.


Saat itu Han-Jo mulai berhenti memainkan ponselnya dan terus menatap Jae-Hee yang sedang berbaring di pangkuannya, sementara itu Yoona mengajak Jun-Yeon ke sudut bagian atap.


Yoona "sini, disini lihatlah." /Setelah sampainya di sana.


Jun-Yeon hanya menuruti perkataan Yoona yang menyuruhnya untuk melihat, saat Jun-Yeon melihat ternyata dari sisi sini menunjukkan pemandangan lapangan sepakbola dengan sangat jelas di tambah lagi rerumputan yang mulai mengering, saat Jun-Yeon melihat ke atas sedikit ia dapat melihat pemandangan langit musim gugur yang cerah namun terkesan lembut yang berbeda, padahal itu berasa di tempat yang sama dia berdiri.


Jun-Yeon "wah, keren! Seandainya tadi aku membawa alat gambar ku." /Terpana dengan pemandangan yang dia lihat.


Jun-Yeon "Hem, lain kali aku akan menggambar ini." / Tersenyum ceria ke Yoona.


Jae-Hee "apa yang kalian bicarakan." / Tiba-tiba muncul di belakang Yoona bersama Han-Joo.


Yoona "tidak ada hanya membahas soal pemandangan ini saja, benarkan Jun-Yeon." /Kembali datar.


Jun-Yeon "Hem!!!" /Meanggukkan kepala sambil senyum.


Jae-Hee "hah, curang!!" /Mulai ngambek.


Han-Joo "dek, gak boleh seperti itu memaksa orang jika orang itu gak mau memberi tahu mu itu namanya tidak sopan." /Mengusap-usap kepala Jae-Hee.


Jae-Hee "yah!!!!" /Masih cemberut.


Beberapa menit sebelum bel berbunyi Jae-Hee, Han-Joo, Yoona, dan Jun-Yeon pergi ke kelas mereka masing-masing sebelum pelajaran selanjutnya di mulai saat berada di kelas kebetulan bel berbunyi dibarengi dengan datangnya guru Lee, guru Lee memulai pelajarannya. Setelah pelajaran guru Lee selesai pelajaran selanjutnya adalah kesenian seluruh siswa di kelas mulai pindah ke kelas lain untuk memulai pelajaran mereka.


Jae-Hee "Yoona, ayo kita ke sana bersama." /Tiba di depan meja Yoona lebih dulu.


Jun-Yeon "a-aku juga ikut!" /Baru tiba.


Yoona "aku mengerti, ayo kita ke sana bersama-sama." /Sambil menggaruk-garuk leher belakang.


Sesampainya disana saat pelajaran tengah di mulai.......


"Untuk pelajaran seni hari ini, kita akan melukis pemandangan sekitar kita. Kalian akan ibu beri waktu hingga bel berbunyi, jadi pikirkan baik-baik apa yang ingin kalian lukis." /Guru yang membimbing.


Jae-Hee "sssttt, Yoona apa kau ada ide mau melukis apa?" /Bingung.


Yoona "Hem, mungkin aku akan melukis langit, kenapa?" /Santai.


Jae-Hee "aku bingung harus melukis apa!!" /Mau frustasi.


Yoona "lukis saja pepohonan rimbun di samping gudang sekolah."


Jae-Hee " hah, kau benar! Terima kasih Yoona." / Merasa senang karna tahu apa yang harus di lakukan.


Di sisi lain Jun-Yeon sudah mulai dari tadi dan tidak ada yang menyadari apa yang sedang di lukis oleh Jun-Yeon semua siswa yang lain fokus untuk melukis lukisannya sampai bel berbunyi dan guru pembimbing menyuruh untuk berhenti melukis.


"Baiklah semuanya waktu kalian sudah habis, silahkan berdiri dan cuci tangan kalian ibu akan menilai lukisan yang telah kalian buat." /Berada di tengah-tengah murid.


Semua siswa pun mulai berhenti untuk melukis dan mencuci tangan mereka sedangkan guru pembimbing mulai menilai lukisan mereka selagi mereka mencuci tangan.


Jae-Hee " Yoona, setelah ini apa kau mau melihat lukisanku?" /Sambil cuci tangan.


Yoona "terserah." /Datar.


Jun-Yeon "Yoona lihat juga lukisanku." /Ikut mengajak Yoona juga.


Yoona "terserah kalian saja." /Datar.


Jae-Hee "hah, ternyata melukis itu sangat lah sulit." /Mengeluh.


^^^to be continued...^^^



...😭GAK ADA YANG RESPON 😭...