
Jae-Hee "dan yang terakhir kakakku yang ke lima sekarang sedang kuliah." /senang.
Yoona "kau belum memberi tahu ku nama-namanya..."
Jae-Hee "ah...benar, aku hampir lupa... Kau ingin aku menyebutkan dari yang pertama atau langsung saja?!" /semangat.
Yoona "kau bisa sebutkan dari pertama agar aku tidak pusing."
Jae-Hee "em baiklah dari yang pertama, em...seperti yang kamu tau dia kak Suk-Joo lalu kak Sejun, kak Dojoon, kak Nam-Soo kak Dokja, kak Shinwo, dan kak Han-Joo dan yang terakhir aku Kim Jae-Hee, he he he..." /cengar-cengir.
Yoona "ahh... sekarang aku sudah mengerti." /meanggukkan kepala.
Yoona "em, karna kau sudah bagun apa kau lapar, aku bisa bilang ke senior jika kau ingin makan." /berdiri.
Jae-Hee "iya, terimakasih." /senyum.
Yoona puan langsung pergi meninggalkan Jae-Hee.....
Dan kembali di situasi sekarang.....
Yoona "Jae-Hee sudah bangun dan ingin makan sesuatu...." /datar.
Yoona "jadi karena itu lah aku kemari, Karena Jae-Hee sedang lapar." /santai.
Entah kenapa Yoona tidak menceritakan semuanya, dan hanya menceritakan tentang Jae-Hee yang terbangun dan ingin makan sesuatu saja.
Han-Joo "ah, kalo gitu aku akan membuat bubur, selagi menuggu makanannya selesai kau bisa tunggu sebentar duduk di sofa." /berdiri menuju dapur.
Yoona "tidak, terima kasih aku tidak bisa berlama-lama di sini, aku harus pulang aku akan memberitahu Jae-Hee sekarang." /pergi kembali ke kamar Jae-Hee.
Setelah sampai ke kamar Jae-Hee, Yoona sempat mengetuk pintu dan masuk kedalam....
Jae-Hee "kau cepat sekali kembalinya..." /melihat Yoona dan merasa ada yang janggal.
Jae-Hee "di mana makananku?!" /celiang-clinguk.
Yoona "senior Han-Joo sedang membuatnya, aku hanya kembali untuk mengambil tasku saja. Aku harus segera pulang." /berjalan mengambil tas.
Jae-Hee "secepat itu..." /sedih.
Yoona "aku tidak bisa berlama-lama, mangkanya kamu harus cepat sembuh dan kita bertemu lagi di sekolah." /menatap Jae-Hee.
Jae-Hee "besok aku pasti akan ke sekolah." /cemberut.
Yoona "kalo gitu semoga lekas sembuh aku pergi dulu..." /pergi meninggalkan Jae-Hee.
Saat Yoona turun Yoona sempat menemui Han-Joo dan Shinwo untuk berpamitan jika dia akan pulang sekarang.
Beberapa menit kemudian Han-Joo dan Shinwo datang ke kamar Jae-Hee sambil membawa bubur hangat untuk Jae-Hee.
Shinwo "bagaimana keadaanmu." /duduk di samping Jae-Hee.
Jae-Hee "jauh lebih baik..." /senyum.
Han-Joo /duduk di kasur. "nah, aku sudah buatkan kamu bubur, makanlah selagi hangat." /membuka penutupnya.
Jae-Hee "wah, aromanya enak sekali...."
Han-Joo /menyuapi Jae-Hee. "Ayo, aaaa...."
Shinwo "apa kau sudah menjelaskan situasinya kepada Yoona?"
Jae-Hee hanya meanggukkan kepala karena sedang makan.
Shinwo "dek, apa semuanya baik-baik saja?!" /memegang tangan Jae-Hee dan khawatir.
Shinwo "padahal adek kan gak mau orang lain tau kalo kita saudara." /cemas.
Jae-Hee "untuk Yoona semua baik-baik saja, karna aku percaya dengan Yoona. Justru aku merasa lega setelah membicarakan tentang ini dengannya." /senyum.
Han-Joo "benarkah, syukurlah kalo gitu. Abang mu yang satu ini sempat khawatir sekali tadi." /meledek Shinwo.
Jae-Hee "maaf sudah membuatmu khawatir kak..." /merasa bersalah karena tidak memikirkan perasaan mereka.
Jae-Hee "kakak, ayo ikut makan siang besok bersama kami." /senyum.
"Heh..." Shinwo dan Han-Joo bersamaan.
Jae-Hee "apa kalian besok ada rencana makan siang?"
Han-Joo "kalo aku sih gak ada, gak tahu lagi jika kak Shinwo..." /melihat arah Shinwo.
Shinwo "ah, aku besok longgar kok." /sedikit bingung.
Han-Joo "tapi dek, tumben ngajak kami makan siang bersama?" /lanjut menyuapi Jae-Hee.
Shinwo "apa tidak apa-apa jika kita makan siang bersama?" /merasa khawatir.
Jae-Hee "tenang saja aku dan Yoona memiliki tempat rahasia, hanya aku dan Yoona yang tahu dan dapat menggunakan tempat itu." /senang.
Jae-Hee "dan, kakak aku minta maaf kepada kalian. Karena sudah memaksakan kalian dengan keputusaan ku." /cemberut.
Shinwo /memeluk Jae-Hee sambil memegang kepalanya. "Apaan sih dek biasa aja kali, lagian asalkan kau senang itu bukan masalah bagi kakak." /senang mendengar penyesalan Jae-Hee.
Han-Joo "kakak juga minta maaf, bukan karna kami mau jadi populer dan membuatmu susah, tapi mau gimana lagi." /senyum.
Shinwo "bukankah atap selalu di kunci." /penasaran.
Han-Joo "lagian disana juga banyak alat kebersihan yang rusak di letakkan begitu saja di sana, apa gak takut kotor kalo makan di sana."
Jae-Hee "kakak tenaga saja dan tunggu kami di sana." /senang.
Shinwo "baiklah...." /masih gak ngerti.
Han-Joo "terserah kamu saja, ayo cepat makan ini, ini suapan terakhir..." /lanjut menyuapi Jae-Hee.
Keesokan harinya.....
Jae-Hee "selamat pagi, Yoona!" /baru masuk kedalam kelas.
Yoona "oh, pagi, Jae-Hee." /melihat Jae-Hee dengan seksama.
Yoona "apa kau benar-benar sudah sembuh?" /menatap Jae-Hee.
Jae-Hee "em, jauh lebih baik." /Cengar-cengir.
Yoona "aku membawa begitu banyak bekal hari ini, ayo kita rayakan kesembuhan mu dengan makan siang nanti."
Jae-Hee "benarkah, kebetulan sekali aku juga membawa tikar piknik milikku." /senang.
Yoona "kita ke sana hanya untuk makan siang saja, kenapa kau harus membawa tikar!" /heran.
Jae-Hee "tidak apa, rasanya pasti sangat menyenangkan." /cengar-cengir.
Dan tibalah waktu makan siang, mereka semua sudah berkumpul di depan pintu atap. Namun Shinwo membeli berbagai macam snck, sedangkan Han-Joo membeli beberapa kotak makan siang.
Yoona "jadi, tidak ada di antara kita yang membeli minuman!!!" /datar.
"Iya...." Jawab mereka serentak.
Han-Joo "aku tidak melihat Jae-Hee membawa bekal atau pun membeli makan, jadi aku membeli beberapa kota makan."
Shinwo "aku juga begitu." /memandang makanan yang dibeli.
Yoona "huh...." /menghela nafas panjang sambil memegang kepalanya.
Jae-Hee "ah...., Biar aku saja yang membeli minuman, kalian tunggu sebentar." /hendak pergi.
Han-Joo "tunggu dek, biar kakak aja yang beli adek bawa ini aja..." /ingin menyerahkan bawaannya.
Jae-Hee "eh, ga-gak usah kak, kakak kan baru aja beli biar adek aja yang beli minumannya sebentar." /melambaikan tangannya.
Yoona "OI!!! CEPAT KAU BELI MINUMANNYA ATAU KITA TIDAK JADI MAKAN SIANG!!!!!" /dingin.
Entah kenapa mereka bertiga takut dengan Yoona, ujung-ujungnya Jae-Hee lah yang membelikan mereka minuman dan dapat lanjut makan siang bersama.
Shinwo "aku tidak tahu jika kalian mempunyai kunci atap." /sambil makan.
Jae-Hee "he he, sebenarnya hanya Yoona saja yang punya kuncinya." /cengar-cengir.
Shinwo "benarkah, dari mana kau mendapatkan kunci atap, apa guru yang bertugas menjaga atap lah yang meminjamkan ya untukmu?"
Yoona "tidak..." /datar.
Han-Joo "oh, apa kau mencuri kunci cadangannya?!" /mengamati.
Yoona "tolong jangan berpikir negatif." /santai.
Jae-Hee "em, sebenarnya kakak, Yoona mempunyai kuncinya itu karena dia mencetak kunci atap dan membuatnya sendiri." /masih takjub dengan apa yang Yoona lakukan.
Shinwo "wow, aku tidak pernah berpikir seperti itu..." /ikut takjub.
Han-Joo "sepertinya itu boleh juga..." /memikirkan sesuatu entah apa itu.
Setelah selesai makan dan bel berbunyi mereka membersihkan tempatnya, dan kembali ke kelas.
Shinwo "aku pergi dulu..." /berjalan ke kelas.
Jae-Hee "em, sampai ketemu lagi kak." /kembali berjalan menuruni tangga.
Han-Joo "kalo gitu sampai sini dulu." /kembali ke kelas.
Jae-Hee "dah...." /melambaikan tangan dan turun tangga.
Jae-Hee "tadi itu sangat menyenangkan, bukan?" /merasa senang.
Yoona "syukurlah jika kau merasa senang." /datar.
Jae-Hee "em, itu, Yoona apa kita boleh makan bersama lagi." /berhenti dan menatap Yoona.
Yoona /berhenti berjalan dan menoleh Jae-Hee. "apa yang aku bicarakan tentu saja kita dapat terus makan bersama seperti ini, bukankah terasa menyenangkan jika semakin banyak orang." /berpikir secara logis.
Jae-Hee "kau benar, sekali lagi terima kasih, Yoona." /Kembali merasa senang dan berjalan dengan Yoona.
Jam pelajaran sekolah pun berakhir....
Jae-Hee "Yoona, ayo kita pulang bersama." /menuggu di depan meja Yoona.