Desmos

Desmos
Chapter 50



"Tidak! Paman terluka di tubuh bukan di kepala." /Menunjuk bagian yang terluka.


"Bisakah kau diam sebentar!" /Memegang kepalanya.


"Oke!" /Masih menatap paman.


"Sekarang cepat katakan berapa nomernya?!" /Serius mendengarkan.


"Apa paman memiliki ponsel?"


"Tidak! Kenapa?!" /Bingung.


"Kalo gitu aku tidak bisa memberi tahu Paman, karena paman tidak memiliki ponsel. Percuma saja jika aku memberi tahu Paman sekarang." /Melihat keadaan paman saat ini.


"Hah! Dasar kau ini , baiklah tunggu aku di sini aku akan pergi sebentar." / Berdiri


"Paman ingin ke mana?" /Melihat paman yang bersiap mengenakan mantel.


"Aku akan pergi ke rumahku dan mengambil beberapa barang." /Selesai mengenakan mantelnya.


"Bukankah paman pernah bilang jika ada beberapa orang yang sedang mencari paman, lalu kenapa paman ingin kesana." /Berdiri dan memperhatikan paman.


"Tenaga saja aku sudah menyembunyikan barang yang ingin aku ambil, jadi mereka tidak akan menyadarinya kalo ada barang yang hilang." /Mendekat dan mengelus kepala Yoona.


"Baiklah, kembalilah dengan keadaan utuh dan jangan sampai terluka. Jika paman terluka itu akan menyusahkan ku." /Menatap tajam.


"Aku janji aku tidak akan terluka, dan kau juga jangan macam-macam selagi aku pergi." /Perlahan meniggalkan Yoona.


"Tenaga saja aku akan selalu duduk disini." /Duduk di kursi.


Selagi paman pergi Yoona terus duduk di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun, dia tetap menuggu sesuai apa yang dia katakan. Namun Paman pergi sangatlah lama hingga hari mulai malam, dan paman itu masih belum juga kunjung datang, Yoona pun mulai menghawatirkan nya.


"Apa terjadi sesuatu kenapa paman begitu lama, atau paman pergi meninggalkan ku." /Mengerutkan keningnya sambil meremas bajunya ketakutan jika akan ditinggal sendirian.


Hingga hampir tengah malam Yoona pun tertidur di kursi itu sambil duduk, saat itulah paman tiba dengan luka di kepala dan lengannya. Dia masuk begitu saja ke kamar hingga membuat Yoona terkejut dengan kondisi paman.


"Apa! Apa yang terjadi dengan paman?!" /Langsung berdiri setelah melihatnya


"Aku tidak tahu jika mereka menempatkan begitu banyak orang untuk mendapatkan ku, tenaga saja ini hanyalah luka ringan." /Memegang bahunya yang terluka.


"Itu bukanlah di sebut lagi luka ringan, apalagi jika mengeluarkan begitu banyak darah." /Mendekat dengan cepat sambil mengerutkan keningnya.


"Hah, maafkan aku! aku tidak bisa menepati janjiku padamu!" /Tersenyum sambil melihat Yoona.


"Ini bukanlah waktunya untuk itu, aku akan mengobati luka paman lebih dulu." /hendak mengambil persediaan obat di laci.


"Sepertinya tidak bisa nak!" /Memegang tangan Yoona.


"Kenapa?!" /Melihat paman.


"Karena! Aku sempat di kejar, jadi kita harus cepat-cepat meniggalkan tempat ini." /Melihat ke belakang.


"Ya ampun paman benar-benar gila rupanya, paman sudah terluka bahkan mengundang orang lain ke sini." /Tidak tahu harus berbuat apa.


"Maafkan aku, aku tidak tahu jika mereka menempatkan begitu banyak orang di rumahku hingga aku menurunkan kewaspadaan ku." /Benar-benar merasa bersalah.


"Jadi apa yang harus kita lakukan, bukankah jika seperti ini kita tidak memiliki banyak waktu." /Melihat tajam paman.


"Aku mengerti!" /Mulai melakukan apa yang paman perintahkan.


"Selama kau berkemas aku akan mengecoh mereka agar kau memiliki waktu yang cukup jika sudah selesai temui aku dua blok dari penginapan ini mengerti." /Memegang bahu Yoona.


"Tenaga saja paman, paman jangan meremehkan ku." /Tersenyum.


Paman dengan ekspresi terkejut. ("Untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum, dia benar-benar anak yang aneh.")


Selagi Yoona melakukan apa yang paman perintahkan, paman juga pergi mencoba untuk mengecoh para penjahat yang mengejarnya agar memberikan waktu bagi Yoona untuk berkemas.


Paman pun berhasil untuk memberikan yoona waktu berkemas, dan mereka juga berhasil untuk bertemu di tempat yang di janjikan. Yoona yang datang lebih dulu setelah itu di susul dengan paman mereka langsung berangkat kembali ke sebuah kota Chita di Russia, baru saja sampai di sana paman langsung cepat-cepat mencoba mencari telpon umum dan menghubungi ayah Yoona.


"Paman!" /Menarik baju belakang paman.


"Apa?!" /Saat ingin memencet tombol.


"Bisakah, aku saja yang bicara lebih dulu dengan ayah. Jika paman yang bicara mungkin telponnya akan langsung di matikan." /Tatapan sedikit takut.


Paman hanya menghembuskan nafasnya dan berpikir jika yang di katakan Yoona adalah benar adanya. "Baiklah, kemari lah aku akan menggendong mu." /Meletakkan telpon dan berbalik ingin menggendong Yoona.


di sisi lain saat Yoona menghubungi ayah, saat itu ayahnya terlihat sangat frustasi duduk di sebuah kursi tempat dia bekerja, badannya yang terlihat kurus dan kurang sehat itu, ditambah lagi kantong matanya yang terlihat sangat hitam, dia yang sedang menuggu kabar dari anaknya, hingga saat itulah telpon nya mulai berdering namun dia serasa tak sanggup meangkat panggilan itu dan membiarkan telponnya terus berdering di depannya.


"Presdir! Apa kau tidak ingin meangkat telponnya?" Sahut Freedy yang seorang asisten pribadinya.


"Aku tidak ingin berbicara dengan siapapun kecuali mendengar kabar dari Nia." /Menutupi wajahnya yang tampak kelelahan.


"Kalo begitu, izinkan aku menggantikan anda untuk menjawab telponnya." /Mengambil telpon yang berada di depan Presdir.


Saat baru saja di angkat, Freedy terlihat terkejut saat mendengar suara Nia yang memanggil ayahnya.


"Presdir!" /Melihat Presdir dengan tatapan masih terkejut di tambah lagi tangannya yang mulai gemetar. "Ini dari nona muda." /Meyerahkan secara perlahan.


"Apa!" /Terkejut dan langsung mengambil ponselnya dari Freedy dan meletakkannya di telinga.


"Ayah! Apa ayah mendengarkan ku?"


"Nia!" /Menitihkan air mata.


Jadi, seperti itulah cerita masalalu Yoona saat dia bertemu dengan paman kang Yong-Guk. Paman Yong-Guk juga memiliki nama asli yaitu Daneil, nama yang ayah Yoona berikan kepada paman. Kembali ke saat ini saat Yoona dalam perjalanan ingin kembali ke kelas saat sudah dekat Yoona melihat Han-Joo yang lewat di depan kelasnya secara perlahan, melihat itu Yoona kemudian berhenti di dekat tangga sampai Han-Joo dapat melihatnya. Benar saja Han-Joo sempat melihatnya dan datang menghampiri Yoona di sana.


Han-Joo "apa yang kau lakukan di sini?!" /Baru saja datang.


Yoona "aku baru saja mengantarkan Jae-Hee pergi ke UKS." /Melipat tangannya.


Han-Joo "apa!!!" /Kaget dan langsung berlari ke UKS.


Yoona "hah! Bagaiman bisa Jae-Hee tidak menyadari jika Han-Joo setiap hari selalu lewat depan kelas, karena menghawatirkan nya !" /Kembali berjalan menuju kelas.


^^^to be continued....^^^



...😭😭GAK ADA YANG RESPON 😭😭...


...😭😭😭😭...