Desmos

Desmos
Chapter 38



Yoona "apa yang kau lakukan disini?" /Berjalan mendekat.


Jae-Hee "heh... aku, aku sedang..." /Bingung harus bilang apa dan melihat ke arah Jun-Yeon.


namun Jun-Yeon sendiri terlihat syok karna ada orang lain selain mereka di sana Jun-Yeon mulai khawatir kalo Yoona juga mendengar pembicaraan mereka dan akan mengejeknya.


Yoona "kenapa kau membuat anak orang menangis?!" /Berjalan mendekati Jun-Yeon.


Jae-Hee /langsung berdiri. "Aaa, a-aku tidak melakukan apapun kepadanya." /Menjelaskan bila tidak bersalah.


Yoona pun hanya menatap Jun-Yeon, sedangkan Jun-Yeon sendiri terlihat gemetar di depan Yoona. Dengan wajah datar dan dinginnya Yoona mulai meulurkan tangannya dan meangkat wajah Jun-Yeon dengan perlahan, saat itu Jun-Yeon lagi-lagi di buat kaget oleh Yoona dan hanya bisa diam saja saat Yoona memegang wajahnya.


"Yah, jika begini aku bisa melihat wajah mu dengan jelas." /Datar.


Jae-Hee "Yo-Yoona!!" /Kaget.


Yoona "kenapa kau menangis? Itu tidak cocok dengan mu. Apa Jae-Hee yang membuatmu menangis?!" /Melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "a-apa itu bukan aku yang melakukannya!" /Membela diri.


Yoona "bagaimana bisa bukan kau, disini hanya ada kau dan dia di taman ini kan?!" /Mengisyaratkan untuk melihat sekelilingnya.


Jae-Hee "ah, aku benar-benar tidak membuatnya menangis Yoona, dia menangis karna dibully oleh anak cowok kelas kita, mereka melepas paksa celana, Jun-...." / Langsung terdiam seketika.


Jae-Hee yang melihat tatapan mata Yoona yang tajam itu pun akhirnya sadar jika Yoona telah memancingnya untuk mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.


Jae-Hee ("sial, aku mengatakannya!") /diam membatu karna sadar telah dikelabui Yoona dan menggigit bibirnya.


Setelah Jae-Hee mengatakan yang sebenarnya Jun-Yeon merasa sangat malu hingga dia ingin kembali menangis.


Yoona "kenapa kau masih menangis?" /Mengusap air mata Jun-Yeon.


Jun-Yeon hanya bisa diam tanpa bicara sedikitpun saat Yoona mulai mengusap air matanya.


Yoona "semua orang pasti memiliki sesuatu yang memalukan baginya, jadi kau tidak perlu terlalu berpikir jika kejadian tadi sangatlah buruk bagimu. Ada juga di luar sana yang mengalami sesuatu yang lebih buruk lagi dari pada apa yang kau alami saat ini, jadi berhentilah menangis karna itu tidak akan membantumu." /perlahan jongkok di depan Jun-Yeon.


Namun apa yang dikatakan Yoona masih tidak berpengaruh untuk Jun-Yeon saat itu Jun-Yeon masih terlihat sedih, Yoona pun berdiri saat tau jika ucapannya tidak berpengaruh terhadap Jun-Yeon.


Yoona "lagian kenapa kau membiarkan mereka membully mu?! Apa kau membiarkannya karena kasihan atau kau tidak mau menghiraukan mereka karna mereka akan berhenti dengan sendirinya. Apa kau bodoh! Kenapa kau selalu membohongi dirimu sendiri kalo kau itu kuat. Sini, biar aku kasih tau, kau itu sangatlah lemah, dan menyediakan!!" /Dengan wajah sangat dingin.


Jae-Hee ("wah, Yoona apa yang kau lakukan jika kau berkata seperti itu maka dia akan tambah sedih, kau ini memang benar-benar payah Yoona.") /Ingin menghentikan Yoona namun tidak bisa.


Saat Yoona berkata seperti itu Jun-Yeon tidak terlihat sedih lagi namun dia terlihat sangat marah, dan dia menatap tajam mata Yoona dengan tatapan marah.


Yoona "kenapa kau melihat ku seperti itu? Kenapa kau tidak melihat mereka yang membully mu dengan tatapan seperti ini juga? Ah, aku tau itu karna kau seorang yang pengecut! karna itulah kau tidak bisa melihat mata mereka kan!" /Dingin.


Saat Yoona berkata seperti itu Jun-Yeon terlihat seperti semua yang Yoona katakan itu benar apa adanya, Jun-Yeon pun mulai menurunkan matanya dan tidak dapat melihat Yoona lagi. Jun-Yeon juga teringat akan kejadian setiap kali dia di-bully di sekolah lama maupun di sekolah barunya ini.


Jae-Hee ("kalo gitu kenapa dulunya kau sering di-bully, dasar Yoona") /heran.


"jadi kau juga bisa bersandar pada seseorang saat kau sedang membutuhkannya, jika mereka melakukan sesuatu lagi padamu, datanglah padaku maka aku akan melindungi mu! Bersandar lah padaku dan percayalah saja padaku. Aku pasti akan terus membuatmu tersenyum seperti Jae-Hee. " /tersenyum.


Jae-Hee ("memangnya aku kenapa?!") /Syok karna namanya dibawa-bawa.


Jun-Yeon "benarkah?!" /Dengan mata berbinar.


Yoona "tentu saja jika aku tidak dapat melindungi mu, kau bisa memukul Jae-Hee sebagai gantinya." /Kembali datar.


Jae-Hee "tu-tunggu, dulu kenapa harus aku yang kena, kan kau yang membuat janji!" /Menarik bahu Yoona.


Yoona "karna, kau tidak bisa menghiburnya!" /Kembali datar.


Jae-Hee /diam dan melepaskan genggamannya dari Yoona. ("Benar itu salah ku!") /Sedikit menjauh.


Jun-Yeon "itu, Yoona!" /melihat Yoona perlahan.


"Apa?!" /Datar.


"Kenapa kau mau membantuku? Apa karna aku terlihat seperti seorang gadis? Atau apa karna hanya kasihan kepadaku?!" /Penasaran.


"Em...." /Berpikir sejenak. "Aku membantumu bukan karna merasa kasihan, kau juga tidak terlihat seperti seorang gadis, di mataku kau terlihat seperti pria tampan yang cukup imut! Tunggu! Apa kau seperti ini karena mendengarkan omongan mereka? Sekarang jangan dengarkan kata mereka, cukup dengarkan aku saja, apa itu sangat sulit bagimu?!" /Bicara apa adanya dan tidak peduli jika Jun-Yeon menerima perkataannya atau tidak.


Jae-Hee "anu, Jun-Yeon!!" /Khawatir dengan perasaan Jun-Yeon.


Jun-Yeon "tidak apa Jae-Hee, aku sekarang merasa jauh lebih baik berkat Yoona." /Berdiri sambil tersenyum.


Jae-Hee " benarkah!" /Kaget.


Jun-Yeon "terimakasih, Yoona! Tapi bolehkah aku tau siapa nama lengkap mu?!" /Dengan malu.


Yoona "kenapa?" /Datar seperti biasa.


Jun-Yeon "aku pikir kita sudah berteman, maafkan aku lupakan saja apa yang aku katakan barusan." /Merasa kecewa.


Yoona "kenapa kau minta maaf? Tentu saja kita sudah berteman seperti katamu! Aku hanya bertanya, kenapa kau berpikir seperti itu. Jika kau ingin tau nama ku aku akan memberi tahu mu, Im Yoona itu namaku ingat itu karena aku temanmu."


Jun-Yeon hanya meanggukkan kepala dengan senyum bahagianya.


Jae-Hee "a-aku juga! Karena aku teman pertamanya Yoona dan kau berteman dengannya, otomatis kau juga temanku jadi kau harus ingat aku juga." /berada di samping Yoona.


Jun-Yeon "em, tentu." /Meanggukkan kepala sambil tersenyum.


Yoona "sekarang sudah malam, pulanglah atau keluargamu akan mengkhawatirkan mu!" /Mengelus kepala Jun-Yeon.


^^^To be continued.......^^^