
Jae-Hee /Terkejut dengan apa yang guru katakan Jae-Hee langsung melihat ke arah pintu. "apa dia masih ada di sini?"
"Sepertinya dia sudah kembali ke kelasnya, nah minumlah obatnya dulu." /Menyerahkan ke Jae-Hee.
Jae-Hee "em, terima kasih!" /Menerima dan meminum obatnya.
Setelah Jae-Hee meminum obat guru yang bertugas itu pun memeriksa sekali lagi keadaan Jae-Hee untuk memastikan jika dia sudah baik-baik saja, setelah memastikannya Jae-Hee terus di suruh untuk berbaring agar merasa lebih baik dan dapat mengikuti pelajaran kembali saat guru pembimbing ingin pergi agar Jae-Hee dapat istirahat dengan tenaga, saat itu lah Han-Joo tiba-tiba muncul dan membuka pintu UKS dengan keras hingga membuat Jae-Hee dan guru pembimbing terkejut.
"Ah, ya ampun! Han-Joo kau membuat ibu terkejut." /Bersikap ramah.
Han-Joo "ma-maafkan aku, aku tidak tahu jika ibu akan berada di depan pintu." /Ikut terkejut.
"Jadi apa yang membuatmu datang kemari, apa kau mengalami cedera?" /Melihat Han-Joo dari atas sampai bawah.
Han-Joo "tidak aku hanya...." /Panik dan melihat Jae-Hee yang juga masih memasang ekspresi terkejut.
Guru pembimbing pun melihat apa yang Han-Joo lihat dan mulai mengerti alasan Han-Joo datang ke UKS dengan buru-buru.
"Jadi dia kah adikmu yang bernama Jae-Hee itu?" /Tersenyum.
Han-Joo "em....." /Menyembunyikan kepalanya yang mulai memerah.
Guru pembimbing hanya tersenyum melihat reaksi Han-Joo, dan saat ibu guru melihat Jae-Hee yang berada di atas kasur, Jae-Hee hanya memalingkan wajahnya dan menghindar dari tatapan dari guru pembimbing itu, ibu guru itu hanya bisa tersenyum dan kembali melihat Han-Joo yang berada di depannya.
"Baiklah kalo gitu ibu akan meninggalkan kalian berdua, kalian bicaralah dengan nyaman. Namun jangan lupa untuk kembali ke kelas." /Kembali lagi keruang guru.
Saat guru pembimbing sudah terlihat sedikit jauh, Han-Joo kemudian menutup pintu UKS dan menghampiri Jae-Hee dan duduk di depannya. Untuk beberapa saat mereka berdua tidak bicara satu sama lain dan suasana menjadi canggung.
Han-Joo "apa kau baik-baik saja?" /Memberanikan diri.
Jae-Hee "Iyah!" /Tanpa melihat Han-Joo
Han-Joo /menghela nafas lega. "Syukurlah...." /Tersenyum dan mengelus kepala Jae-Hee
"itu, kakak..." /Ragu dan tidak berani menatap mata Han-Joo.
Han-Joo "Hem.....," /Mencoba seperti biasa.
"Maafkan aku! Dan terimakasih." /Hanya melirik Han-Joo.
"Untuk apa?" /Tidak mengerti apa yang Jae-Hee katakan.
"Untuk semuanya, kemarin maupun sekarang." /Mata yang mulai berkaca-kaca.
"Apa yang kau katakan...."/tersenyum.
"bukankah itu sudah menjadi tugasku sebagai kakakmu." /Menatap lembut Jae-Hee.
Jae-Hee "kakak......." /Mulai menangis dan memeluk Han-Joo.
Han-Joo "hahaha, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini, apa kepalamu habis terbentur terlalu keras." /Mengelus-elus kepala Jae-Hee.
Jae-Hee "kakak, tolong jangan bercanda dulu." /Memeluk Han-Joo dengan erat.
Han-Joo hanya bisa pasrah dan masih berusaha menghibur Jae-Hee yang sedang menangis, sampai Jae-Hee sendiri merasa lebih baik dan melepaskan pelukannya.
Han-Joo "apa sudah mendingan?" /Tersenyum sambil memerhatikan Jae-Hee.
Han-Joo "ah, itu! Tadi aku disuruh untuk mengembalikan catatan dan kebetulan aku bertemu dengan Yoona di lorong kelas, dia bilang jika kau berada di UKS, jadi aku buru-buru ke sini." /Mencoba mencari alasan.
Jae-Hee "benarkah...." /Seperti ada sesuatu yang janggal.
Han-Joo "em, tentu saja" /berusaha menyakinkan.
Beberapa saat yang lalu setelah Yoona pergi meninggalkan Jae-Hee dan berjalan kembali ke kelas, Yoona kembali mengigat kenangan buruknya kembali saat dia masih berusia 7 tahun.
flashback masa kecil Yoona.......,
Di sebuah negara Mongolia, kota Manzhoul...
Saat Yoona berhasil meloloskan diri Yoona berlari di tengah badai salju yang dingin untuk berusaha lepas dari kejaran para penjahat itu, Yoona berhasil bersembunyi di tempat sampah belakang gedung resto. Dengan baju tipis yang ia kenakan membuat tangan dan kakinya mulai mati rasa karena beku, ditambah lagi dengan rasa lapar yang Yoona rasakan mengharuskan dia memakan makan sisa di tempat itu membuat kepribadian Yoona yang dingin muncul. Yoona yang tidak tahu dimana dia berada membuatnya sulit untuk mengerti apa yang orang-orang itu katakan dan cara untuk menghubungi ayahnya.
Dua hari telah berlalu dan tidak seorang pun yang tahu ada seorang gadis kecil disana sampai saat malam hari tiba Yoona melihat seorang pria yang berlumuran darah mendekat kearahnya (dia adalah Kang Yong-Guk yang saat itu berusia 29th) , Yoona yang saat itu masih kecil bersembunyi dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan yang rasanya ingin berteriak dan menangis namun dia tidak bisa melakukannya untuk menyembunyikan keberadaannya dan dia berusaha untuk tetap kuat agar dia dapat selamat.
Sampai pria itu tumbang dan tidak bergerak sama sekali, pria itu terdengar terengah-engah sambil menahan rasa sakit, tak lama suara pria itu muai tidak terdengar lagi dan itu membuat Yoona penasaran. Yoona pun memberanikan diri untuk melihat keadaan pria tersebut, saat melihatnya kesakitan dan lemas Yoona teringat akan dirinya dan mencoba memberanikan diri untuk datang menghampiri pria tersebut.
Yoona "apa kau sudah mati?!" /Melihat pria itu tanpa ekspresi.
"Inggris! Bagaiman bisa ada anak kecil di sini?" /Dengan terengah-engah.
BHS. Mongolia
"Em, mendengar paman yang masih bisa bicara berarti paman masih hidup." /Berjalan ke samping dan mulai jongkok.
"Apa yang kau lakukan di sini!" /Berkeringat.
"Ng! Ternyata paman bisa bahasa Inggris! Paman terlihat mau mati, darah paman terus keluar?" /melihat salju yang ****** perlahan berubah jadi merah.
"Haha, apa kau tidak takut padaku?" /Tersenyum.
"Iyah, tadi aku sempat ketakutan! badanku juga ikut gemetar karena ketakutan." /Tatapan tajam tanpa ekspresi.
Paman itu sempat terkejut dengan pengakuan dari Yoona dan kembali tersenyum. "Lalu kenapa kau masih berada di sini kenapa tidak kabur, malah datang menghampiri ku." /menunjukkan wajah yang tenangnya.
"Karena paman terlihat seperti ku." / Masih memperhatikan.
"Apa maksudmu gadis kecil?" /Masih tersenyum.
"Paman terlihat kesakitan, sama sepertiku." /Masih tanpa ekspresi.
Mendengar itu paman itu lagi lagi di buat terkejut oleh Yoona dia mulai memperhatikan Yoona.
"Bagaiman kau bisa sampai sini?" /Sambil merintih kesakitan.
"Apa paman ingin hidup?" /Berdiri.
"Haha, hidup! Bagaimana mungkin aku masih ingin hidup, jika setiap hari aku berada seperti di neraka!" /Mengerutkan keningnya.
^^^to be continued...^^^
...😢GAK ADA YANG RESPON😢...