
Yoona "tidak! Kau salah Jae-Hee. Aku selalu mengalami hal yang buruk bahkan kau tidak akan pernah membayangkan betapa takutnya aku saat itu, aku selalu merasa iri denganmu, karena memiliki saudara yang selalu menyayangimu, apakah perlu bagimu untuk mengalaminya sendiri. setelah itu baru sadar apa yang di lakukan saudaramu itu karena mereka menghawatirkan mu!" /Mulai marah.
Jae-Hee / kaget karena baru pertama kali melihat Yoona marah.
Yoona "karena kau adalah teman pertamaku, aku akan memberi tahu mu satu hal tentang masa kecilku, kenapa saat itu aku selalu berada di sisi ayahku ke manapun ayah pergi." Merasa kasihan.
Jae-Hee pun mulai terdiam dan terus memperhatikan Yoona.
Yoona "dengar! Karena ayahku menjalankan sebuah bisnis yang besar itu membuat persaingan ketat dalam dunia bisnis, banyak yang ingin menjatuhkan bisnis ayah. Di tambah lagi aku adalah putri tunggalnya, sepanjang waktuku aku selalu bisa saja dalam bahaya. Waktu itu kami tidak mengenal paman maupun kak Jung-Sik, dan kak Jung-Heon. Dimana pun ayah berada dia selalu menempatkan ku di sebuah ruangan tertutup yang penuh dengan mainan dan para kakak-kakak yang mau bersedia menemaniku bermain, seiring berjalannya waktu aku mulai merasa bosan dan penasaran dengan yang ada di balik pintu tempat ruangan ku berada." /Datar.
Jae-Hee "kau bohong kan?!" /Merasa tidak percaya.
Yoona "apakah aku terlihat berbohong sekarang?!" /Sedang sangat serius.
Jae-Hee "lalu apa yang terjadi?" /Malah menjadi penasaran.
Yoona "ayahku selalu datang tepat waktu dia selalu tidur di sampingku, apakah kau tahu betapa mengerikannya rasa penasaran seorang manusia. Jika sekali saja kau merasa penasaran dengan suatu hal kau pasti ingin mencari tahu jawabannya, benarkan!" /Melihat tajam Jae-Hee.
Jae-Hee "Hem!!" /Meanggukkan kepala.
Yoona "begitu juga dengan ku karena rasa penasaran akan dunia luar aku nekat untuk keluar dari ruangan itu, saat itu usiaku tujuh tahun, di mana aku sudah menerima belajar dari guru privat. Setiap waktunya pelajaran tidak ada kakak-kakak yang mengawasi kami, dan saat itu guru privat ku melakukan kesalahan dengan lupa untuk mengunci pintu saat dia ingin mengambil sesuatu, aku pun mengambil kesempatan itu untuk keluar dari ruangan yang tidak bisa aku tinggalkan."
Jae-Hee "kau pasti merasa sangat senang setelah dapat melakukan apa yang kau inginkan, dan itulah yang aku mau, Yoona!" /Mulai tersenyum.
Yoona "yah, kau benar, saat itu aku merasakan rasa senang yang amat luar biasa. Hingga aku tidak sadar sudah seberapa jauh aku berjalan, sampai seseorang membius ku dan akhirnya aku tidak sadarkan diri....."
Jae-Hee "kenapa?" /Terkejut.
Yoona "karena aku di culik, apa lagi!" /Bingung dengan ekspresi Jae-Hee.
Jae-Hee "tapi, kenapa mereka mau menculik mu?" /Masih tidak paham.
Yoona "begini Jae-Hee, bagaiman perasaan seorang penjahat jika mereka melihat seorang gadis berusia tujuh tahun yang berjalan sendirian dengan memakai barang mewah di sekujur tubuhnya. Tentu saja mereka tergiur untuk mendapatkan sejumlah uang kan." /Sambil menghela napas.
Jae-Hee "aaah, tentu saja karena itulah anak kecil di larang untuk keluar rumah sendirian." /Baru paham.
Yoona "tidak hanya mengambil semua barang ku, mereka juga berniat untuk menjual ku, em...., Lebih jelasnya itu semacam perdagangan manusia. Kau tahu kan kalo aku ini sangatlah cantik." /Pede.
Jae-Hee "i-iyah....!" /Wajah datar. ("Kenapa pas saat serius-seriusnya begini dia malah masih sempat untuk becanda.")
Jae-Hee "hanya itu, kau tidak sedang berbohong kan, lalu bagaiman dengan ayahmu apa dia tidak mencari mu?" /Masih penasaran.
Yoona "bukankah aku sudah bilang jika rasa penasaran itu sangatlah berbahaya, berhentilah bertanya dan renungkan lah apa yang baru saja aku katakan padamu." /Berdiri.
Jae-Hee "he, kau mau kemana?!" /Bengong melihat Yoona yang berdiri.
Yoona "tentu saja kembali ke kelas apa lagi." /Berjalan ke pintu.
Yoona "ah, ya satu hal lagi." /Berhenti saat di depan pintu. "Kau sangat beruntung memiliki saudara yang selalu menuruti apa yang kau ingin, bahkan mereka selalu menghawatirkan mu setiap saat, sepertinya mereka juga sangat ingin memahami perasaanmu, yah walaupun kau sendiri tidak begitu memahami mereka! Tapi mereka tetap sangat menyayangimu. Istirahatlah yang benar aku akan kembali dulu ke kelasku." /Membuka pintu dan keluar.
Saat itu Jae-Hee mulai menyadari jika dia sudah bersikap egois kepada semua saudara, Jae-Hee mulai berbaring dan merenungkan permintaanya yang untuk pura-pura tidak mengenalnya kepada Shinwo dan Han-Joo tak berapa lama Bu guru yang bertugas di UKS datang.
"Apa kau baik-baik saja? Atau kau merasakan sakit disuatu tempat? Katakan saja aku akan memeriksanya untukmu." /Dengan ramah.
Jae-Hee "ah itu aku hanya merasa pusing dan lemas, hehehe!" /Cingar-cingir.
"Begitu kah aku kira ada sesuatu yang gawat, karena murid tadi datang terengah-engah sambil menangis ke ruang guru." /Berjalan untuk mencari kotak obat.
Jae-Hee "siapa yang ibu maksud?" /Duduk di atas kasur.
"Hem....., Siapa yah namanya? Tadi dia datang ke ruang guru dan bertanya di dimana ibu berada, hah..., saat itu dia bilang jika temannya sedang sakit dan meminta tolong." /Berjalan ke arah Jae-Hee dengan membawa beberapa obat.
Jae-Hee "apa dia siswa laki-laki berambut cokelat, berkulit putih wajahnya mungkin terlihat cantik dan berbadan kecil namun sedikit tinggi em...., Mungkin tingginya rata-rata 160 han." /Memperkirakan tinggi badan Jun-Yeon.
"Ah, iya benar siswa itulah yang ibu maksud! Ibu rasa ibu baru melihat nya" /mengambil segelas air dengan ekspresi senang karena semua yang Jae-Hee katakan itu benar.
Jae-Hee /dengan wajah heran. ("Aku yakin itu pasti Jun-Yeon!") /Dan menghembuskan nafas.
"Apa dia temanmu?!" /Berdiri di depan Jae-Hee dengan memberikan obat dan segelas air.
Jae-Hee " ah..ha...ha.., i-iya! Dia baru saja pindah ke kelas kami beberapa hari yang lalu." /Entah kenapa merasa malu.
"Kau beruntung memiliki teman seperti dia, dia bahkan berlari dari kelas sampai ke ruang guru dengan menangis dan mencari ibu dengan panik, lalu meminta tolong untuk cepat-cepat ke UKS karena temannya sedang sakit. Dia juga mengikuti ibu sampai depan sini, namun entah kenapa dia tidak berani masuk. Apa kalian sedang bertengkar?" /Duduk di depan Jae-Hee.
^^^to be continued...^^^