Desmos

Desmos
Chapter 59



"Apa dia pacarmu?!" /Bertanya dengan sedikit malu bercampur takut.


Jae-Hee "eh! Buk..." /Kaget dengan apa yang gadis itu katakan, namun Dokja malah langsung merangkulnya.


Dokja "ya! Dia pacarku, maafkan aku!" /Menundukkan kepalanya.


"Ah, begitulah! Ma-maafkan aku, aku tidak tahu itu!" /Menundukkan kepala dan pergi.


Han-Joo "hah, dia kelihatannya kayak akan menangis." /Melihat gadis itu lari.


Jae-Hee /melepaskan diri dari rangkulan Dokja. "Kakak! Kau benar-benar jahat." /Melihat Dokja sambil menggelengkan kepalanya.


Dokja "yah, aku harus gimana lagi? Gadis seperti itu akan selalu ada setiap harinya. Masa aku harus menerima cinta mereka, padahal aku tidak kenal." /Dengan ekspresi datar.


Han-Joo "meskipun begitu, tidakkah kakak terlalu kasar?!" /Merasa kasihan dengan gadis tadi.


Dokja "bukankah dengan memberikan harapan palsu kepada mereka itu jauh lebih jahat!" /Melihat Han-Joo.


Han-Joo "yah, apa yang kakak katakan benar. Entah kenapa, apapun yang kita lakukan dan katakan pasti terlihat jahat di mata mereka." /Mengerti situasinya, karena dia juga mengalaminya di sekolah.


Jae-Hee "ah, lihat busnya datang!" /Melihat arah bus.


Dokja "oh! Syukurlah, aku juga tidak ingin berlama-lama disini." /Terlihat sudah capek.


Merekapun cepet-cepet naik bus untuk sampai di alun-alun kota sesampainya di sana, alun-alun terlihat begitu ramai orang. Mungkin karena hari ini adalah akhir pekan mangkanya ada begitu banyak orang.


.......


Jae-Hee "sekarang kita akan kemana dulu?" /Bingung karena melihat sekeliling begitu ramai.


Dokja "Hem....." /Melihat sekeliling.


Han-Joo "ah, itu! Ada toko Crêpes di sana." /Melihat toko Crêpes yang banyak pelanggan.


Jae-Hee "ah, benar!" /Melihat ada banyak orang yang mengantri.


Dokja "sepertinya mereka juga lagi diskon." /Ikut melihat.


Jae-Hee "sepertinya itu terlihat enak, ya!" /Menatap toko Crêpes.


Han-Joo "ah, eng..." /Melihat Jae-Hee. "Oh, ya! Adek mau beli?!" /Tersenyum lembut.


Jae-Hee "ya! Tapi, ada begitu banyak orang yang mengantri. Pasti akan sangat lama mendapatkannya." /Masih berpikir.


Dokja "tunggulah sebentar di sini, aku akan membelikannya. Rasa apa yang kalian inginkan?!" /memegang kepala Jae-Hee.


Jae-Hee "em, benarkah! Mungkin stroberi dengan krim kocok. Tapi, rasa keju dan blueberry sepertinya enak juga, terus, rasa coklat pisang itu juga enak...." / Bingung pilih yang mana.


Han-Joo "kalo begitu, kenapa tidak makan ketiganya saja?" /Senyum.


Jae-Hee "itu gak mungkin!" /Merasa malu.


Dokja "kakak akan membeli ketiganya, dan kita bisa berbagi." /memutuskan dan Pergi meniggalkan Jae-Hee dan Han-Joo.


Han-Joo "aku akan mencari tempat duduk


Kau tunggulah sebentar disini, oke!" /Pergi meniggalkan Jae-Hee.


Saat menuggu Dokja datang Han-Joo berusaha menemukan tempat duduk untuk mereka namun dia tidak menemukannya karena di sana terlalu ramai dikunjungi, Han-Joo pun menyerah mencari tempat duduk dan datang menghampiri Jae-Hee kembali.


Jae-Hee "apa kakak sudah dapat tempat?" /Melihat Han-Joo yang lelah.


Han-Joo "enggak, sepertinya kita akan menuggu kak Dokja sambil berdiri." /Mengelap keringat.


Jae-Hee "benarkah!" /Merasa sayang.


Han-Joo "apa kau merasa kedinginan" /mengigat udaranya yang dingin.


Jae-Hee "sedikit, tapi tidak apa!" /Tersenyum.


Han-Joo /berpikir untuk sesaat. "Kemarilah aku akan menghangatkan mu." /Membuka mantel nya.


Jae-Hee "eng?" /Bingung dengan apa yang akan Han-Joo lakukan.


Mereka pun akhirnya hanya bisa menunggu Dokja sambil berdiri, hingga akhirnya dokja datang dengan membawa Crêpes yang mereka inginkan.


Dokja "lama ya! maaf, ternyata bukan hanya antriannya yang panjang tapi pelayanan mereka juga sedikit lambat. Dimana adek?!" /Celingak-celinguk.


Jae-Hee "aku disini!" /Muncul dari dalam mantel Han-Joo.


Dokja "dekk! Ngapain kau di situ?!" /Tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka lakukan.


Han-Joo "dia sedang merasa kedinginan, jadi aku sedang menghangatkannya." /Ikut cengar-cengir.


Dokja "apa kalian tahu, jika kalian menarik begitu banyak perhatian?!" /Mengigat mereka sedang di tempat umum.


"Hehehe...., Maafkan kami!" /Jawab mereka berdua.


Dokja "haah! Cepat kau lepaskan Jae-Hee, ini


Crêpes kalian." /Memerahkan.


Han-Joo "rasa apa yang adek ambil?" /Mengambil Crêpes dan melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "eng, sebentar..." /Memakan ujung Crêpes. "Sepertinya rasa keju dan blueberry..." /Sambil mengunyah.


Han-Joo "benarkah..." /Dan memakan punyanya.


Jae-Hee "lalu, punya kak Han-Joo rasa apa?!" /Melihat Han-Joo.


Han-Joo "seperti...., pisang coklat!" /Merasakan dengan sungguh-sungguh.


Dokja "ah! Sepertinya punyaku rasa stroberi dengan krim kocok, ternyata rasanya lumayan enak." /memakannya.


Jae-Hee "benarkah! Aku juga mau mencicipi nya." /Mulai meraih tangan Dokja.


Dokja "eh, tung...." /Ingin menghentikan Jae-Hee namun terlambat.


Jae-Hee langsung mengigit bagian yang sudah di makan oleh Dokja, saat Jae-Hee selesai mengigitnya terdapat sisa kirim kocok di sudut bibir Jae-Hee. Namun Jae-Hee tidak menyadarinya karena asik makan Crêpes.


Jae-Hee "haah, benar punya kakak lebih enak." /Merasa sayang karena sudah punya.


Dokja "apa kau mau bertukar?!" /Tersenyum pasrah dengan tingkah Jae-Hee.


Jae-Hee "tidak! Punya kak Dokja sisa setengah..." /Sambil menyembunyikan Crêpes miliknya.


Dokja "bukankah ini juga gara-gara kau, hah!" /Mencubit pipi Jae-Hee.


Han-Joo "adek mau coba punya ku gak?!" /Menyodorkan Crêpes miliknya.


Jae-Hee "oh! Makasih~~~" /melahap dengan senang hati.


Han-Joo "gimana?!" Melihat Jae-Hee dengan seksama.


Jae-Hee "Hem, punya kak Han-Joo juga enak, aku tidak menyangka jika mereka menggunakan buah segar!" /Terlihat menyukainya.


Mereka pun menghabiskan Crêpes disana sekaligus.....


Jae-Hee "setelah ini, kita akan kemana?!" /Bersemangat.


Dokja "kita akan ke bioskop, namun sebelum itu bersihkan dulu kirim yang ada di mulutmu itu...." /Mengelap bibir Jae-Hee dengan tangannya.


Jae-Hee "ah! Apa aku terlihat berantakan?!" /Khawatir dengan penampilannya.


Han-Joo "tidak! Adek Masih terlihat cantik." /Melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "ah! Be-benarkah...." /Malu untuk sesaat dan teringat lagi tentang Dokja dan langsung mengambil tisu di tasnya. "kakak! Gunakan ini untuk membersihkan tanganmu!" /Menyerahkan selembar tisu.


Dokja "gak usah, sayang kalo gak di makan sekalian." /Menjilat kirim yang ada di jari jempolnya sambil tersenyum.


Saat Jae-Hee dan Han-Joo yang melihat itu mereka sempat tersentak dan kaget untuk sesaat, wajah Jae-Hee mulai memerah dan dengan cepat Jae-Hee memalingkan wajahnya agar tidak ada yang melihat, sedangkan Han-Joo langsung memukul belakang kepala Dokja.


Han-Joo "tidak bisakah kau bersikap layaknya seorang kakak." /Merasa kesal.


^^^to be continued....^^^