Desmos

Desmos
Chapter 21



Suk-Joo "Jae-Hee, hentikan kakak sedang masak, bahaya!" /melepaskan tangan Jae-Hee.


Jae-Hee "kakak aku akan pergi jika kakak memaafkan mereka, aku janji." /meangkat sebelah tangan.


Suk-Joo /mealihkan pandangan ke lain. "Itu tidak bisa!" /tegas.


Jae-Hee "ayolah kak." /terus mengitari kemanapun Suk-Joo melihat.


Suk-Joo "hukuman itu sudah paling ringan bagi mereka, bagaimana bisa yang satu suka makan-makanan cepat saji, sedangkan yang satunya lagi enggak meingatkan pola makan sehat." /masih marah tapi terlihat lucu.


Jae-Hee "aku tau lagian kami kan sudah mengaku salah jadi tolong maafkan kami, kami janji akan memakan makanan sehat saja." /Menyesal.


Shinwo "em..apa yang di katakan Jae-Hee benar, kami gak akan beli makan di luar." /menyahut dari ruang tengah.


Han-Joo "kakak, kasihan kak Sejun dan kak Dokja. Mereka pasti capek." /ikut membela.


Jae-Hee "kakak tolong maafkan mereka, ya.." /memohon.


Suk-Joo "huff.... baiklah-baiklah, hanya kali ini saja." /mengelus kepala Jae-Hee.


Jae-Hee "makasih kak." /merasa senang.


Suk-Joo pun menyuruh Sejun dan Dokja untuk menurunkan tangan mereka dan memaafkannya, tak berselang lama makna malam akhirnya sudah siap dan mereka menyantap makanan bersama.


Keesokan harinya di sekolah saat istirahat makan siang....


Tidak seperti biasa kali ini mereka sudah selesai makan siang dan sedang menikmati sisa waktu istirahat dengan melihat cuaca yang terlihat mendung.


Yoona "sepertinya akan turun hujan!" /santai.


Jae-Hee "huff..., Aku lupa membawa payung." /santai.


Yoona "bukankah di saat seperti ini kau seharusnya panik seperti biasa." /melihat Jae-Hee yang masih santai.


Jae-Hee "aku sudah banyak belajar darimu, dan aku juga sudah terbiasa. Dari pada panik lebih baik aku berpikir gimana aku bisa pulang kerumah tanpa kehujanan, yah setidaknya jangan sampai basah kuyup juga." /menghela napas.


Yoona tumben otakmu encer." /kembali melihat langit.


Jae-Hee "apa kau berpikir kalo aku tidak pernah berpikir?!" /senyum heran dengan pemikiran Yoona.


Yoona "tidak, aku malah mengira jika kau tidak punya otak!" /santai.


Jae-Hee "apa!" /entah kenapa Jae-Hee merasa ingin menangis.


Waktu sekolah telah usai dan benar saja saat itu sedang hujan lebat, Han-Joo sudah pulang lebih awal dan Shinwo sedang ada di pelajaran tambahan.


Jae-Hee "Yoona aku akan menunggu hujannya mereda, kau bisa pulang lebih dulu." /menuggu di depan sekolah.


Yoona "apa aku yakin?" mengambil payung lipat yang ada di dalam tas.


Jae-Hee "tentu saja." /Senyum. ("aku bisa pulang bersama kak Shinwo nanti.)"


Yoona "sepertinya hujan ini akan semakin deras hingga nanti malam" / melihat awan mendung yang hitam.


Yoona "walau pun kakak kelas 3 masih ada di sekolah mereka akan pulang secara bersamaan, dan kau hanya akan menuggu di sini sendirian, apa kau yakin?" /melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "terus aku harus bagaimana lagi?!" /ingin menangis.


Yoona "pulanglah bersamaku aku akan mengantarmu hingga didepan rumah." /membuka patungnya.


Jae-Hee "apa kau yakin?" /ragu.


Yoona "tentu saja." /meulurkan tangan.


Yoona "aku akan pulang setelah mengantarmu hingga didepan rumah."


Jae-Hee "emm..." /Masih berpikir.


Yoona "cepatlah tanganku sudah capek!" /mulai kesal.


Jae-Hee "baiklah, ayo kita pulang." /meraih tangan Yoona.


mereka pun berjalan berdampingan menuju halte bus, mereka sempat berteduh untuk menunggu bus yang akan datang. Semakin lama hujan semakin lebat cuaca menjadi semakin gelap layaknya malam hari.


Yoona "sepertinya badai akan turun malam ini!" /duduk di bangku halte.


Jae-Hee /berdiri dan mendekat ke jalan raya. "Apa bus nya masih lama, kenapa tak kunjung datang juga?!" /tengok ke arah bus yang biasa datang.


Saat Jae-Hee fokus mencari bus yang akan datang, dari kejauhan ada sebuah mobil yang datang kearahnya yang melaju dengan sangat cepat.


Jae-Hee "oh..." /menyadari keberadaan mobil itu.


Melihat ekspresi Jae-Hee Yoona sadar akan ada sesuatu yang datang dan melihat kearah yang Jae-Hee lihat, Yoona juga menyadari jika akan ada air dari cipratan mobil itu dan akan sampai padanya.


Yoona cepat-cepat membuka payung yang ada di tangannya sedangkan Jae-Hee masih berdiri di sana sampai kena air yang di cipratan mobil itu, Jae-Hee benar-benar sudah menjadi basah kuyup.


Yoona /menutup kembali payungnya. "Jae-Hee kau benar-benar bodoh."


Jae-Hee "Yoona bagaimana ini?!" /sudah meneteskan air mata.


Yoona berdiri dan berjalan menghampiri Jae-Hee, lalu mengusap air mata Jae-Hee dengan saputangannya.


Yoona "mangkanya, lain kali jangan berdiri di tepi jalan raya lagi" /mengusap dengan lembut.


Jae-Hee "padahal hujan turun dengan lebat, tapi mengapa dia masih mengendarai mobilnya dengan cepat!" /Menangis.


Yoona "sudah, jangan salahkan orang lain atas tindakan mu yang bodoh itu, jika kau sudah tau ada mobil yang akan kesini, kenapa masih berdiri di sana?!" /mengelap baju Jae-Hee agar tidak terlalu basah.


Hingga naik bus dan berjalan menuju rumah, dengan kondisi Jae-Hee basah kuyup. Sampai tima di depan rumahnya Jae-Hee melarang Yoona untuk mengantarnya sampai ke depan pintu melainkan di depan pagar saja.


Yoona "apanakau yakin ingin aku antar Samapi sini?!"


Jae-Hee "iya, lagian jaarak dari sini sampai depan pintu tidak lah jauh." /Cengar-cengir.


Yoona "baiklah jika itu mau mu!" /pasrah dengan keputusan Jae-Hee.


Jae-Hee langsung berlari pergi begitu saja ke pintu rumahnya, sesampainya disana Jae-Hee masih melihat ke arajlha Yoona yang menunggunya masuk ke dalam.


Jae-Hee "aku sudah ada di sini, kau juga cepat pulanglah." /mengisyaratkan untuk pergi.


Yoona hanya diam dan pergi meninggalkan Jae-Hee di sana, tak jauh dari rumah Jae-Hee dari arah belakang mobil berwarna hitam mendekati Yoona dan berhenti tepat di sampingnya.


Yoona juga ikut berhenti dan menoleh ke arah mobil tersebut, dan perlahan kaca depan jendela mobil itu turun, ternyata yang ada di dalam mobil itu adalah Jung-Sik dan Jung-Heon.


Jung-Sik "Yoh....Yoona kami datang untuk menjemputmu." /duduk di samping pengemudi.


Jung-Heon "masuklah." /tersenyum seperti biasa.


Tanpa basa-basi Yoona masuk kedalam mobil bagian penumpang, setelah Yoona masuk mereka melanjutkan perjalanan lagi.


Yoona "Perasaan aku sudah bawa payung kenapa kakak masih menjemputku?" /membersihkan baju yang sempat terkena air hujan.


Jung-Sik "itu karna kau lama pulang ya, di tambah lagi hari semakin gelap dan hujaan semakin deras, paman khawatir terjadi sesuatu kepadamu." /melihat Yoona dari kaca spion depan.