
Yoona "iya, mereka jadi sangat berguna jika di saat-saat seperti ini." /Percaya pada mereka.
Jun-Yeon "saat pertama kali Yoona memperkenalkannya kakaknya padaku, aku sedikit takut kepada mereka, tapi ternyata kak Jung-Sik sangatlah ramah....." /Senang menceritakannya.
Jae-Hee "iya kan, aku juga sempat berpikir seperti itu saat pertama kali bertemu dengan mereka." /Merasa senang saat memikirkannya kembali.
Yoona ("terserah kalian mau berpikir apa, tapi! kenyataannya mereka tidak lah begitu.") /Terlihat kesal saat hanya memikirkannya saja.
Jun-Yeon "kak Jung-Heon, juga terlihat dewasa dia memang tidak banyak bicara. Tapi, dia sangat baik dan perhatian...." /Tersipu malu.
Jae-Hee "ya ampun, Jun-Yeon! Padahal kau juga cowok, tapi kau terlihat tersipu saat menceritakan tentang mereka. Bagaimana seandainya kau adalah seorang gadis." /Ikut malu.
Jun-Yeon "jika aku sungguh menjadi seorang gadis maka aku akan langsung jatuh cinta pada mereka...." /Malah semakin malu.
Jae-Hee "kau benar mereka sangatlah manis dan baik, Yoona bisakah kau kenalkan kakakmu pada kami?!" /Melihat Yoona dan bersemangat.
Jun-Yeon "Jae-Hee apa yang kau katakan, meskipun aku menyukai mereka karena mereka baik padaku. Bukan berarti aku benar-benar jatuh hati pada kakaknya Yoona, aku tetaplah seorang Pria normal yang menyukai lawan jenisnya." /Cemberut melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "aku tahu aku hanya bercanda, kalo gitu cukup kenalkan mereka padaku saja. Jika aku memiliki seorang kekasih maka aku bisa merasakan bagaiman rasanya ciuman itu." /Sangat percaya diri.
Yoona "kumohon jangan lakukan itu!" /Memegang kepalanya.
Jae-Hee "kenapa? Apa kau tidak suka jika mereka para kakakmu memiliki pacar?!" /Mencoba menjahili Yoona.
Yoona "tidak! tapi, satu hal yang pasti mereka itu sangatlah berbahaya. Justru, aku merasa kasihan pada pasangannya kelak." /Merasa kepalanya pusing.
Jun-Yeon "kenapa kau bilang seperti itu, bukankah mereka sangat baik dan tampan." /Bingung dengan reaksi Yoona.
Jae-Hee "em.....memang apa masalahnya?!" /Ikut bingung.
Yoona "itu di depan kalian! Tapi, terserahlah yang penting aku sudah memperingatkan kalian." /Memegang kepalanya.
Jae-Hee "Yoona sebenarnya ada apa?" /Jadi penasaran.
Yoona ("tidak sembarang orang dapat menjadi muridnya paman Yong-Guk, karena mereka itu sejenis dan berasal dari tempat yang sama. Sebab itulah, mereka sama-sama berbahayanya.") /merasa kepala pusing.
Yoona "sudahlah tidak apa-apa! Jadi, apa kau masih ingin tahu gimana caranya mengetahui kakakmu memiliki seorang pacar atau tidak?!" /Melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "em, cepat beri tahu aku bagaiman?!" /Penasaran.
Yoona "apakah kakakmu memiliki mobil?" /Serius.
Jae-Hee "iya! masing-masing memiliki satu, kecuali kak Shinwo dan kak Han-Joo. Kalo kak Han-Joo dia memiliki motor." /Mengangguk-anggukkan kepala.
Yoona "sempurna! Kalo gitu cek setiap mobil mereka jika kau menemukan benda yang identik yang biasa wanita miliki, itu berarti kakakmu itu sudah memiliki seorang pacar." /Sangat serius.
Jae-Hee "tapi, bagaiman kau bisa tahu jika itu miliki pacarnya?" /Kurang yakin.
Yoona "yang aku tahu, tidak sembarang pria membiarkan seorang wanita masuk ke mobilnya. Apa lagi di keluargamu hanya kau yang perempuan, jika barang itu bukan miliki mu maka satu-satunya orang yang memilikinya adalah pacar kakakmu. Bukankah begitu?!" /Dengan percaya diri.
Jae-Hee "begitu kah!" /Sudah mulai percaya.
Yoona "tentu saja!" /Pede.
Jun-Yeon "eng, teman-teman. Bukankah itu sedikit tidak benar." /Melihat Jae-He dan Yoona dengan tatapan tak enak hati.
Jun-Yeon "karena menurutku itu tidak benar, bagaimana jika benda yang tertinggal adalah milik teman dekatnya." /Ikut berpikir.
Jae-Hee "em.....Yoona! sepertinya, apa yang di katakan Jun-Yeon ada benarnya juga." /Merasa bimbang.
Yoona "kalo gitu, hal paling gampang dan sangat menyakinkan adalah dengan bertanya secara langsung saat menemukan benda yang identik dengan wanita di mobil milik kakakmu." /Santai.
Jun-Yeon "jika seperti itu aku setuju..." /Kembali senang dan memakan makan siangnya.
Jae-Hee "tapi bagaimana jika mereka berbohong!" /Masih ragu.
Yoona "apa kakakmu selalu berbohong padamu?" /Lanjut makan.
Jae-Hee "tidak! Tapi, jika mereka tidak ingin menjawabnya mereka akan melakukan seperti yang mereka lakukan saat sarapan tadi pagi." /Masih merasa kesal saat memikirkannya.
Yoona "bukankah itu jauh lebih mudah di tebak!" /Merasa sangat yakin.
Jun-Yeon "apa yang dikatakan Yoona benar, kakakku sering curiga jika pacarnya selalu bertingkah aneh." /Ikut kesal.
Jae-Hee "ah, begitu...." /jadi tambah yakin.
"Iya" jawab Jun-Yeon badan Yoona secara bersamaan.
Saat pelajaran selanjutnya, Jae-Hee mulai memikirkan apa yang Yoona dan Jun-Yeon katakan Jae-Hee juga mulai berpikir akan melakukannya nanti saat sepulang sekolah.
.....
Jae-Hee ("apa perlu nanti aku memeriksa mobil mereka, tapi.... bagaimana caranya?!") / fokus memikirkannya.
Jae-Hee ("kerena kak Dojoon dan kak Nam-Soo wamil, jadi mobil mereka akan ada di rumah. Tapi, mobil kak Dokja pasti juga ada, karena kakak sangat jarang menggunakannya. Pertama-tama aku akan memeriksa mobil yang ada di rumah aja dulu.") / Terlihat sangat fokus.
Saat jam pelajaran berakhir, Jae-Hee langsung pulang kerumah bersama Yoona dan Jun-Yeon seperti biasa. Saat berada di rumah Jae-Hee sempat pergi ke garansi untuk memastikan mobil siapa aja yang berada di sana, saat memeriksanya ada Han-Joo yang baru saja sampai. Alhasil di rumah hanya ada mereka berdua, karena Shinwo dan Dokja belum juga kembali pulang.
Han-Joo "apa yang adek lakukan di sini?!" /melepaskan helem dan melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "tidak ada! Hanya ingin menuggu kakak saja!" /bersikap manis.
Han-Joo "ada apa denganmu, sangat jarang melihat mu pulang lebih awal dari biasanya dan bersikap seperti ini." /Turun dari motor sambil merapikan rambutnya.
Jae-Hee "ah! Itu, karena aku sangat sibuk beberapa hari yang lalu. Tapi, biasanya juga selalu seperti ini." /Tersenyum manis sesekali celingak-celinguk.
Han-Joo "apa yang kau cari?" /berjalan ke samping Jae-Hee dan Ikut celingak-celinguk.
Jae-Hee "tidak ada! Ayo, kita masuk." /Merangkul lengan Han-Joo dan bersikap imut.
Han-Joo "eng! Oh, baiklah terserah adek saja." /Menurut dan berjalan masuk ke rumah.
Jae-Hee ("ehm....sepertinya yang ku duga hanya ada mobil kak Dokja saja di rumah.") /Merasa senang tanpa alasan.
Saat berada di dalam Jae-Hee dan Han-Joo langsung naik ke atas untuk berganti pakaian, saat itulah Jae-Hee secara diam-diam mengambil kunci mobil milik Dokja di kamarnya, sebelum mereka turun dan bersantai di ruang tengah sambil menunggu yang lainnya datang sekalian menuggu waktu makan malam tiba. Saat selesai mengambil kunci dan ganti baju, Jae-Hee turun ke bawah menuju garansi.
.....
^^^to be continued....^^^