Desmos

Desmos
Chapter 37



"Tidak banyak, hanya saja, ayah baru tau jika mereka sudah lama ingin bekerja sama dengan perusahaan. Jadi ayah mengambil kesempatan ini untuk bertemu dengan mereka, oh, ya ayah juga sempat berterimakasih karna membiarkan anak mereka berteman dengan mu." /Kembali senang.


"Ayah jika ayah lakukan itu mereka akan bingung anak mereka yang mana yang ayah maksud." /Hanya tersenyum heran.


Di saat tengah obrolan mereka Jung-Sik datang sambil mengetuk pintu Yoona.


"Aku sudah menyiapkan sundubu jjigae mu, keluar dan makanlah jika sudah selesai." /Berbisik.


Yoona hanya meanggukkan kepalanya dan kembali berbicara dengan ayah. "Ayah sepertinya kita harus sudahi dulu obrolan kita karna aku harus makan dan siap-siap pergi ke rumah Jae-Hee."


"Baiklah bersenang-senanglah kau disana ayah menyayangimu." /Sedikit berat hati.


"Aku juga sayang ayah, dah." / Menutup ponselnya.


Yoona pun keluar kamar menuju meja makan sambil membawa barang yang akan di bawanya.


Jung-Sik "apa hanya ini saja yang ingin kau bawa?" /Mengambil dari tangan Yoona.


Hanya meanggukkan kepala dan pergi makan makanan yang sudah di siapkan.


Jung-Sik "aku akan pergi dulu, tidak usah buru-buru."


"Tidak, aku hanya sebentar." /Makan dengan lahap.


Jung-Sik mendekati Yoona dari arah belakang. "Sudah aku bilang jangan buru-buru. Makan dengan perlahan atau kau akan mati tersedak." /Mengelus kepala Yoona.


"Aku tidak akan mati karna sundubu jjigae, tapi aku akan keyang jika sudah makan!!!" /Dingin.


"Baiklah aku pergi!" /Mencubit pipi Yoona dan pergi dengan secepatnya.


Sementara itu di sisi Jae-Hee, setelah Yoona meniggalkan ya akhirnya dia pulang sendiri seperti biasa meskipun untuk beberapa saat yang lalu Jae-Hee sempat menuggu bus nya yang datang cukup lama namun akhirnya ia dapat naik bus juga saat dalam perjalanan menaiki bus Jae-Hee mendapatkan pesan dari Yoona jika dia mendapatkan izin untuk menginap di rumahnya.


"Apa aku harus memberi tau kakak kalo Yoona akan datang, tapi jam segini siapa yang sudah pulang?" /Sangat senang.


Sepanjang perjalanan Jae-Hee terlihat sangat senang bahkan setelah sampai di halte pemberhentiannya bahkan pejalan menuju rumah pun dia tampak sangat senang sampai Jae-Hee melihat Jun-Yeon yang sedang duduk sendiri di taman kecil daerah sini.


Jae-Hee "Bukankah itu Jun-Yeon, sedang apa dia di sana!" /Menghampiri perlahan.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini sendirian?!" /Berdiri di depan Jun-Yeon.


Jun-Yeon hanya terkejut melihat Jae-Hee yang tiba-tiba ada di depannya dia melihat Jae-Hee cukup lama hingga dia mulai menangis.


Jae-Hee "a-a-ada apa dengan mu? Ke-kenapa tiba-tiba kau menangis?!" /Panik karena membuat anak orang nagis.


Tapi bukanya berhenti menangis Jun-Yeon malah tambah nagis, Jae-Hee pun sempat berpikir untuk meninggalkan Jun-Yeon sendiri. Tepat saat Jae-Hee membalikkan badannya Jun-Yeon menarik ujung baju Jae-Hee dengan ekspresi sangat kasihan dan itu malah membuat Jae-Hee jadi tambah panik melihatnya menangis.


"Geerrrr, sebenarnya kau kenapa sih?" /Mulai putus asa.


Namun saat Jae-Hee sekali lagi melihat Jun-Yeon yang sedang nagis Jae-Hee akhirnya merasa kasihan kepadanya dan menghela napas.


"Baiklah, menangis lah semaumu aku akan duduk disini jika sudah selesai kau juga bisa cerita tentang masalahmu." /Duduk di sebelah Jun-Yeon.


Setelah beberapa saat Jun-Yeon akhirnya merasa lebih mendingan dan berhenti menangis.


Jae-Hee "jadi, ada apa denganmu?" /Memberikan tisu.


"Apa gunanya aku disini jika kau tidak memberi tahu ku apa masalahmu, apakah kau seperti ini karna kejadian di kelas hari ini?" /Melihat Jun-Yeon.


Saat Jae-Hee mengatakan itu Jun-Yeon sempat ada reaksi menjadi takut akan sesuatu.


"Ternyata benar ya, karna kejadian di kelas." /Mulai merasa prihatin.


"A-anu, bisakah kau tidak bilang ke siapapun jika aku menceritakan masalah ku pada mu?!" /Melihat ke arah Jae-Hee.


"Yaaa, aku bukan orang yang seperti itu! Jadi apa masalah mu?" /Penasaran.


"Sebelum itu bisakah kau kasih tau dulu siapa namamu?" /Sedikit malu.


"Apa?!!" /Bengong.


"I-ini hari pertama ku masuk sekolah, jadi aku tidak begitu ingat nama kalian semua dalan satu hari kan!" /mealihkan pandangan ke tempat lain.


"Hah, baiklah aku mengerti, kalo gitu perkenalkan namaku Kim Jae-Hee, biasanya aku dipanggil Jae-Hee." /Meulurkan tangan.


Jun-Yeon /ikut meulurkan tangan. "A-aku Oh Jun-Yeon." /merasa senang.


"Aku tau itu tadi pagi kau sudah bilang di depan kelas kan." /Senyum karna heran melihat ekspresi Jun-Yeon.


"Maaf hanya saja aku jadi merasa senang." /Tersenyum.


"Jadi apa masalahmu?!" /Kembali penasaran.


"Itu sebenarnya aku selalu di-bully sejak lama bahkan pagi tadi saat istirahat makan siang, mereka semua bergerombol mengelilingi ku. Saat itu aku merasa cukup senang sampai anak lelaki yang berbadan besar mengangu ku." /Mulai ingin menangis kembali.


"Aaaah, ya ampun tolong jangan nagis dulu sebelum kau selesai cerita." /Panik lagi.


Jun-Yeon pun mulai menahan air matanya dan lanjut bercerita kembali. "Mereka bilang jika aku sangat mirip seorang gadis jadi mereka curiga dan ingin memastikan sesuatu dengan menyentuh dadaku."


Jae-Hee ("awalnya aku juga sempat mencurigainya, karna dia terlihat sangat imut bahkan saat ini pun dia tetap terlihat imut! Ya ampun bertahan lah jantung ku.") /Dengan ekspresi ingin menangis sambil memeras seragam bagian dada.


Jun-Yeon "aku pun cepat-cepat berdiri dan meninggalkan kelas untuk menjauhi mereka, namun mereka malah mengikutiku hingga keluar sampai akhirnya aku tertangkap oleh mereka dan di bawa ke suatu tempat yang terlihat sepi. Aku bahkan tidak tau itu di bagian mana sekolah, sampai mereka bilang akan memastikan sesuatu lagi dengan mencoba melepas secara paksa celanaku, dan......" /Dengan mata berkaca-kaca.


Jae-Hee "tolong! jangan lanjutkan, Jun-Yeon. Itu sudah di luar batas!" /Merasa merinding mendengarnya.


Jae-Hee /hanya menghela nafas. ("Em, bagaimana ini, aku harus bilang apa padanya?") /Mulai bingung.


Jun-Yeon "apa aku benar-benar terlihat seperti seorang gadis?" /Menatap Jae-Hee dengan mata berkaca-kaca.


Jae-Hee ("ya ampun dia benar-benar terlihat imut!") /Memalingkan wajahnya.


Jae-Hee "i-itu, sebenar~~nya" /berpikir keras.


Sampai tiba-tiba dari arah samping mereka terdengar suara yang tidak begitu jauh dari mereka.


"Jae-Hee!"


Jae-Hee /menoleh kearah datangnya suara. "Oh, Yoona kapan kau datang?!" /Kaget melihat Yoona yang berdiri dengan memakai baju kasual sambil membawa tas di punggung dan tangannya.


^^^to be continued.....^^^