Desmos

Desmos
Chapter 10



Saat semua sudah selesai siap-siap mereka semua turun ke bawah menemui Sejun. Saat itu Sejun sedang makan topokki sisa kemarin untuk Jae-Hee.


Jae-Hee "Kakak Yao cepat kita berangkat kami sudah siap." /membawa ransel.


Han-Joo "apa yang kak tunggu nanti keburu siang!" /membawa tas cukup besar.


Dokja "aku akan memasukkan semua barang ke mobil jadi kak Sejun cepat siap siap saja dulu." /mengambil kunci mobil.


Shiwon "aku akan batu!" /menyusul Dokja.


Sejun "kita tidak akan pergi sebelum Suk-Joo datang." /Sambil makan.


Mereka semua merasa seperti sudah di tipu oleh Sejun dan marah besar.


Jae-Hee "kalo gitu kenapa kaka bilang *kalo kalian mau kita bisa pergi ke pantai* jika menunggu kak Suk-Joo!!" /marah.


Sejun "aku belum selesai bicara tapi kalian udah pada pergi." /santai.


Jae-Hee "seharusnya kakak bilang dulu kalo harus nunggu kak Suk-Joo...." /tambah emosi.


Han-Joo "sudah-sudah, kita kan tinggal nunggu aja?" /menengahi.


Shinwo "kalo kita menuggu kak Suk-Joo nanti keburu siang." /ikut marah.


Jae-Hee "em...benar!" /tenang karna ada yang sependapat.


Dokja "tapi dari kemarin malam aku belum lihat kak Suk-Joo?" /baru sadar.


Jae-Hee "he...kak Suk-Joo dari kemarin belum pulang?!" /gak jadi marah.


Sejun "kemarin malam Suk-Joo menghubungi ku kalo kemarin gak bisa pulang." /sudah selesai makan.


Jae-Hee "jadi Kaka masih ada di rumah sakit." /mereda bersalah.


Sejun /pergi ke dapur mencuci piring. "apa kalian tega meninggalkan Suk-Joo bekerja sedangkan kalian liburan ke pantai."


Jae-Hee "kak Suk-Joo kasihan banget." /kasihan.


Di sisi lain Suk-Joo sedang memeriksa pasien sesuai jadwal, setiap kali periksa Suk-Joo selalu saja di ganggu oleh ibu pasien hingga ia merasa lelah.


Dan sangat kebetulan Jae-Hee menghubungi nya hingga Suk-Joo bisa lepas sesaat dari para wali pasien.


Suk-Joo "anu...permisi sebentar." /pergi meangkat telpon.


"Hah.... sayang sekali padahal kami masih ingin berbicara dengannya..." Ibu-ibu yang ada di sana.


Suk-Joo "iya, dek ada apa?" /sambil berjalan menjauh.


Jae-Hee "kakak, tolong maafkan kami?"


Suk-Joo "apa? Apa maksudmu?" /Bingung.


Jae-Hee "maaf kak kami tadi berencana untuk pergi ke pantai tanpa kak Suk-Joo."


Suk-Joo "apa? Jahat bagaimana adek bisa pergi ke pantai di saat aku lagi capek di sini." / mengerti apa yang terjadi dan bermaksud untuk mengerjai Jae-Hee.


Jae-Hee "ahh...kakak aku 5idak akan mengulanginya lagi." /Merasa bersalah.


Suk-Joo "sungguh..."


Jae-Hee "sungguh, aku janji...." /Cemas.


Suk-Joo "baiklah aku akan memaafkan mu kalo ini." /senyum.


Jae-Hee "beneran , makasih kak asu sayang kakak." /terdengar senang.


Suk-Joo "besok aku libur bagai mana jika besok saja kita ke pantai?"


Jae-Hee "beneran, kalo gitu aku akan memberi tau pada yang lainnya, dah kak aku sayang kakak."


Suk-Joo "dah..." /Menutup telponnya.


Keesokan harinya, saat mereka menanti hari dimana mereka akhirnya pergi ke pantai, saat itu hujan sangatlah lebat di barengi badai petir hingga mereka tak bisa kemana-mana.


Jae-Hee "ke-kenapa harus hari ini." /mau menangis.


Shinwo "padahal aku sudah meyiapkan semua rencananya." /ikut menangis dan memeluk Jae-Hee.


Suk-Joo "yah....sepertinya memang tidak bisa hari ini!" /menggaruk kepala.


Sejun "mungkin, yang membawa sial itu kau." /menatap tajam Dokja.


Han-Joo "memang gak bisa ya." /menghela nafas.


Dan akhirnya mereka semua tetap di rumah hingga akhir, setiap kali sekolah Jae-Hee belum bisa bicara dengan Min-dong dan Hyeon.


Sejak hari itu, waktu berlalu hingga sudah dua Minggu lamanya, saat sekolah berakhir dan semua siswa ingin pulang saat itulah Jae-Hee memberanikan diri untuk berbicara dengan mereka.


Jae-Hee "Min-dong! Hyeon!" /mengejar.


Min-dong "apa?" /menoleh kebelakang.


Jae-Hee "ja-jadi begini....a-aku minta maaf sebelumnya. Harus nya aku tidak berkata seperti itu, tapi....memang itulah yang kurasakan. aku tak ingin mengatakan yang sebenarnya karna aku tak ingin dibenci. Tapi....begitulah isi pikiranku!" /mulai percaya diri.


Min-dong "aku tau bagaimana perasaanmu.... Dan kupikir....jika itu yang kau rasakan, kurasa aku tak ingin berurusan denganmu." melihat Jae-Hee menundukkan kepalanya.


Min-dong "jangan tersinggung atau semacamnya... Aku hanya merasa kalo kau tidak cocok dengan kami, jadi selamat tinggal." /pergi meninggalkan Jae-Hee dan Hyeon.


Hyeon "heh.... Min-dong, tunggu!" /menyusul.


Saat itu Yoona pun ikut menghampiri Jae-Hee yang masih terdiam disana.


Yoona "Jae-Hee...?" /datar.


Jae-Hee langsung menyadari jika itu suara Yoona dan langsung menoleh ke arahnya.


Yoona "aku sudah lama ingin bicara dengan mu tentang banyak hal." /ekspresi dingin.


Jae-Hee "aku juga!" /kaget dengan pengakuan Yoona.


Yoona /mulai tersenyum "kalo gitu sampai jumpa besok!" /pergi meninggalkannya Jae-Hee.


Jae-Hee " ah..iya dah " /melambai ke Yoona. ("Barusan dia tersenyum, kan?")


Dalam hal ini Jae-Hee merasa kalo mengambil sebuah keputusan yang benar, membutuhkan kekuatan lebih kuat dari sebelumnya.


Jae-Hee "entah kenapa....rasanya aku sangat ingin sekali makan-makanan manis." /pergi.


Di perjalanan mini market terdekat Jae-Hee sempat mengajak Shinwo lewat telepon.


Saat sampai di sana Jae-Hee menunggu Shinwo di depan kini market, tak lama Shinwo akhirnya datang.


Shinwo "apa kau menunggu lama?" /berdiri di hadapan Jae-Hee.


Jae-Hee "enggak kok...hehe..." /cengar-cengir.


Shinwo "ada apa denganmu? Kenapa mendadak ingin makan sesuatu yang manis!" /Masuk bersama Jae-Hee.


Shinwo "apa yang ingin kau beli?" /berdiri di bagian cemilan.


Jae-Hee "Hem..."/mencari sesuatu.


Shinwo terus memperhatikan Jae-Hee yang sedang memilih cemilan hingga Shinwo terus memperhatikan tangan Jae-Hee.


Shinwo "kenapa tangan mu tambah kecil saja." /memperhatikan.


Jae-Hee "heg....apa? Ah...bukankah tanganku memang segini!" /memperhatikan tangannya.


Shinwo pun mengulurkan tangannya dan membandingkan dengan tangan Jae-Hee.


Shinwo "lihat tanganku bahkan lebih besar dari mu, apa semua tangan gadis itu kecil." /menghadapkan tangannya ke Jae-Hee.


Jae-Hee "entahlah lah aku jadi penasaran." /Perlahan memegang tangan Shinwo.


Shinwo pun ikut refleks untuk memegang tangan Jae-Hee.


Jae-Hee "hangat dan nyaman....aku suka." /menatapan kalem tangan Shinwo.


Shinwo syok "apa...?" /berpikir jika Jae-Hee menyukainya dalam arti lain.


Jae-Hee "bukankah kak Nam-Soo sering memegang tanganku dan mengelus kepalaku saat aku takut, senang, maupun mendapatkan nilai tang bagus?!" /Melihat Shinwo.


...no likes and vote no update...


...😑😑😑...