Desmos

Desmos
Chapter 12



Yoona "ayahku mencoba membujuk ibuku untuk menikah dengannya, ayahku akan bertanggung jawab atas semuanya, awalnya ayah hanya berencana untuk menyuruh ibu mengugurkan ku, tapi setelah bertemu beberapa kali ayah jatuh cinta dengan kecantikan dan kebaikan ibuku."


Jae-Hee "apa ibumu sangat cantik?" /menyela pembicaraan lagi.


Yoona "kata ayah aku sangat mirip dengan ibu." /datar.


Jae-Hee "benarkah ah..hahaha.." /melihat Yoona dengan seksama. ("apa mataku mulai rabun perasaan wajah Yoona tidak begitu jelas karna terhalang kacamata dan rambutnya yang hampir menghalangi seluruh wajahnya.") /canggung.


Yoona "tapi ibuku selalu menolak lamaran ayahku, hingga ayahku membuat kesepakatan agar ibuku selalu terikat dengan ayah." /kembali melanjutkan cerita.


Jae-Hee "apa yang terjadi?" /semakin tertarik.


Yoona "saat aku lahir ayahku akan mengasuh ku, sebagai gantinya ibuku harus setiap saat selalu ada jika aku membutuhkannya, ibu menyetujui syarat yang diberikan. Ibuku akhirnya berhenti sementara dari dunia hiburan hingga aku lahir sampai suatu ketika saat menginjak usia delapan bulan hingga ibuku mengalami kecelakaan mobil." /mulai terhenti.


Yoona "ibu mengalami kecelakaan saat ingin menemui ayah, dokter mendiagnosa ibu mengalami gagal otak, membutuhkan begitu banyak alat untuk membantu ibuku bertahan hingga aku lahir." /ekspresi sedih.


Yoona "saat itulah dimana aku lahir disaat itu juga ibuku tiada." /Melihat Jae-Hee saat sudah selesai cerita.


Jae-Hee "apa ayahmu sangat membecimu?" /ikut bersedih.


Yoona "bukankah sudah aku bilang ini bukan drama!" /mulai kesal.


Jae-Hee "ah...maaf terus bagaimana dengan ayahmu?" /masih penasaran.


Yoona "ayah ku sangat menyayangi ku karna merasa bersalah, ayah selalu berpikir karenanya aku tidak dapat merasakan kasih sayang seorang ibu." /kembali makan.


Jae-Hee "ah...sekarang aku mengerti maksud ayahmu." /sambil minum.


Yoona "ayahku selalu membawaku kemana pun dan dimana pun saat ayah bekerja. aku juga memiliki guru privat saat usia 4 tahun, hingga ayah sadar kalo aku terus bersamanya hidupku dalam bahaya." /datar.


Jae-Hee "jadi...."


Yoona "ayah menitipkanku tinggal bersama paman saat usia 8 tahun dan kami mulai menetap di sini." /sudah selesai makan.


Jae-Hee "neh...Yoona apa yang membuat hidupmu dalam bahaya?"


Saat Jae-Hee bertanya alaram yang dipasang Yoona berbunyi.


Yoona "sepertinya waktu istirahat sudah selesai ayo kita kembali ke kelas." /berdiri.


Jae-Hee "ah....baiklah." /mengikuti Yoona.


Dalam perjalanan menuju kelas Jae-Hee terus merasa penasaran dengan yang Yoona katakan terakhir laki ia mencoba bertanya kepada Yoona tapi merasa tidak enak hati.


Yoona "jika ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja aku baik-baik saja." /Berhenti dan menoleh ke Jae-Hee.


Jae-Hee "itu..., Apa yang membuatmu bisa dalam bahaya?" /sedikit ragu.


Yoona "apa kau tahu perusahaan N.I" /lanjut berjalan.


Jae-Hee "eh....maaf aku tidak begitu tau." /mencoba meingat.


Yoona "tidak apa-apa, ayahku Adah Presiden N.I saat ini, dan aku adalah anaknya hanya itu." /sudah sampai di kelas.


Jae-Hee "apakah itu grup N.I ?"


Yoona "bisa dibilang begitu." /duduk ditempat duduk.


bel berbunyi saat nya pulang sekolah...


Jae-Hee "anu...Yoona mau tidak pulang bersama?"


Yoona "baiklah!"


Jae-Hee "apa aja tempat yang ingin kau kunjungi?" /berjalan bersama.


Yoona "ada..." /dingin.


Jae-Hee "dimana?" /senang kalo akan mengunjungi suatu tempat bersama Yoona.


Yoona "Jae-Hee aku ingin mengambil cetak foto." /tanpa ekspresi.


Jae-Hee "anu...Yoona tidak bisakah kau tersenyum jika senang, aku hanya melihatmu senyum saat kau mengejek Min-dong dan Hyeon, lalu saat kau memintaku menjadi teman. Selain itu apakah ada sesuatu yang membuatmu bisa tertawa?" /heran.


Yoona "entahlah aku hanya mencoba sesuatu yang baru saja!" /Lagi-lagi tanpa ekspresi.


Jae-Hee "baiklah terserah kau saja, lebih baik kita cetak foto seperti yang aku mau." /berusaha melupakan yang baru saja terjadi.


Mereka bersenang-senang bersama hingga malam tiba, Jae-Hee dan Yoona baru pulang. Sementara itu di rumah Shinwo, Han-Joo, Dokja, dan Sejun sudah selesai makan malam dan mereka sedang berkumpul di ruang tengah, saat itu Jae-Hee baru saja sampai.


Jae-Hee "aku pulang..." /langsung masuk.


Dokja "bagaimana dengan hatimu hari ini?" /duduk dilantai ruang tengah dekat meja.


Jae-Hee "em...sangat menyenangkan." /tersenyum dan pergi kekamar.


Dokja dan Han-Joo sedikit syok sepertinya Jae-Hee benar-benar menikmati harinya.


Han-Joo "sepertinya Jae-Hee sudah kembali seperti dulu." /Senang.


Dokja "yah sepertinya kau benar." /turut senang.


Sejun "apa yang ku bilang!" /sambil main ponsel.


Setelah mengganti pakaian Jae-Hee Langsung kebawah untuk makan malam yang sudah disiapkan Han-Joo.


Han-Joo "apa ada hal baik hari ini?" /duduk di samping Jae-Hee.


Jae-Hee "em...aku baru saja bermain bersama teman baruku." /Sambil makan.


Shinwo "oh ya, siapa?" /ikut mendengarkan dari ruang tengah.


Jae-Hee "namanya Yoona, dia anak yang baik, kami baru saja bergi ke pusat permainan."


Dokja "seperti apa Yoona itu?" /penasaran.


Jae-Hee "aduh kakak bisakah kalian membiarkanku makan dulu!" /mulai kuwalahan.


Sejun "udah jangan ganggu Jae-Hee makan." /masih main ponsel.


Setelah makan Jae-Hee mencuci alat makannya tadi dan bergabung bersama mereka di ruang tengah, dan bercerita tentang Yoona saat disekolah.


Keesokan harinya.....


Yoona dan Jae-Hee makan siang bersama lagi....


Yoona "sejak pertama sekolah sampai sekarang kau selalu membeli makan di kantin." /melihat yang Jae-Hee bawa.


Jae-Hee "aah.....ini orang tuaku sedang perjalanan bisnis, biasanya kakak tertuaku lah yang menyiapkan kotak makan siang tapi untuk sekarang dan seterusnya sepertinya aku akan beli makanan di kantin." /mulai makan.


Yoona "kenapa?" /masih tidak mengerti.


Jae-Hee "itu...kakak ku sedang sibuk saat ini dia tengah magang di salah satu rumah sakit swasta." /mencoba mencari alasan.


Yoona hanya terdiam saja dan mereka memakan makanan yang mereka bawa hingga pulang sekolah langsung pergi ke rumah sendiri tanpa Jae-Hee, dan Jae-Hee pun pulang dengan Shinwo seperti biasanya.


Shinwo "tumben pulang bareng? kemarin pulang sama Yoona sekarang kenmana temanmu itu?" /gandengan tangan.


Jae-Hee "Yoona bilang akan pulang sendiri hari ini." /merasa sedih.


Shinwo "sudah jangan sedih mungkin Yoona mengang ada urusan pribadi." /berusaha menghibur.


Jae-Hee hanya menghela nafas saja sepanjang jalan menuju rumah, saat Han-Joo datang hingga makan malam pun Jae-Hee merasa tidak semangat.


Han-Joo "kak apa yang terjadi dengan Jae-Hee?" /berbisik-bisik ke Shinwo.